Wajah Baru Sterindo Autosound Diresmikan, Orientasi pada Keterbukaan ke Konsumen

0
- Advertisement -

NMAA News – Di jaman serba instan seperti sekarang ini, persoalan detail, kerapihan, dan akurasi kadang berbalik malah menjadi gimmick sebuah produk ataupun karya. Bukan pada bagian dari penciptaan sebuah proses kreativitas dan hasil karya yang mumpuni. Termasuk di dunia car audio.

Berangkat dari hal tersebut, Sterindo Autosound yang kini bermarkas di Jalan Haji Nawi, Radio Dalam, Jakarta Selatan itu, kembali hadir dengan sejumlah pembaruan di berbagai aspek penyempurnaan sistem kerja, peralatan, hingga inovasi yang dilakukan.

Bertumbuhnya konsumen penggemar audio di Jakarta, membuat Sterindo Autosound berbenah diri agar bisa bertransformasi menyesuaikan kebutuhan pelanggannya yang semakin meningkat. Peningkatan drastis berbagai sektor dan fasilitas di workshop, dilakukan optimal oleh Sterindo.

Sandy Wuntoro, memulai Sterindo Autosound dari awal dengan kata kunci ‘peduli’

Dalam peluncuran kembali atau relaunch yang digelar di gerai Sterindo Autosound, Senin (28/3/2022), Sandy Wuntoro, sebagai pendiri, pemilik, sekaligus instalatur Sterindo Autosound, mengungkapkan peningkatan drastis berbagai sektor dan fasilitas juga terkait keinginan menghadirkan ciri dan karakter gerai audionya yang bisa membedakannya dengan gerai audio yang lain.

“Apa yang hadir saat ini di Sterindo merupakan bagian cita-cita saya yang ingin membuat suatu workshop berorientasi pada konsumen, benar-benar memiliki kenyamanan tersendiri. Kenyamanan ini tidak sekadar soal kebersihan dan fasilitas workshop, tapi juga hal lainnya. Saya bersyukur di 14 tahun Sterindo, cita-cita saya itu terwujud,” jelas Sandy.

Dengan mengusung slogan “New Experience in Car Audio Workshop, Sterindo Autosound juga bertekad menyuguhkan layanan bertaraf internasional. Dengan harapan dapat memberikan pengalaman berbeda dari gerai audio mobil yang pernah ada.

Peningkatan yang dimaksud di antaranya melengkapi display dan demo produk, membuka layanan instalasi express, meningkatkan standarisasi kualitas pengerjaan, membuat divisi baru yang berfokus pada produk audio kategori Preloved yang tentu saja dengan barang-barang berkualitas.

Pengembangan gerai ini semuanya sudah dikonsepkan. Mulai dari masuk hingga ke lantai 3. Semuanya memiliki fungsi dan fasilitas masing-masing. Bagi Sandy, kebersihan workshop merupakan nomor satu untuk menciptakan kenyamanan bagi konsumen agar betah berinteraksi di workshop.

Menurut Sandy, ada satu hal yang tidak dimiliki gerai car audio lain, yakni saat membongkar panel-panel pintu dan lainnya, Sterindo Autosound memiliki semacam hook system untuk menggantung panel yang dicopot agar terjaga kerapihannya, minim debu dan terhindar dari kerusakan dibanding harus diletakkan di lantai saja.

Komitmen Sandy pada keterbukaan dalam segala hal dengan konsumennya, juga ditunjukkan lewat salah satu ruang kaca di Sterindo. Ruangan tempat meracik dan merangkai berbagai komponen audio mobil ini bisa disaksikan si pemilik mobil langsung dari balik kaca, melihat cara pembuatan atau saat proses perakitan atau perangkaian komponen audionya.

“Jadi benar-benar tak ada dusta di antara kita. Saya ingin konsumen juga teredukasi untuk melihat bagaimana proses perakitan car audio yang benar dan detail. Kami tidak ingin menjadi workshop yang menutupi pekerjaannya seperti apa. Di saat tempat lain menyembunyikannya, di kita justru diperlihatkan secara gamblang agar konsumen paham,” tukas Sandy.

