NMAA News – Bagi komunitas pecinta mobil, masa pandemi merupakan masa tersulit yang membentuk kegundahan akibat tidak bisa beraktivitas, salah satunya melakukan kegiatan touring atau perjalanan wisata bersama keluarga dengan kendaraan kesayangan. Namun karena masa pandemi pulalah yang akhirnya bisa menumbuhkan kreativitas untuk keluar dari masalah berkepanjangan tersebut.
Salah satu contohnya seperti yang dilakukan klub Volkswagen klasik tertua di Tanah Air, Volkswagen Van Club (VVC) Jakarta. Lebih dari setahun didera pandemi, membuat para anggota kendaraan hobi VW Kombi berjenis van tersebut, mencari upaya bersama untuk bisa melakukan touring wisata dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang diharuskan dan ditetapkan Pemerintah.

Hasilnya, pada Sabtu (12/06/2021) lalu, VVC akhirnya sukses menggelar touring keluarga yang mengambil tema “One Day Trip Family Touring’. “Touring skala ‘tipis-tipis’ ini merupakan touring perdana resmi untuk mengobati rasa rindu anggota VVC yang lama tidak kemana-mana akibat pandemi. Ide awal sebenarnya dari ngobrol ringan di Whatsapp Group. Bahas gimana caranya manasin Kombi sambil touring tipis-tipis,” cerita Ruchyat, anggota VVC-487 yang diminta jadi Project Officer (PO) kegiatan ini.

Obrolan tersebut berlanjut serius ketika Pak Irjen. Pol (Purn) Drs. H. Pamudji R. Soetopo, Ketua Umum VVC, menjapri via WA Kang Yayat, sapaan akrab Ruchyat. “Kang tolong diatur, saya sudah suntuk berbulan-bulan tidak keluar. Kombi sayapun sepertinya sudah ‘bengek’ gegara lama gak jalan, khawatir ‘napasnya’ ngilang. Tolong Kang Yayat atur, untuk cari rute touring tipis-tipis, tanpa menginap,” lanjut Kang Yayat mengikuti ucapan Ketua Umum VVC.

Menurut Kang Yayat, akhirnya dibentuklah tim kecil dengan mengajak Pak Pudji, Budi Thohir, dan Mas Aldy (Ketua Harian VVC), mas Handarko, om Bune, dan lainnya untuk rembukan membahas ide Pak Pam ini. “Yang dibahas pertama, seperti apa bentuk touring di era pandemi dengan mengedepankan Prokes. Apalagi yang kami bahas awalnya hanya touring 4 Kombi dan 1 Kijang, karena terkait acara makan bersama ultahnya Offi dan Pambudi untuk makan di Purwakarta,” sambung Kang Yayat.

Namun, akhirnya tercetus darinya, kalau sekadar makan di Purwakarta terus pulang, kayaknya biasa saja. “Bagaimana kalau dilanjut saja. Dan teman-teman langsung merespon positif, gimana jadinya. Ya sudah saya bilang pulangnya lewat Cianjur, potong ke Plered, langsung ke Cirata, Cianjur, Puncak, dan bablas Jakarta. Ini pas dan sesuai permintaan Pak Pam yang tidak menginap karena situasi pandemi ini,” imbuh Kang Yayat. Karena dianggap ide bagus, akhirnya pintu untuk peserta lebih banyak dibuka.


Ditambahkannya, jalur ini merupakan jalur favorit untuk touring tipis-tipis yang tidak pakai menginap. Jalurnya juga cukup menantang dengan tanjakan dan turunan serta kelokan yang bikin seru perjalanan. Dan pastinya, diimbuhi pemandangan khas pegunungan yang menyegarkan. “Dijamin tidak bosan dan bikin senang yang ngikut nantinya. Jalur ini juga pasti bikin sehat Kombi dan yang ngikut,” tambah Kang Yayat.
Satu hal yang diminta Pak Pam dan disepakati tim persiapan yakni, aturan dan prosedur Protokol Kesehatan (Prokes) harus tetap diutamakan dan berjalan selama touring berlangsung. Terkait hal tersebut, salah satu anggota VVC yang juga Komisioner Kompolnas 2020-2024 dari unsur Pakar Kepolisian, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Pudji Hartanto Iskandar, M.M, menawarkan dukungan swab test antigen bagi peserta yang ingin ikut touring, yang bekerja sama dengan Dirlantas Polri, yang pelaksanaannya dilakukan di kantor Kompolnas, Jumat (11/06/2021).

