Impresi Jajal Honda WR-V di Bali: Small SUV yang Fun to Drive, Siap Kuasai Segmennya

0
- Advertisement -

NMAA News – Sejak 2-3 tahun belakangan ini, segmen kendaraan kompak atau mungil di pasar otomotif Indonesia makin menjanjikan bagi pemainnya. Kini hampir semua line-up model kendaraan yang dipasarkan di Tanah Air, memiliki varian model kompak sebagai jalur masuk ke model lain yang lebih tinggi.

Kesuksesan Honda Brio sebagai penguasa pasar hampir 70 persen segmen kendaraan mungil/kompak jenis hatchback di Tanah Air sejak awal kemunculannya di 2012, tak pelak memberi inspirasi pelaku industri dan konsumennya. Hampir semua model sedan, MPV, hingga SUV menelurkan varian kompak sebagai model entry-level-nya.

Kehadiran Honda WR-V di pasar Indonesia menambah panjang peserta di segmen Compact atau Small SUV ini, sebuah segmen baru yang makin sesak pemainnya. Selain Honda WR-V sebagai pemain baru, saat ini segmen Small SUV telah diisi Ttoyota Raize, Daihatsu Rocky, KIA Sonet, Nissan Magnite, dan Renault Kiger.

Honda WR-V dipasarkan dalam tiga trim yakni E-CVT, RS CVT, dan RS CVT with Honda Sensing

Kehadiran model teranyar Honda WR-V yang muncul secara world premiere di Indonesia sebagai basis produksinya pada 2 November 2022 lalu, jelas makin menggairahkan dan meberikan pilihan alternatif bagi konsumen yang mencari mobil pertamanya.

Kegiatan ini diadakan PT Honda Prospect Motor (HPM) dengan mengajak main dealer mereka untuk wilayah Jawa Timur, Bali, NTT, dan NTB yaitu Honda Surabaya Center (HSC) yang diikuti 60-an media dengan 17 unit Honda WR-V RS Honda Sensing, WR-V RS, dan WR-V Tipe E.

Seperti diketahui sebelumnya, Honda WR-V merupakan wujud versi produksi Honda SUV RS Concept yang sebelumnya sudah berunjuk diri di beberapa pameran otomotif Tanah Air. Kehadirannya melengkapi jajaran model Sport Utility Vehicle (SUV) Honda sebelumnya, yakni CR-V, HR-V dan BR-V, dan HR-V.

Dalam MTD Honda WR-V ini, kami mendapat posisi nomor mobil satu dengan tipe tertinggi RS CVT dengan Honda Sensing yang dibanderol Rp 309,9 juta (OTR Jakarta). Adapun rekan semobil kami adalah Fitra Eri (Otodriver/Youtuber) dan Dahono dari Harian Kompas.

Impresi Berkendara Honda WR-V

Kebersamaan selama 3 hari dengan Honda WR-V cukup lumayan memberi impresi komprehensif bagaimana karakter sesungguhnya SUV kompak calon andalan Honda ini. Karakter SUV berdimensi kompak WR-V, cukup fleksibel dipakai di area perkotaan maupun luar kota dengan medan variatif dan menantang. Bagi pemula, karakter ini jelas menjadi alternatif pilihan menggiurkan.

Karakter SUV berdimensi kompak WR-V, cukup fleksibel dipakai di area perkotaan maupun luar kota dengan medan variatif dan menantang. Bagi pemula, karakter ini jelas menjadi alternatif pilihan menggiurkan.

Kesan pertama itulah yang kami dapat ketika berkesempatan menjajal performa dan kelengkapan fitur yang disematkan Honda  WR-V dalam gelaran Honda WR-V Media Test Drive yang berlangsung di Bali pada 19-21 Desember 2022.

Melibas wilayah Denpasar, Gianyar, Buleleng, Tabanan, Kuta Utara, dan Badung, sejauh kira-kira 236 km, kamipun bergantian merasakan impresi berkendara Honda WR-V. Kami bertiga memanfaatkan lamanya perjalanan sambil berdiskusi soal performa mesin, handling, kenyamanan kabin, hingga suspensi.

Soal impresi berkendara, sesaat beberapa menit di belakang kemudinya, kesan pertama terpancar dari mobil ini adalah lincah dan gesit. Rupanya, hal ini sebagai refleksi nomenklatur WR-V sebagai kode kependekan ‘Winsome Roundabout Vehicle’, atau kendaraan yang menyenangkan diajak berkeliling kota dan kebutuhan lainnya.

Kami bertiga pun sepakat, pengalaman berkendara tepat di belakang setir merupakan poin unggulan WR-V. Sepakat dalam artian, WR-V mampu menghadirkan kesan ‘Fun to Drive’ bagi pengemudinya, terlebih untuk pengendara ‘newbie’ atau pemula.

