NMAA News – Ungkapan lawas ‘jatuh hati pada pandangan pertama’ rupanya masih relevan di era serba digital serba cepat dan realistis ini. Di dunia otomotif, rasa suka akan produk otomotif, terlebih menyangkut produk kendaraan, sering terjadi seperti ini.
Entah dari tampilan desain, performa, kenyamanan, hingga fitur ditawarkan. Semuanya bisa memikat seseorang dalam sekejap. Terlebih dengan tambahan informasi dari berbagai literasi media resmi dan sosial.
Kondisi seperti ini pula yang menyentuh selebgram Sintya Marisca, public figure dan konten kreator yang juga penyuka dunia otomotif, saat mengungkapkan ihwal ketertarikannya dengan Jetour T2, SUV terbaru yang dirilis PT Jetour Motor Indonesia.

“Awal ketertarikan saya dengan Jetour T2 ini berawal saat berkunjung ke Dubai tahun lalu (2025, red.). Di sana pandangan saya gak lepas dari sosok sebuah SUV yang maskulin dan desainnya menarik. Pokoknya keliatan keren, gagah, dan menarik,” cerita Sintya.
Selintas, ia melihat mereknya adalah Jetour. Karena melihat secara papasan, ia tidak bisa merinci modelnya apa. “Selanjutnya saya ingat bentuknya dan cek di media sosial. Ternyata itu Jetour T2,” beber Sintya.
Saat dirinya berkunjung ke sebuah pameran otomotif di jelang akhir tahun yang berlangsung di ICE BSD, ia mendapati SUV yang diminatinya ternyata benar sudah hadir tampil manis di booth Jetour.

Ia pun semakin yakin perihal T2 ini. “Ketertarikan saya muncul sejak awal melihat desain dan membaca ulasan mengenai kualitas serta konsep kendaraan ini,” lanjutnya. Tanpa pikir panjang, ia langsung bikin SPK T2 saat itu juga.
Dari situ ia merasakan ‘rasa’ ketertarikannya terhadap si ganteng T2 versinya ini makin menguat. Ekspektasi terhadap model ini, imbuh Sintya, terbentuk melalui reputasi global serta karakter desainnya yang kuat di segmen SUV.
“Apalagi saya baca, brand Jetour punya reputasi global yang baik. Saya melihat Jetour T2 memiliki karakter tegas, modern, dan sesuai gaya hidup eksploratif yang saya jalani. Sehingga penantian untuk menerima unit terasa sepadan,” lanjut Sintya.

Senada dengan Sintya, konsumen Jetour T2 lainnya, Glen Owen, yang turut hadir di panggung bareng Sintya juga ungkapkan hal sama. Bahkan ia membagikan pengalamannya setelah dua minggu penggunaan.
“Proses serah terima unit berjalan tepat waktu sesuai komitmen. Setelah dua minggu pemakaian, Jetour T2 benar-benar melampaui ekspektasi saya. Kenyamanan suspensinya optimal dipakai harian maupun perjalanan bersama keluarga,” papar Glen.
Hal lain mengasyikkan dari T2 versi Glen, semburan tenaga responsif di berbagai kondisi berkendara. “Plus kabin senyap bikin pengalaman berkendara makin menyenangkan. Saya puas dan keputusan memilih Jetour T2 adalah pilihan tepat.”

Melalui fase kepemilikan ini, Jetour menegaskan komitmennya menghadirkan kendaraan dengan desain berkarakter dan kapabilitas fungsional. Sekaligus pastikan pengalaman penggunaan relevan kebutuhan mobilitas modern masyarakat Indonesia.
Selain komitmen terhadap kualitas dan layanan purna jual, Jetour juga menekankan fleksibilitas dan personalisasi kendaraan agar sesuai gaya hidup serta kebutuhan mobilitas konsumen modern.
Pada ajang Indonesia International Motor Show 2026, kehadiran JETOUR T2 turut diperkuat melalui konsep personalisasi yang merepresentasikan kebutuhan konsumen modern.
Pengalaman berkendara secara langsung kini menjadi indikator utama menilai performa, kenyamanan, serta kualitas kendaraan di berbagai kondisi jalan.

Hal tersebut disampaikan Arief Sutrisno, Brand Manager PT JETOUR Sales Indonesia. “Fase ketertarikan pemilik di awal merupakan fondasi membangun relasi jangka panjang dengan konsumen.”
Untuk itu, lanjut Arief, Jetour juga meberikan opsi pilihan personalisasi yang dinilai pas dengan target konsumennya.
“Karakter Rugged SUV yang fleksibel untuk aktivitas harian maupun perjalanan akhir pekan ditampilkan melalui berbagai opsi aksesoris resmi,” kata Arief. Ia menyebut, Jetour T2 bisa dipersonalisasi dua versi: Obsidian Ultra Kit dan Nomad Kit.

JETOUR Obsidian Ultra Kit, tampil lewat karakter tangguh T2 yang ditegaskan lewat sematan body kit eksterior seperti grille, guard rail, fender trim, side beam, serta electric pedal.
Peningkatan performa didukung penggunaan nitrogen shock absorption serta velg dan ban berprofil agresif. Fungsionalitas diperluas aplikasi modular luggage rack, module ladder, roof spotlight, dan panel samping Black Warrior.
Sementara Nomad Kit memaksimalkan potensi JETOUR T2 sebagai pusat aktivitas luar ruang. Terinspirasi dari konsep overland, paket camping ini menghadirkan rooftop tent, awning samping, serta hub belakang yang memperluas ruang fungsional.

