NMAA News – Belakangan ini, cuaca panas melanda hampir sebagian besar wilayah Indonesia. Menurut BMKG, penyebab utama suhu panas ini, posisi semu matahari yang bergerak menuju wilayah selatan ekuator.
Pergeseran ini mengakibatkan penyinaran matahari ke wilayah Indonesia terjadi dengan intensitas sangat tinggi dan durasi lebih lama.
Bagi yang banyak habiskan waktu di luar ruangan, kondisi ini jelas cukup mengganggu. Bagi pengendara mobil, kini saatnya mengecek kondisi perangkat penyejuk kabin (AC) mobil Anda.
Karena kondisi cuaca seperti ini, mau tidak mau memaksa perangkat AC mobil bekerja lebih keras untuk bisa menghasilkan udara sejuk di kabin. Tentunya agar perjalanan berlangsung tetap nyaman.

Namun, pernahkah Anda mengalami AC mobil tiba-tiba tidak dingin saat terjebak macet siang hari? Awalnya hanya terasa kurang sejuk, lalu beberapa hari kemudian malah hanya keluar angin.
Kondisi seperti ini sering terjadi karena pemilik mobil menunda perawatan AC hingga sistem terlanjur bermasalah. Padahal, AC mobil komponen penting untuk kenyamanan, terutama di iklim panas seperti Indonesia.
Lantas kapan waktunya melakukan perawatan AC Mobil? Berikut panduan umumnya:
- Setiap 6 Bulan atau 10 ribu kilometer lakukan servis ringan seperti membersihkan filter kabin, cek tekanan freon, serta cek kondisi kompresor dan kipas AC.
- Setiap 1 Tahun lakukan servis menyeluruh, meliputi pencucian evaporator (jika diperlukan), pengecekan kebocoran sistem, dan pembersihan kondensor.
Nah, jika muncul 5 tanda tanda-tanda ini sebaiknya jangan tunggu jadwal perawatan, langsung lakukan pemeriksaan AC mobil Anda karena terindikasi ada kerusakan.
- AC tidak dingin atau kurang dingin.
- Bau tidak sedap saat AC dinyalakan.
- Suara mendengung dari dalam dasbor.
- Embusan angin melemah.
- Kaca mobil lebih mudah berembun.

AC Mobil Harus Dirawat, Jangan Tunggu Rusak
Banyak pemilik mobil berpikir kalau masih dingin, berarti AC aman. Padahal, asumsi ini bisa bikin biaya membengkak. Butuh perawatan AC mobil untuk mencegah kerusakan lebih parah yang bikin biaya perbaikan membengkak.
Masalah kecil seperti filter kotor bisa berkembang jadi kerusakan kompresor. Padahal, kompresor adalah komponen mahal sistem AC. Filter kabin kotor, menyimpan debu, bakteri, dan jamur. Ini memicu alergi dan bikin udara di kabin mobil tidak sehat.
AC mobil yang terawat artinya tidak perlu bekerja terlalu keras menghasilkan udara dingin. Ini berdampak pada konsumsi bahan bakar lebih efisien, dan umur komponen AC lebih panjang. Kenyamanan berkendara pun terjaga.