Salah satu contoh, seperti pembuatan boks untuk subwoofer. Semua proses dari pembentukan boks, pendempulan, perapihan sisi dalam boks hingga pengecatan kita perlihatkan ke konsumen. Jadi boks tersebut nantinya proper untk mendukung kinerja subwoofer,” lanjut Sandy.

Untuk melakukan hal itu semua, menurut Sandy, apa yang dilakukan pihaknya sebenarnya sederhana saja. Yakni menjalankan moto; ‘kita harus peduli’. “Karena peduli itu banyak maknanya. Bisa jujurnya, keberpihakan pada mobil kastemer, tanggung jawab pada pekerjaannya, semua saya gabungkan di makna peduli ini. Sehingga secara tak langsung semua dari kami dan pemilik mobil tercipta sinergi untuk hasil terbaik,” urai Sandy.

Kenyamanan terhadap konsumen tidak hanya untuk pemilik mobil. Saking perhatiannya, Sandy juga menyediakan ruang tunggu memadai bagi para supir yang membawa mobil majikannya ke gerai. Jadi semuanya terkonsep rapi dan memanusiakan sistem yang ada.

Kenyamanan selanjutnya yang menghadirkan keterbukaan ke konsumennya, diperlihatkan pada lantai 2 gerainya. Sandy menyiapkan berbagai perangkat dan alat demo produk car audio yang dipasarkannya. Setiap konsumen berhak mencoba berbagai perangkat car audio pilihannya, mulai head unit, power amplifier, digital sound processor, berbagai model speaker hingga subwoofer.

Di sini Sterindo kembali memperlihatkan profesionalisme yang berangkat dari keinginan menciptakan kepuasan konsumen memakai produk yang dijualnya. Sandy dan timnya berusaha mengoptimalkan kemampuan dan spesifikasi perangkat audionya agar hasil akhir di mobil sama dengan di output suara di perangkat uji.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar output suara di perangkat uji coba ini tidak beda jauh dengan hasil yang akan didapat di kabin saat semua perangkat audio tuntas terinstalasi. Pasalnya, hal ini sering terabaikan. Masih banyak yang belum melakukan hal ini, di gerai car audio manapun,” tukas Sandy.

Ruang demo Sterindo Autosound dengan konsep mini exhibition

 

Perangkat uji atau display audio berupa rak yang berisi perangkat car audio di lantai 2 Sterindo ini dibagi dalam beberapa tahapan, bukan mengacu kelas. Tahapannya itu dimulai dari power amplifier, subwoofer dan seterusnya. Jadi mereka bisa lihat per step performa audionya.

Fasilitas lain pembuat nyaman, adanya mini lounge untuk kepuasan konsumen saat menunggu mobilnya selesai. Sterindo Autosound juga dilengkapi ruang demo yang sengaja disiapkan tanpa aplikasi akustik atau peredaman khusus. Tujuannya, agar si konsumen tidak tertipu hasil output suara yang ter’makeup’ oleh perangkat pembantu seperti lapisan akustik.

“Saya ingin si konsumen tetap merasakan output suara yang sama, saat mendengar di perangkat display uji coba, dengan saat dia naik dan mendengarkannya di kabin mobil. Jadi tidak menyuguhkan hal yang manis-manis tapi lebih pada pengalaman nyata. Silakan didengar sesuai apa adanya dan itu yang dinikmati. Begitu dinikmati di mobil, maka tingkat ekspektasinya akan meningkat jauh,” tukasnya.

Selanjutnya, Sandy melengkapi ruang demo car audio Sterindo benar-benar full dengan berbagai perangkat selengkap mungkin, bukan ruang demo dengan peralatan apa adanya. Bukan bikin ruang demo dengan semisal, speakernya di taruh ngasal tanpa perhitungan matang.

“Kalau di Sterindo, kami mewujudkan display uji car audio itu dengan konsep mini exhibition. Jadi semua speaker ini kita bisa plug ‘n play, kita bisa tarik boksnya satu persatu, kita bisa gonta-ganti speakernya langsung. Jadi fair menurut saya untuk sebuah fasilitas demo.”

