NMAA News – Sedan sport Toyota FT86 bisa dibilang modifiable, lantaran banyak dimodifikasi berbagai gaya. Apalagi dipasang serangkaian part aerodinamika karya anak bangsa Karma Body Kit, semakin membuatnya tampil sangar.
Diantara deretan mobil Karma, nomor 10 ini terbilang spesial karena dimodifikasi oleh pemiliknya yang notabene berprofesi sebagai dokter, Dimas Soedibjo. Tak heran jika project modifikasinya dinamai ‘The Doctor’.
Padahal, sebelum sampai di versi sekarang, Karma #10 pernah satu frame dengan Karma #1 di video Theme Song IMX pada 2020 lalu menggaungkan semangat Indonesian Pride.
“Iya betul, waktu itu masih belum puas modifikasi mobil ini. Semangat yang sama di video juga ditunjukin mengangkat kreasi anak bangsa. Intinya Local Pride,” seru Dimas saat dihubungi NMAA Media belum lama ini.

Dia mengaku bangga ketika bisa menampilkan Toyota FT 86 lansiran 2012 di hadapan publik luas. Tampilan simpel dan clean dihadirkan dengan pengaplikasian warna kontras. Apalagi dilihat dari dekat, sejumlah part bertabur carbon untuk mengejar tampilan dan performa.
“Bodykit Karma buatan anak bangsa ini memang pas banget dipasang di 86. Mengekspos tampilan kaki-kaki stance tapi tetap terlihat rapi. Terus bagian splitter, side skirts, dan diffuser juga sudah pakai carbon,” terang Dimas.
Kemudian part body kit lain semisal bumper belakang plus diffuser, fender depan, over fender dan ducktail. Menambah detail tampilannya bagian depan mendapat canard berbahan carbon dan list pada ducktail. Seluruh proses kelir ulang bodi berwarna merah hingga detail carbon dikerjakan oleh workshop modifikasi Platinum.

Kuncinya memang ada di bagian kaki-kaki, ditunjang oleh air suspension (airsus) Endo CVT Accu Air plus border Shock. Pemasangan camber plate juga diperlukan agar setelan roda tetap aman saat disetel merunduk ke aspal. Seluruh pengerjaan kaki-kaki tersebut dipercayakan Dimas ke workshop YM Autowheels.
Tak kalah menarik, posisi air out begitu sangar usai dipasang velg SSR Formula Aero Mesh ukuran 265/30 R19 di depan dan 285/30 R19 di belakang. Telihat velg dan ban mengisi penuh ruang fender.

Meski pengerjaan final Karma 10 ini terhambat pandemi, ia tetap yakin dapat mewujudkan ubahan modifikasi dengan sempurna. Untuk mewujudkan obsesinya, Dimas berdiskusi Founder Karma Body Kit, Kiki Anugraha dan Vino Platinum.
“Mereka berdua banyak kasih ide-ide ciamik dan ngasih banyak masukan buat saya. Semua prosesnya dipasrahkan semua ke Mas Kiki dan Mas Vino. Kayaknya, mereka bisa ngebaca apa yang saya mau,” ujarnya sambil terkekeh.
Prosesnya dirasa sedikit lama, saat mengerjakan panel carbon sampai kesulitan mendapat airsus dari Amerika Serikat (AS). Kondisi tersebut juga berpengaruh saat proses instalasi wire tuck oleh Inspiration Motorsport.
Tampaknya, car enthusiast yang berprofesi sebagai dokter ini juga ingin tampilan engine bay rapi setelah menempuh proses modifikasi wire tuck dan kelir ulang. Tidak ada ubahan ekstrem di bagian mesin. Versi bawaan dari jenis mesin boxer 4U-GSE berkapasitas 1.998 cc terbilang potensial untuk berlari saat jalanan agak sepi.

Soal performa, mesin bawaan 86 mampu menyemburkan tenaga hingga 147 Ps pada 6000 rpm, dan torsi puncak 205 Nm pada 6600 rpm. Jenis mesin ini memiliki titik gravitasi rendah yang dihasilkan dari konstruksi sasis rigid. Sehingga ubahan Tech Pro Cat-back Valvetronic Exhaust System mampu menyuguhkan suara serak dari mesin tersebut.
Kesan simpel dan fungsional juga dihadirkan di ruang interior. Warna Light Mocha pada jok custom garapan Vertue Concept terlihat senada dengan aura khas sedan sport Toyota. Khusus sektor wiring, Inspiration Motorsport memastikan sektor rumit ini terpasang rapi tanpa kendala.
Spesifikasi Modifikasi