Hasilnya, seluruh peserta yang ikut touring terindikasi negatif dan aman untuk melakukan perjalanan touring pada esok harinya. Menurut Kang Yayat, pola pengambilan test rapid antigen ini bisa menjadi standar prosedur yang harus dilakukan dan menjadi syarat utama sesuai prosedur prokes sebelum melakukan touring bersama. Sehingga perjalanan bakal menjadi lebih nyaman, saling percaya dan menjaga, serta bisa menjadi acuan bagi komunitas atau klub lain yang ingin melakukan hal serupa.
“Percaya dirinya dan lebih nyamannya karena kenapa? Karena kita jadi lebih tahu siapa saja yang sehat. Meski nantinya touring hanya 4-5 mobil saja, prosedur ini harus tetap dijalankan, agar sama-sama sehat. Jadi percaya diri dan enak satu sama lainnya. Peserta yang berusia tua sekalipun jadi tak perlu ragu lagi ikutan. Apalagi secara kita juga dekat, jadi tahu gimana kesehariannya juga. Buat yang masih ngantor, kan rutin juga melakukan tes mandiri setiap dua minggu,” jelas Kang Yayat.


Selain melakukan test antigen di awal, penyusunan jadwal acara (rundown) juga turut menentukan untuk mengarahkan dan mengingatkan kedisiplinan peserta untuk terus melakukan prokes selama perjalanan. Kali ini, penyusunan rundown touring dibuat Mang Arief Gunawan – VVC-344 yang piawai membuat estimasi waktu, rute, dan acara perjalanan touring VVC.
Perjalanan One Day Touring VVC ini dimulai dengan titik kumpul (tikum) di halaman parkir Superindo Pancoran mulai pukul 7.00 WIB. Sedangkan finish berakhirnya kegiatan ini dilakukan Rest Area Sentul Km 45B sekitar pukul 21.00 WIB. Total jarak tempuh sekitar 262 km. Dari tikum Superindo, rombongan yang dikawal patwal Korlantas Polri langsung menuju area wisata belanja Keramik Gerabah Plered, Purwakarta, sejauh 102 km dari tikum.

Sebelum perjalanan dimulai, tak lupa Project Officer dan Road Captain kembali menjelaskan detail apa yang harus dilakukan dan dijaga selama touring, terkait protokol kesehatan. Selain sudah jelas dengan hasil tes, setiap perserta tetap wajib memakai masker terutama saat di luar kendaraan dan kecuali saat makan dan minum, membekali diri dengan hand sanitizer dengan menggunakannya sesaat sebelum dan sesudah beriteraksi/berkumpul/berdiskusi, sebelum dan setelah keluar masuk
kendaraan.
Selain itu, peserta juga dihimbau untuk membawa peralatan beribadah pribadi seperti sarung, mukena, sajadah, lalu alas duduk tikar/matras yoga pribadi dan atau kursi lipat sendiri. Peserta juga disarankan untuk menghindari kerumunan (terlebih apabilan dengan bukan sesama peserta), serta wajib mengundurkan diri dari peserta, bilamana merasa tidak sehat/fit di hari pelaksanaan.

Perjalanan menuju Plered ini menempuh rute Tol Cikampek Elevated, exit tol Jatiluhur, Kota Purwakarta, Jalan Raya Cilalaw, hingga Plered untuk istirahat sambil belanja hasil kerajinan gerabah. Dari Plered, rombongan VVC menuju Waduk Cirata untuk berwisata dan sesi foto bersama. Di lokasi ini pulalah, beberapa anggota VVC yang baru, dilantik dengan prosesi penyiraman air sebagai tanda resminya menjadi anggota VVC.
Karena waktu sudah masuk Ishoma, rombongan pun memutuskan makan siang di Warung Lesehan Nasi Liwet Ikan dan Udang Bakar ‘Sederhana’ persis di depan Waduk Cirata. Masih terkait dengan prokes, bagi peserta yang tidak berkenan makan di warung Sederhana di lokasi wisata Cirata, diminta menyesuaikan dengan membawa makanan sendiri.

Selanjutnya, perjalanan dari Waduk Cirata menuju Cianjur sejauh 45 km merupakan rute yang ditunggu peserta. Pasalnya, rute ini menawarkan pemandangan elok dengan variasi jalan berbukit yang menantang dengan tanjakan-turunan serta kelokan tajam dan halus. Dari Cianjur, perjalanan melewati Cipanas, Puncak Pass, Tugu, dan diarahkan menuju lokasi istirahat dan makan malam, Basecamp di Gadog Raya Puncak.
Sesuai prediksi, jalur Puncak Pass pada malam Minggu memang macet parah, terlebih harus menunggu sistem buka-tutup yang biasa diberlakukan. Guna memangkas waktu, rombongan sempat dialihkan melewati jalur alternatif untuk menuju tikum selanjutnya hingga tembus dekat Hotel Safari dekat Pasar Cisarua, yang dari situ tidak jauh dengan lokasi tikum Basecamp.


Tak lupa, di Basecamp ini, VVC juga menyerahkan sejumlah donasi bagi mereka yang membutuhkan. Akhirnya usai makan malam di Basecamp, karena hari juga beranjak semakin malam, rombongan kembali berkumpul sebelum bubaran untuk saling mengucapkan salam perpisahan sebelum pulang. Rombongan pun masuk Tol Jagorawi untuk selanjutnya berpisah menuju rumah masing-masing.
Foto: Dok. VVC


