NMAA News – Saat mengemudikan mobil hybrid Toyota, seharusnya menerapkan defensive driving, demi keamanan dan keselamatan di jalan.
Kondisi di rute perjalanan dalam mobilitas harian atau perjalanan jauh, kadang tidak dapat diduga dan sulit diprediksi.
Mulai dari beragamnya kondisi jalan, kemacetan, banjir sampai dengan jalur perlentasan kereta api yang juga perlu diwaspadai.

- Komponen Elektrifikasi Memiliki Sistem Perlindungan Terbaik
Toyota memiliki rekam jejak panjang urusan Hybrid EV sehingga sudah mendesain sistem perlindungan kelistrikan terbaik. Seperti memasang insulator pada kabel untuk mencegah kebocoran.
Sambungan dan konektor yang memiliki pengaman, dimana komponen penting seperti baterai tegangan tinggi, inverter, kabel, dan motor listrik diproduksi dari material yang solid.
- Waspada genangan air
Meskipun tidak berkaitan langsung kecelakaan di perlintasan kereta api, air yang masuk ke sistem elektrifikasi dapat menyebabkan korsleting.
Secara fungsi, komponen elektrifikasi HEV Toyota didesain water ressist (tahan air) dan bukan water proof (kedap air). Artinya, tetap berpotensi air temukan celah masuk dan merusaknya kalau pengemudi paksakan diri menerjang banjir.
-
Dilarang melakukan modifikasi sistem kelistrikan kendaraan
Sebaiknya tidak melakukan modifikasi atau perubahan sistem kelistrikan, baik kelistrikan tegangan rendah ataupun listrik tegangan tinggi karena berpotensi merusak komponen kelistrikan lain dan juga menggugurkan warranty.
Selain itu, melakukan modifikasi pada jaringan listrik tegangan tinggi dapat berpotensi terjadi sengatan listrik yang berbahaya.
- Selalu Waspada Dalam Berkendara di Atas Perlintasan Kereta
Sebelum melintas, pastikan kondisi aman, palang pintu perlintasan terbuka, dan jangan panik saat melindasi lintasan kereta api.
Jangan pernah menerobos perlintasan kereta. Sistem transmisi otomatis milik Hybrid EV Toyota tidak akan mengalami kesulitan saat melintasi rel.
Cukup posisikan tuas di D, AutoFamily tinggal mengatur kecepatan lewat injakan pedal rem dan menambah tenaga jika kurang dengan menginjak pedal gas.
Ada kekhawatiran mobil mogok ketika melewati rel dengan hanya memanfaatkan motor listrik. Selama kapasitas baterai aman, tidak ada risiko mobil mati ketika berada di Mode EV.
Apalagi mobil hybrid memiliki sistem pengisian langsung dari mesin bensin yang membuatnya tidak mungkin kehabisan daya listrik.
- Perhatikan Kondisi Lintasan Rel Kereta
- Jaga Jarak Aman
- Melintas dengan Tenang dan Waspada
- Waspada Perlintasan Rel Ganda
- Jangan Panik Saat Ada Masalah
Tidak perlu panik kalau mobil tiba-tiba mogok di tengah perlintasan. Cek panel instrumen, posisikan gigi transmisi di parkir (P), dan nyalakan ulang mesin kendaraan. Ingat prosedur menyalakan mesin seperti menginjak pedal rem untuk mobil matik.
Jika masih gagal, mintalah bantuan orang di sekitar untuk membantu mendorong keluar dari area berbahaya. Kalau sudah dalam posisi bahaya seperti kereta mendekat, segera tinggalkan mobil untuk mencegah timbulnya korban jiwa.
- Jaga Kondisi Mobil
Kondisi mobil yang optimal membantu mencegah potensi masalah saat melintasi rel kereta. Tentu AutoFamily tidak mau busi mati sehingga mobil mogok di tengah jalan. Solusinya mudah, selalu jaga kondisi mesin mobil AutoFamily dengan rajin melakukan service berkala.
Mobil hybrid Toyota dirancang agar dapat dikendarai dengan aman di berbagai medan jalan termasuk perlintasan kereta api. Namun, AutoFamily harus tetap fokus dan waspada supaya dapat melaju dengan aman.
“Sejalan visi Life is Easy with Auto2000: Dekat, Nyaman, dan Lengkap, pastikan mobil hybrid dalam kondisi prima dengan servis berkala, cukup booking lewat Auto2000.co.id,” ujar Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000.

