IMI Awards 2025 Berikan Penghargaan Tertinggi bagi Industri Modifikasi Nasional, Apresiasi Karya Modifikator Tanah Air

0
Andre Mulyadi beserta penerima penghargaan Bengkel Modifikasi Terbaik pada IMI Awards 2025
- Advertisement -

NMAA News – Ikatan Motor Indonesia (IMI) kembali menggelar ajang penghargaan tahunan paling bergengsi dalam dunia otomotif Tanah Air, IMI Awards
2025.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada gelaran kali ini IMI memberikan sorotan khusus dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para modifikator berbakat
melalui kategori penghargaan khusus di dunia modifikasi nasional.

Langkah ini diambil sebagai bentuk pengakuan nyata atas kontribusi besar industri modifikasi dalam menggerakkan roda ekonomi kreatif serta membawa nama Indonesia
ke kancah internasional.

Keterlibatan sektor modifikasi dinilai strategis dalam memotivasi masyarakat pecinta otomotif untuk terus melakukan kegiatan yang positif, inovatif, sekaligus memicu lahirnya prestasi yang mendunia di seluruh lini aktivitas otomotif.

IMI Awards 2025

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Umum IMI Pusat, Moreno Soeprapto. Dalam
sambutannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara regulator, atlet, dan para
pelaku industri kreatif otomotif untuk terus membangun ekosistem yang sehat dan
kompetitif.

“IMI Awards bukan hanya sebagai simbol, ini merupakan bentuk apresiasi atas
dedikasi, kerja keras, dan sportivitas. Perjalanan 2025 saya tahu penuh tantangan,
tetapi juga penuh prestasi, kualitas event nasional semakin berkembang, komunitas
semakin kuat. Hari ini kita bisa lihat hasil dari putra bangsa yang mewakili internasional,
saya minta mobilnya untuk ditampilkan, ini (Toyota 86 Harmony of Waves) dari produk
IMX (Indonesia Modification and Lifestyle Expo),” ujar Moreno Soeprapto saat membuka rangkaian awarding.

Toyota 86 Harmony of Waves

Penyerahan penghargaan untuk sektor modifikasi ini diserahkan langsung oleh Andre
Mulyadi selaku Direktur Modifikasi & Kendaraan Listrik IMI Pusat sekaligus Project
Director IMX.

Kehadiran kategori ini diharapkan mampu menjadi pemantik standardisasi
kualitas industri kustom lokal agar semakin diakui secara global.

“Apresiasi ini adalah bentuk validasi bahwa karya modifikator Indonesia sudah siap bersaing di level global. Kategori seperti Modern Style, Custom Classic, hingga Pure Craftsmanship membuktikan bahwa kreativitas kita sangat luas dan memiliki detail pengerjaan yang luar biasa. Masuknya modifikasi ke dalam agenda IMI Awards adalah tonggak sejarah bahwa industri ini bukan lagi sekadar hobi, melainkan sektor industri kreatif resmi yang diakui dan didukung penuh oleh regulasi IMI. Kami akan terus mengawal agar industri kreatif otomotif ini terus naik kelas,” tambah Andre Mulyadi.

Berikut adalah daftar penerima penghargaan Bengkel Modifikasi Terbaik pada IMI
Awards 2025:

1. Kategori Bengkel Modifikasi Terbaik Modern Style diraih oleh Rain Works.

2. Kategori Bengkel Modifikasi Custom Classic Style diraih oleh Yumos Garage.

3. Kategori Bengkel Modifikasi Pure Craftsmanship diraih oleh Nobody Garage.

Kehadiran unit Toyota 86 “Harmony of Waves” di panggung utama IMI Awards menjadi
simbol kuat dari pengakuan tersebut.

Mobil ini menjadi representasi konkret bagaimana standardisasi, kreativitas, dan kualitas pengerjaan para modifikator Tanah Air telah mencapai level tertinggi hingga layak mendapatkan apresiasi dari induk organisasi otomotif tertinggi di Indonesia.

