NMAA News – Usia senja bukan menjadi alasan bagi Totomaru, kakek berusia 74 tahun asal Jepang yang sukses mencatatkan waktu 2 menit 10 detik dalam gelaran Attack Suzuka di Sirkuit Suzuka, Jepang belum lama ini.
Pria kelahiran 1948 ini mengambil kemudi dibalik Mitsubishi Lancer Evolution VI (E-CP9A). Semangat muda masih dimiliki Kakek Totomaru atau Totomaru-san, meskipun dirinya sudah berusia lebih dari setengah abad. Melalui laman timeattack.co.jp dan sejumlah sumber pemberitaan di Jepang, catatan waktu tersebut tidak jauh berbeda dengan pembalap berusia muda.
Tapi sebetulnya, Totomaru sudah memulai karir balap sejak usianya menginjak sekitar 50 tahun. Saat itu, ia masih berprofesi sebagai wiraswasta dan baru memberanikan diri mengikuti ajang balap Time Attack.
Di tengah perjalanan memulai kiprah di ajang motorsport, Kakek Totomaru sempat diterpa rasa putus asa setelah bisnis yang dibangunnya bermasalah. Alhasil, ia sempat terjun ke balapan seri menggunakan mobil bekas.

Demi mewujudkan ambisinya, sedan lansiran 1998 hingga 2001 ini mendapat perombakan cukup masif supaya dapat mencatatkan waktu terbaiknya. Apalagi, generasi keenam Lancer Evo sudah mendapat pembaharuan dari generasi sebelumnya. Semisal rigiditas pada sasis hingga cangkang bodi, desain interior, fitur, perlengkapan keselamatan, hingga sistem transmisi.
Model satu ini seolah menjadi trademark Totomaru-san di sirkuit legendaris Suzuka. Bermodal sejumlah peningkatan di mesin 2,3 liter. Misalnya, memasang paket peningkatan performa besutan HKS hingga turbin kompresor turbo RX-6 IHI. Seiring waktu, ubahan mesin terus dioptimalkan sembari mengejar peningkatan di sektor aerodinamika dan body work.

Memasuki ruang kokpit, tidak jauh berbeda dengan ubahan mobil balap secara umum. Opsi weight reduction dihadirkan pada beberapa komponen interior semisal dasbor, door trim dan . Tentunya, terdapat digital instrument AIM, setir balap, dan pedal racing. Diikuti jok bucket, sabuk pengaman 6 titik, dan rollbar sebagai peranti keselamatan.
Konfigurasi di bagian kemudi memudahkannya mengolah mesin bertenaga 600 Hp melalui girboks 6 percepatan Holinger dipadu kopling multi pelat dari merek Dixel.

Tidak jauh berbeda dengan aura balap di ruang kabin. Sektor kaki-kaki mendapat cengkraman optimal dari ban Advan A050 295/35R18 yang membungkus rapi velg palang 6. Supaya sektor roda duduk sempurna, empat buah overfender kini melengkapi empat sisi bodi.
Kemampuan aerodinamika kendaraan dihadirkan berkat part modifikasi di bagian bodi. Setelan roda tersebut membuat empat ruang fender semakin melar sekitar 3,9 cm dari dimensi bawaan.
Bagian fascia depan sudah dilengkapi dengan lips besar model winglet yang ditopang dua buah strut rods membuatnya tampil lebih keren. Tak terketinggalan lampu depan kiri berganti peran dengan air duct untuk menyalurkan udara lebih banyak ke ruang mesin.
Dilanjut pemasangan wing ukuran besar dan diffuser pada bagian belakang agar dapat berkontribusi menghasilkan efek downforce, hingga berperan menambah kekuatan traksi pada ban.

Menariknya, Kakek Totoru lebih banyak membangun mobil balap secara mandiri. Ia mengaku sudah menyiapkan mesin las dan mesin pemotong di rumah. Begitu pula pergantian part modifikasi di unit Lancer Evo miliknya.
Saat terjun di sirkuit Suzuka, atau menjajal ajang balap ke Tsukuba maupun Autopolis ia hanya dibantu salah seorang cucunya.

