NMAA News – Selama puluhan tahun, Ford Mustang begitu akrab menyandang gelar muscle car dan ikon khas Amerika Serikat. Begitu berhadapan dengan regulasi baru, tren rendah emisi hingga pemanfaatan energi baru, tidak sedikit yang kecewa.
Sebab, ikon mobil bertenaga tersebut hadir dalam varian listrik. Meskipun versi mesin konvensional masih dijual, Ford berkomitmen bakal menggandakan jumlah produksi mobil listrik hingga 2 kali lipat pada 2022.
Melirik ke kacamata perusahaan startup armada taksi asal AS, Gravity. Mustang March E terbilang mumpuni sebagai mobil kaum urban.
“Kami telah merancang armada kami menjadi lebih cerdas, lebih aman, dan lebih berkelanjutan,” dalam pernyataan resmi pihak Gravity.
“Menghidupkan kembali taksi kuning New York dan juga untuk merevitalisasi kota dan mengarahkannya ke masa depan yang lebih bersih,” lanjutnya.

Keunggulan tersebut membuat Gravity yakin menyulap Mustang March E menjadi armada taksi selain Tesla Model Y. Setelah mulai beroperasi pada 20 Desember kemarin, respons positif penumpang terhadap Mustang March E terbilang positif.
Dibekali sederet fitur canggih, atap panoramic, juga disematkan teknologi keamanan dan keselamatan. Secara tampilan, tubuhnya dilabur kelir kuning berhias aksen hitam. Tampang depan menunjukan emblem logo Mustang berupa kuda hitam.

Beberapa penumpang bahkan disuguhkan kontrol dinamis, dan pengaturan utilitas penumpang melalui layar 22 inci. Misalnya untuk mengatur iklim, selfie, musik, bahkan merasakan berbagai teknologi mobil.
Suguhan taksi bintang lima ini tetap dibanderol dengan tarif normal, alias tanpa kenaikan tarif signifikan saat duduk berlama-lama mengitari jalanan kota New York. Calon penumpang tinggal memesan atau melalui aplikasi daring.
Meski demikian, Taksi listrik Ford akan dikenakan biaya overnight, selama jam-jam di luar jam sibuk, pada area pengisian daya perusahaan Midtown Manhattan di West 42nd Street.

