NMAA News – Kalau biasanya BYD identik dengan mobil listrik yang rasional dan ramah kantong, kali ini ceritanya beda jauh. Lewat sub-brand BYD dan lini performanya, Fang Cheng Bao, mereka mulai menunjukkan sisi ambisius yang sebelumnya jarang terlihat.
Nama mobilnya Formula X. Dan dari tampilan interior terbaru yang akhirnya dibuka ke publik, satu hal langsung terasa: ini bukan mobil listrik biasa. Ini serius.
Masuk ke dalam kabin, suasananya langsung mengingatkan ke mobil balap. Bukan karena banyak layar atau fitur canggih yang bertebaran, justru sebaliknya. Layout-nya bersih, simpel, dan semuanya terasa dibuat dengan satu tujuan: fokus ke pengemudi.

Setirnya punya desain unik dan bahkan bisa dilipat. Panel instrumen dibuat ringkas, tanpa distraksi berlebihan. Hampir semua permukaan dilapisi material carbon fiber, bukan sekadar gaya, tapi memang untuk memangkas bobot. Jadi bukan cuma kelihatan mahal, tapi juga fungsional.
Pendekatan seperti ini jarang kita lihat di mobil listrik modern, yang biasanya berlomba-lomba menampilkan layar besar dan fitur hiburan. Formula X justru mengambil arah berbeda. Lebih dekat ke filosofi mobil balap ketimbang gadget berjalan.

Ngomongin soal performa, detail resminya memang masih disimpan rapat. Tapi sudah ada gambaran bahwa mobil ini akan pakai setup multi-motor dengan tenaga yang bisa mendekati 1.000 hp. Angka yang, kalau benar, cukup untuk menempatkannya sejajar dengan supercar listrik papan atas.
Menariknya lagi, desain yang sekarang diperlihatkan disebut sudah sekitar 80 persen mendekati versi produksi. Artinya, ini bukan lagi sekadar mobil konsep yang “terlalu liar untuk diwujudkan”. Arah ke produksi sudah jelas, dengan target peluncuran di sekitar tahun 2027.

Di luar kabin, pendekatan ekstrem itu juga berlanjut. Formula X punya banyak jalur airflow, ventilasi, sampai active rear wing yang benar-benar dirancang untuk bekerja, bukan sekadar estetika. Jadi setiap lekukan bodinya punya fungsi.
Kalau dilihat secara keseluruhan, Formula X terasa seperti pernyataan besar dari BYD. Mereka tidak lagi cuma bermain di segmen mobil listrik massal, tapi mulai masuk ke territory yang biasanya diisi brand-brand Eropa dengan sejarah panjang di dunia performa.

Dan yang bikin menarik, mereka melakukannya dengan pendekatan khas sendiri. Tidak mencoba meniru, tapi membangun identitas baru: supercar listrik yang ringan, fokus, dan tetap relevan dengan teknologi EV masa kini.
Kalau semuanya berjalan sesuai rencana, 2027 bisa jadi momen penting. Bukan cuma buat Formula X, tapi juga buat BYD sebagai brand yang pelan-pelan mulai mengubah cara orang melihat mobil listrik dari China.

