TMMIN dan Universitas Udayana Kolaborasi Hadirkan Pembelajaran Berbasis Industri

0
- Advertisement -

NMAA News – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengajak mahasiswa menyaksikan langsung penerapan teori di lapangan agar mereka memiliki bekal yang memadai untuk memasuki dunia kerja.

Melalui serangkaian kegiatan di Kampus Universitas Udayana, Bali, pada Kamis (23/7), TMMIN hadirkan pengalaman belajar yang menjembatani dunia akademik dengan praktik industri.

Selain menggelar kuliah umum yang menghadirkan Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto, TMMIN juga melaksanakan peninjauan di Lean Manufacturing Laboratory, Fakultas Teknik Universitas Udayana.

Kegiatan tersebut bertujuan melihat langsung penerapan Toyota Production System (TPS) di proses pembelajaran. Hal ini bentuk kolaborasi antara industri dan pendidikan menyiapkan sumber daya manusia berdaya saing tinggi.

Dalam kuliah umum tersebut, Nandi Julyanto memperkenalkan sekaligus berbagi pengalaman Toyota dalam membangun budaya kerja yang telah terbentuk selama puluhan tahun.

Ia memaparkan berbagai aspek fondasi budaya tersebut. Mulai kepemimpinan hingga nilai perusahaan yang dipegang teguh Toyota. Yaitu integritas, visioner, menghargai, kepemilikan, inovatif, dan kerja sama.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya prinsip Bad News First, yakni keberanian menyampaikan persoalan sejak dini agar solusi dapat segera dirumuskan dan diterapkan.

Nandi menegaskan, nilai-nilai tersebut bukan sekadar budaya kerja di Toyota, melainkan prinsip yang dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari maupun dunia profesional.

Salah satu implementasi nyata nilai-nilai tersebut adalah TPS sebagai fondasi Toyota membangun budaya perbaikan berkelanjutan serta meningkatkan kualitas, produktivitas, dan efisiensi di setiap proses kerja.

Menurut Nandi, kemajuan berkelanjutan selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan konsisten setiap hari. TPS bukan sekadar sistem produksi terlahir dari Toyota. TPS adalah cara berpikir dan cara bekerja.

“Melalui TPS, setiap orang didorong tidak berhenti pada penyelesaian masalah di permukaan, tetapi berani mencari akar persoalannya, mengambil keputusan berdasarkan fakta, dan terus melakukan perbaikan.,” imbuh Julyanto.

 

Belajar langsung dari tempat proses berlangsung

Saat meninjau penerapan TPS di Lean Manufacturing Laboratory, Fakultas Teknik Universitas Udayana, Nandi Julyanto berdiskusi dengan dosen dan mahasiswa mengenai upaya penyempurnaan penerapan TPS saat proses pembelajaran.

Pada kesempatan tersebut, ia menjelaskan makna Genba dalam budaya Toyota, yaitu “tempat sebenarnya” atau lokasi berlangsungnya suatu proses.

Melalui pendekatan tersebut, setiap persoalan dapat dipahami langsung di lapangan sehingga solusi yang diambil didasarkan fakta, bukan sekadar asumsi.

Selain itu, kegiatan Genba juga menjadi bagian penerapan filosofi Kaizen, yaitu semangat melakukan perbaikan secara berkelanjutan melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

“Melalui Genba, kami ingin mahasiswa merasakan pembelajaran terbaik lahir dari pengalaman langsung. Di lapangan, mereka tidak hanya mempelajari TPS sebagai teori, tetapi belajar proses apa adanya, pahami mengapa sebuah persoalan bisa terjadi, lalu mencari solusi berdasarkan fakta,” lanjut Nandi.

Ia berharap pengalaman ini menumbuhkan cara berpikir kritis, rasa ingin tahu tinggi, serta keberanian untuk terus memperbaiki setiap proses. Bekal inilah yang akan mereka bawa saat memasuki dunia industri,” tambah Nandi.

Universitas Udayana merupakan salah satu dari 10 perguruan tinggi yang mendapat pendampingan dari TMMIN dalam penerapan TPS secara bertahap.

10 perguruan tinggi tersebut adalah: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Syiah Kuala (USK), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Darma Persada (UNSADA), Universitas Udayana (UNUD), dan Universitas Indonesia (UI).

Pendampingan TPS dilakukan bertahap,. Mulai pengembangan laboratorium TPS di universitas, berlanjut pemberian pemahaman Lean Manufacturing ke dosen dan mahasiswa hingga kurikulum yang diterapkan ke mata kuliah.

Selanjutnya, universitas didorong mengembangkan penerapan TPS yang telah diberikan, dengan tujuan akhir mahasiswa dapat menerapkan langsung di dunia industri.

Melalui kolaborasi tersebut, TMMIN berharap proses pembelajaran di perguruan tinggi semakin selaras kebutuhan industri.

Dengan paduan pemahaman akademik dan pengalaman praktis, mahasiswa diharapkan memiliki pola pikir sistematis, kemampuan memecahkan masalah, semangat belajar dan melakukan perbaikan di mana pun mereka berkarya.

- Advertisement -