Berupaya Jadi Hub Regional Commercial EV, Forlan Sinergi dengan Kebijakan Elektrifikasi dan Dekarbonisasi Nasional

0
Dari kiri ke kanan, Bobby Wiranata Adios Sales & Network Manager TUS, Cui Jue, GM Forland Indonesia Branch, JinHong Lin Darwin, Presiden Direktur TUS, APM Forland Indonesia, Radinal Mufti, Product & Aftersales Operation TUS. Duduk: Chris Zhong Sales Director Forland, , Yedi Sondi, General Manager TUS
- Advertisement -

NMAA News – Dalam setiap fase disrupsi industri, terdapat inflection point — fase ketika struktur pasar mulai berubah dan peluang kompetitif baru terbuka.

Di Indonesia, segmen kendaraan niaga listrik saat ini sedang berada di titik tersebut: masih sangat awal, namun dinamika permintaan sudah mulai terbentuk.

Meskipun penetrasi kendaraan listrik penumpang telah mencapai angka dua digit, adopsi kendaraan niaga listrik secara nasional masih di bawah 1 persen.

Dari kiri ke kanan, Bobby Wiranata Adios Sales & Network Manager TUS, Chris Zhong Sales Director Forland, Radinal Mufti, Product & Aftersales Operation TUS, Yedi Sondi, General Manager TUS. Posisi  Duduk : Cui Jue, GM Forland Indonesia Branch dan JinHong Lin Darwin, Presiden Direktur TUS, APM Forland Indonesia

Kondisi ini mencerminkan ruang pasar yang belum digarap dan memberikan kesempatan bagi pelaku global untuk membangun ekosistem sejak awal.

Melihat peluang tersebut, Forland, salah satu produsen kendaraan niaga terbesar di Tiongkok, resmi memasuki Indonesia melalui penunjukan Distributor dengan PT Tangguh Utama Sejahtera (TUS).

Sinergi dengan Kebijakan Elektrifikasi dan Dekarbonisasi

Indonesia secara proaktif mendorong transisi energi melalui roadmap elektrifikasi kendaraan dan kebijakan insentif EV, yang merupakan bagian dari komitmen nasional menuju net zero emission.

Kendaraan niaga, sebagai tulang punggung distribusi barang, berkontribusi signifikan terhadap konsumsi bahan bakar dan emisi gas rumah kaca.

Elektrifikasi di segmen ini memiliki implikasi keseimbangan antara efisiensi operasional dan tujuan lingkungan jangka panjang.

Kebijakan pendukung, bersama investasi infrastruktur seperti jalur distribusi dan hub logistik, memperkuat daya tarik Indonesia sebagai tempat tepat investasi Commercial EV.

Dari kiri ke kanan, Bobby Wiranata Adios Sales & Network Manager TUS, Chris Zhong Sales Director Forland, Cui Jue, GM Forland Indonesia Branch, JinHong Lin Darwin, Presiden Direktur TUS, APM Forland Indonesia, Radinal Mufti, Product & Aftersales Operation TUS, Yedi Sondi, General Manager TUS

Indonesia sebagai Hub Regional Commercial EV

Secara geografis dan demografis, Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Permintaan domestik kuat dikombinasi konektivitas maritim luas ciptakan peluang jangka panjang sebagai pusat logistik regional.

Masuknya Forland di tahap awal pertumbuhan Commercial EV memberikan perusahaan unggul dalam membangun jaringan layanan, distribusi, dan persepsi merek sebelum pasar menjadi lebih kompetitif.

Mr. Dong Yongsheng, (GM Forland Overseas Business Department) Forland mengaskan, kalau Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan pertumbuhan logistik yang dinamis.

“Kami melihat Indonesia pasar kunci di Asia Tenggara untuk pengembangan kendaraan niaga modern dan solusi berkelanjutan,” ungkap Dong Yongsheng.

Dari kiri ke kanan, Bobby Wiranata Adios Sales & Network Manager TUS, Chris Zhong Sales Director Forland, Radinal Mufti, Product & Aftersales Operation TUS, Yedi Sondi, General Manager TUS Duduk : Cui Jue, GM Forland Indonesia Branch dan JinHong Lin Darwin, Presiden Direktur TUS, APM Forland Indonesia

Raksasa Global Kini Hadir

Forland memproduksi lebih dari 6,8 juta unit kendaraan dan didistribusikan ke 18 negara di berbagai kawasan dunia. Ini menjadikannya salah satu kekuatan besar industri kendaraan niaga internasional.

Kemitraan PT Tangguh Utama Sejahtera merupakan fondasi strategis membangun jaringan distribusi dan layanan yang siap menjawab kebutuhan armada komersial Indonesia.

Mulai kebutuhan fleet operasional konvensional hingga kemungkinan integrasi kendaraan niaga listrik di masa depan.

Produksi Lokal dengan target mencapai kandungan lokal TKDN sebesar 40% juga akan segera dimulai dengan fasilitas produksi di Jawa Barat.

- Advertisement -