Tren Modifikasi 2022: Dongkrak Performa Mesin Kian Memudahkan, Bermodal Parts Plug and Play

0
Bangkitnya modifikasi mesin diesel hingga mulainya tren kendaraa konversi | Foto: junauto.co.jpn
- Advertisement -

NMAA News – Tren modifikasi mesin mobil memasuki 2022 ini sebetulnya tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Mesin konvensional cukup memasang lebih sedikit parts aftermarket untuk dongkrak tenaga.

Erwin M. Chairudin selaku juri NMAA, mengatakan sektor mesin terbilang obyek modifikasi opsional. Karena, beberapa mobil lansiran terbaru sudah dibekali mesin yang cukup bertenaga.

“Modifikasi mesin 2022 di Indonesia masih mirip dari beberapa tahun sebelumnya seperti 2018 2019, mungkin karena situasi pandemi menjadi salah satunya alasan. tetapi ada juga seperti wire tuck dan upgrade performa engine dan juga engine swap di beberapa mobil baru yang tentunya dilakukan tuner-tuner andal di Indonesia,” ujar Erwin.

Honda Brio Turbo garapan MotoMobiTV dijejalkan turbo CT9 untuk mengoptimalkan tenaga mesinnya | Foto: NMAA

Dia memaparkan, seiring berjalannya waktu, teknologi sekarang sudah memudahkan performa mesin. Hadirnya banyak mesin kapasitas cc kecil dengan menggunakan induksi turbo. Menilik dari segi efisiensi bahan bakar menjadi alasan cc kecil menjadi andalan tuning pada 2022 dan bisa saja hingga beberapa tahun ke depan.

“Sekarang ini justru tren mesin diesel di Indonesia jadi popular. Karena parts plug and play yg begitu banyak beredar dari merk Thailand yang memang menjadi kiblat modifikasi mesin diesel sampai parts made in lokal yang sudah teruji kekuatannya,” paparnya.

“Salah satu alasan kuat mengapa mesin diesel menjadi favorit karena untuk menambah performa tidak perlu waktu lama menginap di bengkel dan bisa mendapatkan horse power yang besar dibandingkan dengan performa mesin bawaan pabrik,”lanjutnya.

Menghadapi tren modifikasi mesin 2022, punggawa komunitas ABBAN ini menakar tren konversi mobil listrik mulai terbuka di Indonesia. Lantaran, sejauh ini sudah banyak para penggiatnya.

“Begitu pandemik berakhir, konversi mesin konvensional ke powertrain listrik sepertinya mulai digandrungi. Apalagi motor listrik cukup mudah untuk diracik ulang supaya menghasilkan performa mumpuni,” tukasnya.

- Advertisement -