Harga BBM 1 April 2026 Resmi: Pertamina, BP, Vivo Kompak Tahan Harga, Ini Daftar Lengkapnya

0
Foto: pertamina.com
- Advertisement -

NMAA News – Per 1 April 2026, kabar soal harga BBM sempat bikin banyak orang bersiap menghadapi kenaikan. Isunya cukup kencang beredar, apalagi setelah tren penyesuaian harga di bulan sebelumnya. Tapi saat masuk awal April, situasinya justru lebih tenang dari yang dibayangkan.

Pemerintah memutuskan untuk menahan harga BBM, baik yang subsidi maupun nonsubsidi. Artinya, angka yang berlaku saat ini masih sama seperti Maret 2026, tanpa ada perubahan signifikan di SPBU.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan tak ada kenaikan harga BBM subsidi per 1 April 2026. Harga Pertalite tetap Rp 10.000 liter sementara solar Rp 6.800 per liter. Kepastian itu disampaikan Bahlil di tengah riuhnya kabar kenaikan harga BBM yang bakal berlaku di awal bulan ini.

“Pemerintah atas arahan presiden dan hasil rapat, penyesuaian harga untuk BBM subsidi tidak ada penyesuaian naik ataupun turun artinya flat, masih makai harga sekarang,” jelas Bahlil dalam Konferensi Pers tentang Kebijakan Pemerintdah dalam Mitigasi Risikon dan Antisipasi Dinamika Global yang ditayangkan Youtube Sekretariat Presiden.

Untuk BBM subsidi, harganya tetap:

  • Pertalite: Rp10.000 per liter
  • Solar subsidi: Rp6.800 per liter

Sementara itu, BBM nonsubsidi dari berbagai operator juga masih berada di level yang sama.

Dari sisi Pertamina, daftar harga per 1 April 2026 adalah:

  • Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter
  • Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp13.100 per liter
  • Dexlite: Rp14.200 per liter
  • Pertamina Dex: Rp14.500 per liter

Beralih ke SPBU swasta seperti BP, harga yang berlaku juga masih sama:

  • BP 92: Rp12.390 per liter
  • BP Ultimate Diesel: Rp14.620 per liter

Sementara Vivo Energy, yang biasanya cukup agresif soal harga, justru berada dalam kondisi yang sedikit berbeda. Mengacu pada harga terakhir yang tersedia:

  • Revvo 92: Rp12.390 per liter
  • Revvo 95: Rp12.930 per liter
  • Diesel Primus: Rp14.610 per liter

Namun di lapangan, beberapa SPBU Vivo sempat dilaporkan tidak beroperasi sementara dan belum menampilkan pembaruan harga. Hal ini membuat situasi jadi sedikit “abu-abu”, terutama bagi pengguna setia BBM dari brand tersebut.

Kalau dilihat lebih dalam, keputusan menahan harga ini bukan tanpa alasan. Harga BBM nonsubsidi sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor utama seperti harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta strategi masing-masing perusahaan. Ketika faktor-faktor ini belum bergerak signifikan, biasanya penyesuaian harga juga ikut tertahan.

Buat pengguna kendaraan, kondisi ini sebenarnya cukup menguntungkan. Selisih harga antar brand saat ini terbilang tipis, terutama di kelas RON 92 ke atas. Ini membuat pilihan BBM jadi lebih fleksibel, nggak melulu soal murah atau mahal, tapi bisa disesuaikan dengan kebutuhan mesin dan preferensi berkendara.

Kesimpulannya, awal April 2026 jadi momen yang relatif stabil untuk harga BBM di Indonesia. Nggak ada kejutan besar, tapi justru di situlah menariknya. Semua seperti sedang menunggu langkah berikutnya, sambil melihat arah pasar global dan kebijakan dalam negeri ke depan.

- Advertisement -