NMAA News – BMW Passato dipersiapkan bukan sekadar menjadi mobil modifikasi yang tampil di SEMA Show 2026. Berbasis BMW 320 tahun 2010, mobil ini dirancang agar mampu tampil stand out sekaligus membawa identitas Indonesia melalui perpaduan warna, desain, motif batik Sumatera, airbrush, hingga proses finishing.
Konsep besar warna dan desain BMW Passato digarap oleh Andre Mulyadi, Founder NMAA sekaligus Direktur Modifikasi IMI Pusat. Ia memilih karakter warna bernuansa 90-an yang cukup mencolok agar mobil memiliki daya tarik kuat saat tampil di salah satu panggung modifikasi terbesar dunia.
“Tone warna 90-an, warna yang cukup mencolok tapi dibalut dengan desain lokal dari batik Sumatera,” ujar Andre Mulyadi.

Konsep tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam desain oleh Musa Tjahjono dari Musartwork Amerika. Musa memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun bekerja di West Coast Customs sebelum membangun mereknya sendiri, Musartwork.
Namun, desain BMW Passato tidak berhenti pada permainan warna. Motif batik Sumatera menjadi salah satu elemen utama yang memberikan identitas lokal pada tampilan eksterior.
Setelah desain rampung, proses berikutnya dikerjakan Tomi Gunawan dari Tomi Airbrush. Dengan pengalaman sekitar 30 tahun di dunia pengecatan dan airbrush, Tomi bertugas menerjemahkan desain tersebut ke permukaan bodi BMW Passato.

Pengerjaan ini membutuhkan ketelitian tinggi. Setiap motif dan perpaduan warna harus dibuat secara presisi agar hasil akhirnya tetap sesuai dengan konsep yang sudah dirancang.
Menariknya, seluruh material pengecatan yang digunakan dalam proses pengerjaan BMW Passato berasal dari ABCA Spider. Tahapannya dimulai dari penggunaan epoxy, kemudian base coat, hingga aplikasi cat xirallic pada motif batik Sumatera.
Setelah seluruh warna dan motif selesai diaplikasikan, proses dilanjutkan dengan pernis ABCA Spider. Lapisan ini menjadi bagian penting untuk mengunci hasil pengecatan sekaligus memberikan tampilan akhir pada permukaan bodi.

Tahap terakhir kemudian dilanjutkan dengan coating dari Wetgloss. Proses ini melengkapi rangkaian pengerjaan eksterior BMW Passato, mulai dari persiapan permukaan hingga perlindungan lapisan akhir.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa tampilan BMW Passato tidak dibuat secara instan. Mulai dari pemilihan warna, penerjemahan desain, pengaplikasian motif, proses airbrush, hingga finishing dikerjakan melalui tahapan yang membutuhkan ketelitian.
Perpaduan warna 90-an dengan motif batik Sumatera menjadi cara BMW Passato membawa unsur budaya lokal ke dalam bahasa desain otomotif modern. Sementara penggunaan material ABCA Spider dan teknik airbrush Tomi Airbrush memperkuat detail serta karakter visual mobil.
BMW Passato dijadwalkan tampil di SEMA Show 2026 pada 3-6 November di Las Vegas Convention Center, Amerika Serikat.
Kehadirannya diharapkan menjadi representasi kreativitas builder dan industri aftermarket Indonesia di panggung internasional.
Lewat desain yang berani, motif batik Sumatera, pengerjaan airbrush, material ABCA Spider, hingga coating Wetgloss, BMW Passato tidak hanya mengejar tampilan mencolok. Mobil ini juga membawa pesan bahwa identitas budaya Indonesia dapat diterjemahkan ke dalam desain otomotif modern dan tampil sejajar di panggung dunia.


