Bukan Mesin Tua! Chevy 3100 Milik Anak Muda Tangerang Ini Malah Pakai Sasis Crown & Mesin Innova

0
Chevrolet 3100 pickup truck_rendy
- Advertisement -

NMAA News – Ada pemandangan yang tak biasa jika Anda berkunjung ke sebuah lapangan padel di kawasan Tangerang. Di antara keriuhan orang berolahraga, terselip sebuah sosok besi tua yang berkilau di bawah matahari.

Ia bukan sekadar pajangan, melainkan sebuah Chevrolet 3100 tahun 1950-an atau yang akrab dipanggil “Chevy Lele” oleh para kolektor, yang tampil klimis dan gagah.

Mobil ini bukan sekadar proyek bengkel; ia adalah jembatan hobi antara Irfan dan ayahnya.

Sebuah perjalanan restorasi yang dimulai sejak 2018, berangkat dari sebuah unit yang lelah dimakan usia, penuh karat, namun menyimpan potensi “kanvas” yang sempurna di mata mereka.

Chevrolet 3100 pickup truck_rendy_1

Restorasi Tanpa Kompromi

Menghidupkan kembali truk klasik Amerika menuntut kesabaran ekstra. Irfan tak ingin setengah-setengah. Karena komponen asli yang sudah hancur termakan zaman, ia harus berburu hingga ke negeri asalnya, Amerika Serikat. Dari grill melengkung yang menjadi ciri khas wajah sang “lele”, hingga karet-karet kaca terkecil, semua didatangkan langsung dari luar negeri demi menjaga keaslian visualnya.

Namun, Irfan juga realistis. Di balik wajah klasiknya, terselip sentuhan modern pada lampu depan yang kini menggunakan teknologi LED. Sebuah kompromi cerdas agar mobil ini tetap aman dan fungsional saat membelah gelapnya malam di jalanan kota.

Rahasia di Balik Kenyamanan Sedan Mewah

Tantangan terbesar mengendarai truk tua biasanya terletak pada bantingan suspensi yang keras dan kaku. Di sinilah Irfan mengambil langkah berani yang jenius. Ia memutuskan untuk melakukan “kawin silang” mekanis dengan menyematkan sasis dari Toyota Crown tahun 90-an.

Chevrolet 3100 pickup truck_rendy_1

Hasilnya? Chevrolet 3100 ini memiliki stance atau tongkrongan yang ceper dan sangar, namun dengan kenyamanan khas sedan pejabat. Padu padan velg chrome lebar yang dibalut ban white wall semakin mempertegas kesan hot rod yang tak lekang oleh waktu.

Jantung Jepang yang Bisa Diandalkan

Membuka kap mesinnya yang besar, kita tidak akan lagi menemukan mesin tua yang ringkih dan mudah overheat. Sebagai gantinya, sebuah mesin 1TR 2.000 cc milik Kijang Innova duduk manis di sana.

“Kita cari kenyamanan agar tidak ribet mengurus mesin. Pakai Innova karena sudah terjamin,” tutur Irfan. Strategi engine swap ini memberikan apa yang disebut para penggila otomotif sebagai peace of mind. Berkat mesin modern ini, Irfan tak perlu khawatir saat membawa keluarganya, termasuk adik-adiknya yang sering duduk di bak belakang, untuk sekadar cruising santai keliling kota.

Kabin Klasik Berjiwa Lexus

Masuk ke bagian dalam, nuansa nostalgia langsung menyergap. Dashboard penuh ornamen chrome tetap dipertahankan, namun kenyamanan duduknya naik kelas. Irfan menyematkan jok elektrik dari Lexus LS400 yang dibalut apik.

Uniknya, di antara dua jok mewah itu, terdapat satu jok tambahan custom di konsol tengah yang khusus dibuat untuk sang adik agar bisa ikut duduk di depan.

Tak lupa, sistem audio canggih disembunyikan dengan rapi di bawah kursi. Semua dilakukan agar pengalaman berkendara tetap terasa otentik secara visual, namun modern secara fungsi.

Lebih dari Sekadar Mobil

Proyek Chevrolet 3100 ini adalah bukti nyata bahwa mencintai mobil klasik tidak harus berarti siap menderita karena mogok atau tidak nyaman. Di tangan Irfan dan ayahnya, “Chevy Lele” ini bertransformasi dari tumpukan besi tua menjadi sebuah karya seni yang hidup, sebuah ikon di sudut Tangerang yang siap melaju kapan saja, membawa kenangan lama dengan teknologi masa kini.

- Advertisement -