Rak stok barang preloved di lantai 3 dengan kualitas original dan masih seperti baru

Berikutnya di lantai 3, Sterindo Autosound melakukan langkah berani yang menurut Sandy agak jarang diaplikasikan gerai car audio lainnya. Yakni Sterindo kini juga menyediakan barang-barang preloved atau bekas layak pakai. Menurut Sandy, ada beberapa gerai yang enggan menjual barang preloved secara terbuka dan dipelihatkan langsung secara terbuka ke konsumennya. “Mungkin menyangkut rating dan reputasi toko ke depannya kalau menjual juga barang bekas.”

“Padahal menurut saya, terkait barang preloved hal ini tidak tabu, tidak menjatuhkan image, tidak terkait sama sekali dengan brand awareness, serta memudahkan si konsumen kalau mencari barang alternatif. Lantaran barang yang dijual juga rata-rata berkualitas baik karena telah melalui serangkaian inspeksi dan kondisi original seperti barunya,” sebut Sandy.

Sama halnya dengan segmentasi konsumen yang dipilih Sterindo Autosound. “Kami tidak memilih atau memilah konsumen yang datang. Mulai dari segmen LCGC hingga supercar pasti kita ladeni. Cuma persoalannya, ada banyak dari kita langsung men-judged bahwa karena yang datang mobil bagus semua, langsung memvonis bahwa Sterindo mainnya di kelas atas. Padahal tidak sama sekali,” imbuh Sandy.

Awalnya banyak konsumen yang takut atau enggan bertandang ke Sterindo. Lantaran yang datang ke sini, yang terlihat parkir di bawah itu mobil-mobil kelas mewah. “Jadi orang berpikir pasti mahal dan tidak terjangkau harganya. Padahal tidak. Kami terima dari kelas LCGC hingga sportscar premium. Soal budget kan bisa disesuaikan kebutuhan pemilik mobil,” jelas Sandy.

Itulah mengapa dalam relaunch kali ini, Sterindo menghadirkan 3 mobil yakni McLaren dari kelas sportscar, Honda HR-V, dan All New Toyota Avanza. Tujuannya, untuk memperlihatkan bagaimana gerai Sterindo mengerjakan car audio system dari berbagai lapisan jenis dan kelas mobil.

Salah satu karya Sterindo Autosound, mengaplikasikan sistem audio di jetski

Bahkan untuk memperluas segmen konsumennya, selain menangani car audio system Sandy kini juga merambah upgrade sistem audio pada jetski, restoran, kapal boat, kafe, penthouse, perhotelan, hingga private jet yang paling berkesan bagi tim Sterindo. Bisa dibilang, cakupan pengembangannya ini jauh lebih sulit implementasinya dibanding car audio system.

“Semuanya bisa dilakukan dengan berbagai tekad dan keyakinan. Soal upgrade audio di pesawat jet pribadi, itu baru satu-satunya di dunia, dan Sterindo AutoSound yang mengerjakannya. Banyak pihak mendukung kami meracik audio di pesawat ini. Mulai mekanik spesialis dan crew pesawat tersebut, petugas penerbangan terkait hingga tim yang mengoperasikannya. Benar-benar menjadi kebanggaan buat saya dan pengalaman luar biasa bagi kami yang belum dikerjakan orang lain,” beber Sandy.

Dari semua pekerjaan yang didapat, Sandy mengakui sudah cukup puas dengan pencapaiannya meracik sistem audio tidak hanya di kendaraan saja, tapi merambah ke obyek lain hingga private jet. Pencapaian ini semakin dirasa komplit saat di Senin (28/3/2022) tepat di 14 tahun eksistensi Sterindo Autosound, Sandy bisa mewujudkan kehadiran gerai yang memiliki berbagai fasilitas komplit untuk kenyamanan dan pembelajaran konsumennya.

