Proses Inden Lama, Begini Cara Cerdas Honda Surabaya Center Yakinkan Konsumennya

0
- Advertisement -

NMAA News – Krisis chip semikonduktor yang melanda industri otomotif, rupanya masih mempengaruhi proses distribusi unit ke konsumen yang sudah melakukan transaksi. Kelangkaan komponen penting yang berfungsi sebagai ‘otak’ dari sistem yang beroperasi dan menggerakkan kendaraan ini, membuat sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia cukup pusing dibuatnya.

Tak terkecuali seperti dialami PT Honda Prospect Motor (HPM), yang berpengaruh pada hampir semua model terbarunya. “Mulai All New BR-V, All New HR-V, dan kini New Honda WR-V masih mengalami hal sama. Berbagai upaya dan koordinasi kami lakukan dengan pihak prinsipal. Namun soal semikonduktor ini juga tidak bisa asal mencari vendor tambahan. Resikonya besar ke konsumen. Jadi kami pakai strategi lain,” jelas Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director of PT HPM.

Selain memakai skala prioritas terhadap komponen yang sama pada model unit yang berbeda, HPM juga menyerahkan strategi ‘menyabarkan’ konsumen dalam menunggu unit yang tertunda akibat krisis ini, ke tingkat distributor dan diler di jaringannya masing-masing.

Wendy di sebelah kiri, bersama Yusak Billy saat prosesi foto bersama unit terbaru Honda di Bali

Dalam perbincangan santai di malam kedua Media Test Drive Honda WR-V di Bali, Billy mengajak Wendy Miharja, selaku Marketing & Aftersales Service Director Honda Surabaya Center (HSC) selaku Main Dealer Honda di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Timur. “Pak Wendy lebih berkompeten menjelaskan strategi dan cara me-maintain konsumennya agar bisa sabar menunggu,” senyum Billy.

“Proses inden mobil baru Honda saat ini memang ada kendala lama, namun ada yang cepat juga. Maklum saja, semua ini terkendala perkara chip semi konduktor. Terus terang kami ada cara praktis dan kami anggap mengena ke konsumen agar tidak berpaling dan tetap tenang bersabar menunggu hingga unitnya datang,” beber Wendy.

Salah satu cara pintar yang dilakukan HSC, yakni tetap menjaga komunikasi aktif dengan kosmumennya. “Kita jelaskan apa adanya. Kalau unitnya inden, kita sampaikan ke konsumen penjelasan dan pengertian mengenai kondisi sesungguhnya. Biasanya mereka paham. Nah, kalau prediksinya meleset dan sampai inden mundur lagi, kita bergerak coba datangi si konsumen sambil bawa gift (hadiah) dari kami sebagai apresiasi karena harus menunggu,” ungkap Wendy.

Selanutnya Wendy yang selalu berpenampilan trendy ini menambahkan, “Hadiah atau gift itu bukan sematakarena nilai atau harganya. Tapi lebih pada sebagai bentuk perhatian kami ke konsumen atas kesediaan dan kesabarannya untuk mau menunggu. Namun di awal, selalu kita dahului dengan permohonan maaf ke konsumen atas keterlambatan unitnya,” imbuh Wendy.

Rupanya, cara seperti yang dilakukan diler Honda ini patut diapresiasi karena sejalan dengan keinginan HPM dalam menjaga konsumennya agar tidak kecewa berat akibat krisis microchip. Menurut Billy, langkah HSC menghibur konsumennya dinilai tepat sasaran dan jitu merebut hati konsumennya.

“Saya pribadi dukung cara ini. Kemampuan memenangkan hati pelanggan adalah cara cerdas HSC membuat konsumen tetap tenang saat mobil idamannya belum diterima dan lama datang. Setidaknya apresiasi yang diberikan bisa membuat senang konsumen dan merasa tetap diperhatikan,” kata Billy.

“Kita (HPM) selalu berupaya keras memenuhi permintaan, saat ini suplai chip semi konduktor masih belum stabil. Kami sendiri terus melakukan berbagai hal agar kondisi ini cepat berlalu,” tambah Billy saat ditemui usai makan malam di Mari Beach, Bali, Selasa (20/12/2022).

Saat ini Honda Surabaya Center sudah memiliki 25 jaringan diler di wilayahnya. HSC merupakan Main Dealer Honda di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur.

- Advertisement -