Large Project Leader Honda WR-V dari Honda R&D Asia Pacific Co., Ltd,: Poychat Ua-arayaporn

Di sini, kami teringat omongan Large Project Leader Honda R&D Asia Pacific Co., Ltd, Poychat Ua-arayaporn saat bertemu di awal briefing media test drive di Ksuna Resto, Gianyar, Ubud. Sebagai SUV yang ditujukan pada segmen entry-level, maka WR-V yang pertama bisa memberikan standarisasi kesenangan mengemudi dengan fitur lengkap dan performa memuaskan.

“Segmen entry-level menjadi penentu pengalaman pertama seseorang terhadap kendaraan yang diimpikannya. Bagaimana idealnya memiliki kendaraan sebagai investasi dan saat dikendarai mendatangkan kepuasan. Karenanya, kami racik WR-V sebagai kendaraan multiguna yang memuaskan di berbagai kondisi,” urai Poychat Ua-arayaporn.

Ungkapan Poychat memang benar adanya. Kami merasakan bagaimana WR-V memberikan kesan Fun-to-Drive bagi pengendara pemula yang ingin mewujudkan kendaraan impian untuk dimiliki. Gesit bermanuver dan lincah saat melahap kontur jalan di Bali yang variatif, membuat WR-V memang asik dikemudikan.

Dimensinya yang kompak dan visibilitas pandangan ke sekitar yang memadai, membuat Honda WR-V begitu mudah diajak bermanuver. Kelincahan dan kegesitan tersebut dibuktikan saat WR-V menyusuri jalan-jalan kecil di Kota Ubud dan jalan kecil lainya di Bali.

Sistem kemudi mengandalkan EPS, ringan namun sayangnya belum dilengkapi tilt steering adjustable

Pergerakan lingkar kemudi terasa sangat ringan, begitu pula tekanan ke pedal gas dan rem juga ringan namun presisi. Kombinasi ini membuat mengemudi menjadi lebih nikmat dan tidak melelahkan. Sekaligus memudahkan kontrol saat berakselerasi maupun deselerasi.

Menurut Nattawut Sasitorn selaku Asst. Large Project Leader Dynamic Performance Research Honda R&D Asia Pacific Co., Ltd. (HRAP) saat review product di Ksuna Resto Ubud, Honda WR-V juga dilengkapi pola sasis eksklusif yang memberikan pengendalian lebih lincah serta kenyamanan berkendara lebih baik.

Bodi Honda WR-V dirancang mendukung pengendalian dan kestabilan keseluruhan. Terbukti, bagi kami sistem kemudi Honda WR-V mampu memberikan rasa percaya diri saat bermanuver secara gesit namun tetap memberikan kenyamanan berkendara di setiap kondisi.

Suspensi bagian depan Honda WR-V mengusung MacPherson Strut yang mendukung kenyamanan pengemudi saat mengendalikan kendaraan. Sementara suspensi belakang WR-V menerapkan High-Torsional Rigidity U shape beam yang mendukung manuver dan stabilitas saat melewati berbagai kondisi jalan.

Satu hal lain yang patut diapresiasi lebih, optimalisasi sektor NVH (Noise, Vibration dan Harshness) seperti yang disebut Poychat. “Performa mesin tidak terlalu berarti bila tidak diimbangi kenyamanan yang diciptakan,” ujarnya. Menurutnya, bila target performa tercapai diikuti kenyamanan optimal yang dirasakan, maka feeling berkendara menjadi menyenangkan.

Racikan suspensi depan McPherson strut dan suspensi belakang High-Torsional Rigidity U shape beam mendukung performa mesin dengan tenaga berlimpah, menghasilkan handling mantap di tiap manuver

Menurut pendengaran dan pengamatan kami, kabin WR-V cukup terisolasi dari intrusi suara luar. Kabin cukup kedap kendati masih sayup terdengar raungan mesin. Efek road noise akibat sentuhan ban ke aspal juga minim berkat aplikasi ban Bridgestone bawaan tipe RS yaang diklaim lebih senyap.

Desain Stylish dan Kompak, Dipadu Ground Clearance Tinggi

Banyak yang bilang, WR-V merupakan versi ‘sunat’ alias dimensi pangkasan dari BR-V. Anggapan ini ada benarnya juga. Pasalnya, platform WR-V memang diambil dari BR-V. Tak heran kalau lebar dan tinggi antara keduanya sama. Begitu pula tampilan depan, garis bodi, dan belakang yang hampir ‘senyawa’.