Moreno Soeprapto turut menegaskan bahwa arah pergerakan organisasi kini jauh lebih
luas dan inklusif. “Kita harus jauh berbeda dari sebelumnya. Kita bukan hanya
motorsport, kita ada mobility, dan juga kita mempunyai prestasi di dunia internasional,
sehingga saya ingin menampilkan karya dari teman-teman mobility,” jelas Moreno
mengenai alasannya membawa Toyota 86 “Harmony of Waves” ke IMI Awards 2025.

Melalui apresiasi ini, IMI berharap industri modifikasi Tanah Air yang kini telah resmi
diakui dapat terus bergerak sebagai sektor industri kreatif yang mapan, yang mampu
menyerap tenaga kerja terampil serta melahirkan inovasi teknologi otomotif yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Toyota 86 “Harmony of Waves”
Toyota 86 bertema “Harmony of Waves” yang ditampilkan di ajang IMI Awards 2025
merupakan mobil modifikasi yang tampil di Osaka Auto Messe 2026 di booth NMAA
Great of Indonesia pada bulan Februari lalu.

Kehadirannya di ajang penghargaan IMI mempertegas statusnya sebagai salah satu mahakarya modifikasi nasional yang membawa standar baru ke panggung global.

Modifikasi pada mobil yang akrab disapa “Milly” ini merupakan simbol dari dua negara
kepulauan, Jepang dan Indonesia, yang disatukan oleh laut sebagai sumber energi dan
ketenangan.

Elemen visual utamanya menampilkan perpaduan apik antara simbol Ombak Jepang (Ukiyo-e) dan motif Awan Mega Mendung Cirebon. Dominasi warna biru pada mobil ini menggambarkan kehangatan persahabatan serta cinta terhadap keindahan.

TENTANG IMI
Pada tanggal 27 Maret 1906 terbentuklah sebuah Organisasi Olahraga Otomotif
pertama dengan nama Javasche Motor Club (JMC) yang berkantor di jalan Bojong 153
– 156, Semarang.

JMC sempat berganti nama menjadi Het Koninklijke Nederlands Indische Motor Club (KNIMC) dan akhirnya berubah menjadi Indonesische Motor Club (IMC) pada saat penyerahan kedaulatan dari Kerajaan Belanda kepada Pemerintah Republik Indonesia.

Setelah masa peralihan kekuasaan kolonial Belanda kepada Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI) pada tahun 1950, IMC berubah nama menjadi IKATAN
MOTOR INDONESIA (IMI).

Di awal perkembangan organisasi IMI pada periode 1950 – 1975, secara ex-officio
Ketua Umum IMI dijabat oleh Menteri Perhubungan RI, dimana telah dimintakan pula
pengakuan dan pengesahan sebagai anggota resmi / afiliasi dari AIT, FIA, FIM dan
OTA.

Kantor IMI selama berada di Semarang, pindah ke Jakarta sekitar tahun 1960an dan
sampai dengan tahun 1968 menempati beberapa ruangan dari Kantor Bank Exim Kota
(d/h Gedung Factory), serta setelah tahun 1968 kantor IMI Pusat telah beberapa kali
berpindah tempat yang akhirnya sampai saat sekarang bertempat di Gedung Elevated
A Parkir Timur Senayan, GBK Jakarta Pusat.

Suasana IMI Awards 2025

Tahun 1991, penyebutan Pengurus Besar (PB) IMI dirubah menjadi Pengurus Pusat
(PP) IMI dan sejarah Olahraga Otomotif Indonesia mencatat peristiwa penting dimana
Ketua Umum tidak lagi dijabat oleh Pejabat Departemen Perhubungan melainkan
dijabat oleh “Pecinta Olahraga Otomotif”, serta merupakan masa keemasan Olahraga
Otomotif di Indonesia yang ditandai dengan proses transformasi Ikatan Motor Indonesia
(IMI) menjadi Organisasi yang lebih profesional dan mandiri.

Setelah 16 tahun jabatan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IMI secara ex-officio
selalu dijabat oleh Menteri Perhubungan atau Dirjen Perhubungan Darat, maka pada
tanggal 19 Mei 1991 diadakan perubahan dan penyesuaian Anggaran Dasar (AD) &
Anggaran Rumah Tangga (ART) memalui Musyawarah Nasional (MUNAS) IMI kedua di
Jakarta.

- Advertisement -