Ducati Indonesia resmi menghadirkan DesertX V2 terbaru sebagai penerus generasi pertama yang selama ini dikenal sebagai salah satu motor adventure terbaik di kelasnya. Meski mempertahankan DNA petualang yang kuat, DesertX V2 membawa sejumlah perubahan besar yang membuatnya lebih modern, lebih ringan, dan lebih siap menghadapi medan ekstrem.
Perubahan paling signifikan terdapat pada sektor dapur pacu. DesertX V2 kini menggunakan mesin Ducati V2 890 cc terbaru yang menghasilkan tenaga 110 hp pada 9.000 rpm dan torsi 92 Nm pada 7.000 rpm. Mesin ini diklaim menjadi mesin dua silinder empat katup paling ringan yang pernah diproduksi Ducati.
Dibandingkan generasi sebelumnya, kurva torsinya juga lebih merata. Sebanyak 70 persen torsi maksimum sudah tersedia sejak 3.000 rpm sehingga respons akselerasi menjadi lebih spontan saat melintasi tanjakan maupun jalur off-road teknis.

Pembaruan besar berikutnya ada pada sasis. Ducati mengembangkan rangka monokok baru yang menggunakan mesin sebagai elemen struktural sekaligus airbox. Desain ini membuat motor menjadi lebih ringkas sekaligus meningkatkan kekakuan rangka untuk menghasilkan pengendalian yang lebih presisi.
Sistem suspensi juga mengalami peningkatan. DesertX V2 kini menggunakan garpu depan KYB 46 mm baru dengan pengaturan independen di kedua sisi serta monoshock belakang dengan linkage progresif. Kombinasi ini diklaim mampu memberikan kenyamanan lebih baik sekaligus meningkatkan kemampuan melibas medan berat.
Tangki bahan bakar baru berkapasitas 18 liter juga dibuat lebih ramping dan ringan dibanding sebelumnya. Posisi bahan bakar ditempatkan lebih rendah sehingga titik gravitasi motor ikut turun dan membuat manuver terasa lebih lincah.

Dari sisi ergonomi, Ducati mengubah posisi berkendara dengan memindahkan footstep ke belakang serta menggeser stang dan jok ke depan. Hasilnya adalah posisi duduk yang lebih tegak dan nyaman saat touring maupun ketika berdiri saat melintasi jalur off-road.
Teknologi elektronik juga mendapat penyempurnaan besar. DesertX V2 dibekali platform IMU enam sumbu terbaru yang mengatur berbagai fitur seperti Cornering ABS, Ducati Traction Control, Ducati Wheelie Control, hingga Engine Brake Control secara lebih presisi.
Motor ini juga memiliki enam mode berkendara yang terdiri dari Sport, Touring, Urban, Wet, Enduro, dan Rally. Dua mode terakhir dirancang khusus untuk kebutuhan off-road dengan karakter yang berbeda.
Panel instrumen kini menggunakan layar TFT 5 inci generasi terbaru dengan resolusi lebih tinggi dan tiga tampilan berbeda yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengendara. Ducati juga menambahkan joystick model baru yang memudahkan navigasi menu saat berkendara.
Perbedaan lain yang cukup terasa adalah hadirnya Ducati Quick Shift 2.0 generasi terbaru tanpa sensor eksternal. Sistem ini membuat perpindahan gigi lebih cepat sekaligus lebih tahan terhadap lumpur, debu, dan benturan saat digunakan di medan berat.
Secara desain, DesertX V2 tetap mempertahankan karakter rally khas Ducati. Namun bagian depan dibuat 20 mm lebih rendah, tangki lebih ramping, serta panel bodi lebih minimalis untuk meningkatkan mobilitas saat off-road.
Dengan sederet pembaruan tersebut, DesertX V2 bukan sekadar facelift. Ducati benar-benar melakukan pengembangan menyeluruh untuk menciptakan motor adventure yang lebih ringan, lebih bertenaga, lebih canggih, dan lebih mudah dikendalikan dibanding generasi sebelumnya.