Sisi eksterior Honda WR-V khususnya varian RS kental akan nuansa sporty sekaligus elegan. Estetika eksterior WR-V menurut kami sudah stylish dan terlihat tangguh layaknya SUV. Penyematan gril besar krom elegan yang memanjang di fascia WR-V terlihat maskulin dan menyatu headlamp LED tegas sekaligus memberi kesan premium.

Secara desain, proporsi tubuh Honda WR-V cukup memukau di kelasnya. Kalau diperhatikan detail, sentuhan desain Honda BR-V begitu kental. Terutama area bodi samping yang mudah dikenali dari dominannya satu tarikan garis tegas sepanjang bodi.

Raut tampang depan WR-V sekilas juga mirip BR-V. Namun menilik bentuk lampu dan grille tentu amat berbeda. Setidaknya, ‘aura’ perwajahan depannya mirip, sehingga saat sekilas melihat, tak bakal tertukar dengan BR-V.

Desain lampu LED pada fascia depan dan L-model di buritan memperkuat tampilan sporty yang terkesan elegan

Begitu pula tampilan buritannya, cukup membuat kami terpesona seperti lagunya Bulan Sutena. Honda WR-V tidak mewarisi taillamp milik sang kakak. Desain bokongnya ini sungguh sporty dan ‘cool’ berkat penyematan pola lampu LED berbentuk pola huruf L terbalik yang proporsional dan terinspirasi Honda Civic RS terbaru.

Sayangnya, tak ada rear defogger di kaca belakangnya. Padahal, rear wiper dan rear spoiler sudah diberikan. Penyematan roof rail memperkuat kesan tangguhnya. Tingginya bibir bagasi mobil ini, membuat effort lebih bagi pemiliknya saat memasukkan barang ke ke bagasinya.

Kesan menarik lainnya, dipadupadankannya pelek 17 inci dengan ban 215/55-R17. Adanya over fender depan-belakang plus ban lebar, tanpa basa-basi, memberi kesan ganteng yang gak ada obatnya. “Setelan fitment-nya begitu pas dan enak terlihat. Tapak ban lebar juga membentuk postur gagah seolah menapak aspal dengan mantap,” ujar Fitra Eri dengan antusias.

Sebagai Small SUV, Honda WR-V memiliki berbagai keunggulan dibanding kompetitornya, terutama di aspek dimensi. WR-V juga memiliki ground clearance cukup tinggi, 220 mm. Ground clearance ini disebut tertinggi di kelasnya dan lebih tinggi dari duet Toyota Raize dan Daihatsu Rocky dengan 200 mm.

Aplikasi pelek 17 inci dengan ban 215/55-R17 sesuai dengan ground clearance yang mencapai 220 mm, tertinggi di kelasnya

Dibandingkan wheelbase 2.700 mm di BR-V yang 7-seater, dimensi wheelbase WR-V lebih pendek, yakni 2.485 mm. Tinggi WR-V juga lebih rendah dari BR-V yakni 1.608 mm. Namun dimensi bodi keseluruhan tetap kompak lantaran hanya 4.060 mm. Untuk lebar, WR-V punya kesamaan dengan BR-V, yakni 1.780 mm.

Perpaduan dari seluruh aspek eksterior itu terlihat mengakomodir beragam kebutuhan generasi muda hingga keluarga muda. Desain atap melandai ke belakang dan berpadu sudut jendela belakang meningkatkan tampilan SUV sporty.

Pegangan pintu luar belakang berpadu dengan frame jendela, menciptakan nuansa seperti mobil coupe 2 pintu. Desain spakbor roda depan dan belakang terlihat menonjol dari bodinya memberikan tampilan kokoh dan  stabil.

Kabin mobil ini tetap terasa lega meski hadir dalam format mobil kompak. Desain kontemporer pada sejumlah bagian pun membuat interior Honda WR-V terasa memiliki atmosfer cukup nyaman menemani perjalanan.

Performa Mesin dan Transmisi, Penentu Segalanya

Mengusung mesin mirip para saudara kandungnya, akselerasi di rpm bawah memang lebih lembut namun responsif berkat penggunaan transmisi CVT. Saat mesin meraung dari rpm menengah hingga tinggi, keberingasan mesin sangat terasa. Sementara responsivitasnya saat di putaran bawah hingga menengah lebih lembut.

Honda WR-V ditenagai mesin berkode L15ZF i-VTEC 4-silinder segaris 16 katup, Double Over Head Camshaft (DOHC) dengan DBW. Tipe mesin ini serupa yang dipakai saudaranya, BR-V, HR-V, dan City Hatchback/Sedan.

