NMAA News – Sektor logistik di Tanah Air mulai merasakan dampak dari ketegangan geopolitik global yang masih berlangsung antara Iran dengan Amerika dan Israel.
Faktor kelangkaan bahan bakar berikut harga bisa membumbung tinggi, menjadi kekawatiran bersama para pelaku industri. Kondisi ini mendorong mereka segera berpindah ke solusi lebih efisien dan berkelanjutan.
Adalah PT Primarajuli Sukses (PRS), anak perusahaan PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI), yang mengimplementasi penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) untuk operasional distribusinya.
Dengan menggandeng KALISTA sebagai penyedia ekosistem kendaraan listrik komersial komprehensif, PT PRS mengakui kalau putaran usahanya menjadi tetap terjamin meski dunia dilanda kecemasan terbatasnya bbm.

Transisi Menuju Logistik Rendah Emisi
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Ever Shine Group meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung target nasional net zero emission 2060.
Hingga saat ini, sekitar 70% kebutuhan energi perusahaan akan dipenuhi dari sumber energi terbarukan. Termasuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 1,34 MWp.
Selain itu, ada juga, keberadaan pembangkit berbasis gas sebesar 1 MW yang sudah terpasang dan PLTS fase 2 berkapasitas 2.1 MWp yang akan beroperasi di Juli 2026.
Dalam implementasinya, PRS menggunakan skema fleet-as-a-service KALIS
Kepemilikan unit berada di KALISTA. Seluruh aspek risiko dan tanggung jawab operasional, termasuk pemeliharaan, layanan purna jual, pengelolaan fitur, hingga integrasi IoT, sepenuhnya tanggung jawab KALISTA didukung brand.
PRS lebih fokus operasional logistik dan distribusi produk ke pelanggan. Inisiatif ini merupakan pertama diimplementasikan ke sektor tekstil, menjadikannya referensi baru perusahaan tekstil lainnya memulai transisi menuju EV.
Direktur Ever Shine Group, Michael Sung, menyatakan, pihaknya menjawab tantangan kelangkaan BBM dengan mengambil langkah strategis memulai adopsi EV sebagai kendaraan operasional perusahaan.
Penggunaan 6 truk listrik untuk distribusi produk di area Jakarta dan Bandung, mulai dilakukan ke end customer-nya, seperti Uniqlo, Atalon, Shopee, Gojek, Grab, Torch dan Eiger.
Sebelumnya, “Kami melakukan uji coba bersama KALISTA untuk dua tipe truk digunakan, dengan hasil positif, tercatat, kami bisa hemat biaya bahan bakar hingga 40%,” beber Michael.
Mendukung pengembangan mobilitas berbasis EV menyeluruh, KALISTA hadirkan satu unit minibus untuk shuttle karyawan. “Tetap optimal untuk pengiriman barang saat tidak digunakan,” tukasnya.
Pemilihan truk listrik berdasarkan survei komprehensif KALISTA terhadap pola operasional PRS, guna memastikan unit yang digunakan mampu memberikan performa optimal.
Sebagai penyedia ekosistem EV komprehensif, KALISTA berperan merancang strategi pengisian daya. Termasuk pembangunan infrastruktur charger atau pemanfaatan SPKLU KALISTA di rute operasional Jakarta – Bandung.

KALISTA juga turut memfasilitasi uji coba operasional, sehingga PRS dapat mengevaluasi kinerja unit secara objektif dalam kondisi operasional nyata.
Dalam implementasinya, KALISTA mengintegrasikan seluruh armada dengan Fleet Management System (FMS) KALISTA, K-Move Dashboard. Ini memungkinkan pemantauan operasional secara real-time serta memberi visibilitas menyeluruh terhadap pola penggunaan kendaraan.
Yoga Adiwinarto, Direktur Pengembangan Bisnis KALISTA, menambahkan, kolaborasi dengan PRS mencerminkan komitmen KALISTA menghadirkan solusi mobilitas logistik yang efisien, nyata dan berkelanjutan di tengah dinamika pasokan BBM.
“Dengan hasil yang positif ini, kami juga turut mengajak perusahaan logistik lainya memulai transisi ke EV bersama KALISTA melalui dukungan ekosistem terintegrasi dari perencanaan hingga operasional.”


