NMAA News – Forland, salah satu produsen kendaraan niaga terbesar di Tiongkok, resmi memasuki Indonesia melalui penunjukan Distributor utamanya dengan PT Tangguh Utama Sejahtera (TUS).
Forland merupakan produsen kendaraan niaga global yang berkantor pusat di Tiongkok, dengan total produksi kumulatif melampaui 6,8 juta unit dan jaringan distribusi yang tersebar di 18 negara.
Dengan kapabilitas manufaktur berskala besar, standar kualitas internasional, serta pengalaman lintas pasar, Forland membangun reputasi sebagai salah satu pemain utama industri kendaraan niaga global.

Kini, Forland sedang membidik pasar kendaraan niaga listrik yang masih belum banyak pemainnya.
Meskipun penetrasi kendaraan listrik penumpang mencapai angka dua digit, adopsi kendaraan niaga listrik secara nasional masih di bawah 1 persen.
Kondisi ini mencerminkan ruang pasar yang belum digarap dan memberikan kesempatan bagi pelaku global untuk membangun ekosistem sejak awal.
Dalam setiap fase disrupsi industri, terdapat inflection point — fase ketika struktur pasar mulai berubah dan peluang kompetitif baru terbuka.
Di Indonesia, segmen kendaraan niaga listrik saat ini sedang berada di titik tersebut: masih sangat awal, namun dinamika permintaan mulai terbentuk.
Permintaan kendaraan niaga di Indonesia dipengaruhi ekspansi logistik dan perdagangan digital.

Sektor logistik diperkirakan terus berkembang dengan pertumbuhan tahunan rata-rata di kisaran 10–12 persen, didorong infrastruktur, urbanisasi, dan e-commerce yang meningkat.
Menurut laporan riset industri, nilai pasar logistik Indonesia diperkirakan mencapai sekitar Rp 5.800 triliun pada 2024.
Angka ini setara lebih 20% PDB negara. Menunjukkan peran strategis sektor ini sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi domestik.
Pasar logistik e-commerce Indonesia diproyeksikan tumbuh signifikan. Ukuran pasar logistik e-commerce diperkirakan mencapai USD5,7 miliar pada 2026.
Dengan laju pertumbuhan tahunan sekitar 8,4% beberapa tahun ke depan, mencerminkan peningkatan volume pengiriman baik untuk B2C maupun B2B.

Distribusi last-mile kini menjadi aspek utama dalam strategi logistik, terutama di kota-kota besar. Di mana konsumen berharap layanan lebih cepat dan andal.
Menurut JinHong Lin Darwin, Presiden Direktur TUS, APM Forland Indonesia menegaskan, jika kendaraan listrik penumpang sudah mendekati 15 persen penetrasi, kendaraan niaga listrik bahkan belum mencapai 1 persen.
“Ini bukan sekadar peluang bisnis — ini adalah kesempatan strategis untuk membentuk pasar sejak awal,” imbuh JinHong.
Masuknya Forland di tahap awal pertumbuhan Commercial EV memberi perusahaan keunggulan membangun jaringan layanan, distribusi, dan persepsi merek sebelum pasar lebih kompetitif.


