BYD Bangun 5.000 Flash Charging Station dalam 27 Hari, Isi Daya EV Cuma 5 Menit!

0
BYD Bangun 5.000 Flash Charging Station dalam 27 Hari, Isi Daya EV Cuma 5 Menit!
- Advertisement -

NMAA News – Produsen mobil listrik asal Tiongkok, BYD kembali bikin gebrakan di sektor infrastruktur kendaraan listrik. Dalam waktu yang sangat singkat, perusahaan ini berhasil mengoperasikan 5.000 stasiun “flash charging” hanya dalam 27 hari sejak program tersebut resmi diluncurkan.

Pencapaian ini menjadi bagian dari inisiatif besar bertajuk “Flash Charging China”, yang memang dirancang untuk mempercepat adopsi mobil listrik lewat solusi pengisian daya super cepat dan masif.

Stasiun ke-5.000 sendiri dibuka di area layanan jalan tol Qinglan, dekat Lanzhou, Provinsi Gansu, yang juga menjadi salah satu titik awal pengembangan jaringan charging di jalur tol.

Saat ini, jaringan flash charging BYD sudah menjangkau 297 kota di seluruh China. Angka ini menunjukkan ekspansi yang agresif, bahkan jika dirata-rata, perusahaan mampu membangun lebih dari 180 stasiun per hari dalam periode tersebut.

Yang bikin menarik, teknologi yang dipakai bukan sekadar cepat, tapi ekstrem. Dengan dukungan baterai generasi kedua Blade Battery, mobil listrik BYD diklaim bisa mengisi daya dari 10% ke 70% hanya dalam waktu sekitar 5 menit. Bahkan untuk pengisian hampir penuh, dari 10% ke 97%, hanya butuh sekitar 9 menit dalam kondisi suhu normal.

Teknologi ini ditopang oleh charger berkekuatan hingga 1.500 kW atau 1,5 megawatt, jauh di atas standar fast charging konvensional yang biasanya ada di kisaran 150–350 kW. Artinya, pengalaman isi daya mulai mendekati waktu pengisian bahan bakar mobil konvensional.

Menariknya lagi, performa charging ini tetap stabil bahkan di kondisi ekstrem. Pada suhu minus 30 derajat Celcius, pengisian dari 20% ke 97% hanya bertambah sekitar 3 menit dibanding kondisi normal.

Dari sisi keamanan, BYD juga mengklaim baterainya sudah melewati uji ketahanan, termasuk 500 siklus fast charging tanpa memicu kebakaran dalam uji tusukan, serta dilengkapi garansi seumur hidup untuk sel baterai.

Ke depan, BYD tidak berhenti di angka 5.000. Mereka menargetkan total 20.000 stasiun flash charging hingga akhir 2026, termasuk jaringan di area perkotaan dan koridor jalan tol. Jika target ini tercapai, jaringan BYD berpotensi melampaui kompetitor seperti Nio atau CATL dalam hal skala infrastruktur charging.

Langkah agresif ini sekaligus menjawab salah satu kekhawatiran terbesar pengguna EV, yaitu soal waktu charging dan ketersediaan infrastruktur. Dengan kecepatan seperti ini, batas antara mobil listrik dan mobil bensin makin tipis, dan adopsi EV bisa makin cepat ke depannya.

- Advertisement -