“Saya sanggupkan workshop bisa lebih baik dan ini cita-cita saya sejak awal bermain audio. Sejak bermain audio di awal 2000-an, saya awalnya bekerja di beberapa tempat. Termasuk saya berterima kasih pada para guru saya. Di tahun 2008 saya buka Sterindo di Radio Dalam, dan di 2018 saya bersyukur mendapat lokasi tempat ini. Mulai 2019 saya benahi dan tempati hingga saat ini. Dan saya berharap ke depannya saya bisa wujudkan hal lain yang lebih dari sekarang ini,” tutur Sandy.

Dan terpenting bagi Sterindo, seluruh crew-nya harus peduli dengan apa yang menjadi tanggung jawab pekerjaannya dan apa yang dikerjakan. Dalam mencari karyawan, sejak dulu Sandy tidak butuh klasifikasi harus jujur, disiplin, dan lainnya. Tapi yang terpenting bagi dirinya hanya satu kata saja: Peduli.

Prosesi pengguntingan pita tanda beroperasinya secara resmi Sterindo

“Kalau semuanya bisa peduli, maka saya yakin mau dari jujur, mau dari disiplin dan sebagainya, semuanya pasti terwujud.” Dan kita harus jujur di manapun kita punya record atas mobil kastemer, meskipun kastemer tidak bisa datang, kita akan terus menghubungi untuk progres upgrade audionya lewat Whatsapp baik untuk foto hingga videonya. Jadi benar-benar fair prosesnya,” ujar Sandy.

Termasuk detail komponen yang diterapkan, semua spesifikasinya harus disampaikan. Mulai dari berapa besar tebal peredam, diameter dan nilai AWG perkabelan, hingga hal lain yang bersifat detail lainnya. Hitungan milimeter koma kita catat semuanya. Termasuk spek perangkat pokok seperti head unit dan speaker. Semuanya kita catat dan file tersendiri, sehingga si kastemer juga tahu ke depannya, mobilnya pernah dipasang apa saja dengan detail spesifikasi yang ada.

Bagi Sandy, penerapan kualitas pengerjaan instalasi juga memiliki skala kualitas yang terukur dan tetap sama dalam berbagai pengerjaan. Baik itu untuk instalasi audio paket hemat hingga tertinggi. Seperti dari paket 5 juta hingga hi-end, Sterindo punya standar pengerjaan tersendiri.

Jadi, ditambahkan Sandy, pengerjaan standar instalasi pihaknya tidak berubah. Pernah ada kastemer datang bawa barang, dan minta diinstal. Saya kasih angka sekian untuk instalasi. Tapi dia bilang; Pak turunin saja harganya, saya bilang gak bisa karena protap pengerjaan seperti solder, tubing, dan sebagainya diperlakukan sama sesuai standar Sterindo.

“Si pemilik mobil bilang tidak usah terlalu detail dan saya tanggapi tidak bisa diterima. Bukan saya tidak mau terima karena dia bawa barang dan budgetnya kecil, tapi lebih pada kalau instalasi saya turunkan dari seharusnya, saya tidak mau. Ini soal kualitas pengerjaan yang harus dipertahankan dalam berbagai aspek budget. Jadi khusus instalasi saya rajanya, bukan kastemer rajanya. Saya tidak akan ikuti mereka walau mereka membayar saya. Jadi, mohon maaf, kalau soal instalasi pakai gaya saya. Kita tekankan soal instalasi di Sterindo itu nomor satu. Kita besar dari hal ini, bukan hal yang instan,” tegas Sandy.

Salah satu rak lemari berisi pernagkat audio yang dijual Sterindo

Selanjutnya Sandy juga berterima kasih pada anggota timnya yang setia mendukung dan mengikuti Sterindo dari awal sejak berdirinya. “Mereka semua berangkat dari nol yang akhirnya mumpuni seperti sekarang ini. Saya tidak sekadar membangun secara fisik, tapi juga soal bagaimana membangun kebersamaan dengan kepedulian yang disebut di awal. Itulah yang membuat Sterindo bisa bertahan hingga sekarang ini. Termasuk para teman-teman bisnis yang setia mendukung Sterindo sampai saat ini dan tetap ada saat Sterindo genap berusia 14 tahun tepat di hari yang sama dengan tanggal kelahiran awalnya,” pungkas Sandy.

 

 

 

 

 

 

 

 

- Advertisement -