NMAA News – Melanjuti viral model barunya di berbagai platform media sosial, JETOUR Indonesia bersiap merilis varian terbarunya, JETOUR T1 berteknologi i-DM (Intelligent Dual Mode) untuk pasar Indonesia.
Sebagai model global JETOUR, SUV bergaya urban adventure ini sebelumnya sukses menarik perhatian publik. Berkat kombinasi desain modern, karakter tangguh, serta teknologi berkendara lebih efisien.

Bahkan sosok T1 i-DM kini sedang masuki fase popularitas seiring kehadirannya mulai Timur Tengah, Amerika Selatan, hingga Asia.
Kurang lebih 2 tahun sejak debut globalnya, JETOUR T1 berhasil mencatat penjualan lebih dari 169.831 unit secara global.
Tak hanya itu, SUV ini juga meraih Red Dot Design Award 2024 sebagai bukti pengakuan atas kualitas desainnya di tingkat internasional.

Jetour T1 hadir sebagai Urban Adventure SUV berbekal teknologi i-DM (Intelligent Dual Mode), yaitu sistem penggerak yang integrasikan mesin bensin dengan motor listrik untuk performa optimal dan efisiensi BBM lebih baik.
Teknologi i-DM ini dirancang guna mendukung mobilitas aktif masyarakat urban yang butuh kendaraan tangguh untuk aktivitas harian atau traveling.
Sebagai wujud teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), sistem i-DM memungkinkan pengisian daya melalui charger eksternal atau melalui sistem regeneratif braking dan energy recovery.

Kombinasi ini diklaim mampu menghadirkan efisiensi tinggi, responsif, dan bertenaga, jarak tempuh lebih panjangdan kenyamanan berkndara maksimaldi berbagai kondisi perjalanan.
Sebagai inti dari teknologi i-DM, Jetour T1 i-DM membawa mesin ACTECO 1.5 GDI generasi kelima yang dikembangkan khusus untuk sistem hybrid. Mesin ini tidak seperti mesin konvensional lazimnya yang dipadu dengan motor listrik.
Namun mesin ACTECO ini sejak awal sudah dirancang khusus untuk bekerja selaas dengan sistem elektrifikasi. Sehingga mampu sajikan performa dan efisiensi secara lebih optimal dan efektif kinerjanya.

Mesin ACTECO 1.5 TGDI ini berdaya 136 ps dan torsi 220 Nm. Motor listriknya menghasilkan tenaga 204 ps dan torsi 310 Nm. Belum lagi efisiensi thermal hingga 44,5%, bikin mesin hybrid ini punya efisiensi tertinggi di kelasnya.
Komposisi ini juga memungkinkan akselerasi responsif sekaligus konsumsi BBM yang sangat efisien. Sesuai mobilitas urban maupun perjalanan jarak jauh sesuai tagline Jetour.
Performa teknologi i-DM ini diimbangi dengan Dedicated Hybrid Transmission (DHT) untuk mengatur kerja seluruh sistem hybrid. DHT ini merupakan otak cerdas dibalik kinerja kapan mesin bensin bekerja, kapan motor listrik ambil alih, dan kapan bensin harus digunakan.

Sebagai otak dari sistem i-DM, DHT pastikan transisi tenaga antara mesin bensin dan motor listrik berlangsung halus dan responsif. Sehingga kendaraan mampu beradaptasi dengan kebutuhan pengemudi, saat melintas alam kota, berakselerasi, hingga perjalanan jauh.
Jetour i-DM mengusung baterai utama Lithium Fero Phosphate (LFP) yang efisien menggerakkan kendaraan. Teknologi baterai ini menawarkan tingkat keamanan lebih tinggi, karakter baterai lebih stabil, tidak mudah panas dan cocok untuk penggunaan jangka panjang.
Baterai Jetour i-DM dengan sertifikasi IP68 ini juga mendukung pengisian daya cepat dari 30% hingga 80% hanya butuh waktu sekitar 27 menit melalui DC Fast Charging. Sementara pengisian 30% hingga 100% butuh waktu 180 menit dengan AC Slow Chrging.

Untuk kenyamanan, JETOUR T1 i-DM diperkuat dengan layar sentuh besar ukuran 15,6 inci yang intuitif dan responsif berkat aplikasi Snapdragon 8155 Chip with Tour 2.0 OS. Ditambah panel instrumen 10,25 inci yang sajikan informasi perjalanan dan berkendara dengan gamblang.
Fitur unggulan lainnya, Panoramic Skyroof dan tersedia 45 ruang penyimpanan yang berguna menunjang kebutuhan harian maupun saat melakukan perjalanan jauh bersama keluarga.
Dimensi JETOUR T1 i-DM cukup proporsional dan fungsional yang mendukung keseimbangan antara kenyamanan kabin dan kemudahan bermanuver. Jarak sumbu roda 2.800mm, Panjang keseluruhan 4.705mm, Lebar 1.967mm, Tinggi 1.840mm. Sementara Ground Clearance-nya di tinggi 190mm.