Mesin WR-V mampu menyemburkan daya maksimal 121 ps atau 118 hp pada 6.600 rpm, dan torsi maksimum 145 Nm/4.300 rpm

Mesin WR-V mampu menyemburkan daya maksimal 121 ps atau 119 hp pada 6.600 rpm, dan torsi maksimum 145 Nm/4.300 rpm. Performa ini masih terbesar di kelasnya, kekuatannya masih di atas mesin turbo Raize-Rocky, Nissan Magnite, dan mesin Naturally Aspirated milik Kia Sonet.

“Mesin Honda WR-V dirancang menghasilkan keseimbangan antara torsi bertenaga dan efisiensi bahan bakar pada kisaran putaran rendah hingga menengah. Ini penting bagi sebuah SUV kompak sesuai peruntukannya,” jelas Menurut Nattawut Sasitorn selaku Asst. Large Project Leader Dynamic Performance Research Honda R&D Asia Pacific Co., Ltd. (HRAP).

Dari yang kami rasakan, performa mesin sepertinya cukup dipakai harian, bahkan melebihi ekspektasi kami sebelumnya. Karakternya merupakan bentuk kompromi yang tepat antara memenuhi kebutuhan harian dalam kota maupun saat diajak pelesir ke luar kota.

Rute Media Test Drive dari Denpasar menuju Ubud yang relatif lengang banyak diwarnai tanjakan, turunan dan kelokan tajam. Cocok untuk mengeksplorasi kemampuan mesin dan suspensi. Saat situasi seperti ini, kami menilai performa mesin sangat pas untuk bodi kompak WR-V.

Saat momentumnya pas, laju di tanjakan tetap mudah dilibas WR-V meski hanya mode D sekalipun

Meski kami merasakan performa agak lemah di bawah putaran 2.000 rpm, namun secara keseluruhan gejala kekosongan tenaga dan torsi masih dalam toleransi minim. Hal ini masih sebatas wajar, mengingat kubikasi mesin hanya di 1.500cc.

Torsi berlimpah yang merata sejak putaran rendah hingga menengah, sangat berguna untuk berkendara sehari-hari. Colek sedikit pedal gas, WR-V bakal melonjak. Bila jalanan kosong, tendangan tenaga putaran atas juga mumpuni memacu adrenalin. Seperti disebut di atas, andaikan ada paddle shift maka sensasinya bakal lebih melejit.

Yang bikin asik, mengail torsi di putaran atas mudah didapat. Mainkan saja pedal gas dan transmisi CVT dengan cekatan membaca komposisi terbaik. Hal ini kami rasakan saat rute menuju Bali Handara di Singaraja pada hari pertama dan Resto El Lago di Kintamani pada hari kedua.

Pada kedua rute tersebut yang diwarnai berbagai tanjakan landai dan curam serta kelokan tajam, performa mesin dan suspensi WR-V menunjukkan kinerja optimalnya. Saat momentumnya pas, laju di tanjakan tetap mudah dilibas WR-V meski hanya mode D sekalipun.

Wheelbase lebih pendek dari BR-V membuat WR-V kian gesit. Setelan suspensi sedikit kaku turut menyumbang respons cekatan. Di sinilah letak fun-to-drive WR-V yang membawa ciri khas Honda.

Dari depan hingga belakang, nuansa sporty Hhonda WR-V begitu kuat yang dibalut kesan elegan

Menurut tim desainer WR-V, suspensi trim RS memang disetel lebih kaku. Namun hebatnya, efek rebound setiap melibas jalan gelombang dan rusak, tidak terlalu mantul. Kinerja peredaman tetap optimal berkat kombinasi sokbreker yang tepat.

Efek lainnya, dengan setelan suspensi lebih rigid, kenyamanan tetap terjaga kendati masuk tikungan sedikit kencang. Gejala limbung diredam maksimal. Karena format Electronic Power Steering (EPS), kendati reaksi kemudi terasa gurih dan ringan, namun feedback-nya terasa minim.

Transfer tenaga mesin ke roda disalurkan lewat aplikasi sistem transmisi CVT berteknologi G-design shift. CVT ini memadukan akselerasi bertenaga dengan efisiensi bahan bakar meningkat 4% dari versi sebelumnya.

Bagi kami, aplikasi performa mesin bertenaga yang dipadu transmisi CVT terbaru untuk sebuah Small SUV menjadi sangat menarik. Pasalnya, memberikan pengalaman mengemudi menyenangkan saat melibas bermacam kondisi jalan di perkotaan maupun luar kota.

Selama Honda WR-V berakselerasi, kontrol perpindahan gigi step-up memanfaatkan kecepatan variabel berkelanjutan. Proses ini memungkinkan akselerasi bertenaga terintegrasi dengan peningkatan kecepatan mesin di saat pengemudi butuh akselerasi. Saat mesin mencapai kecepatan tinggi, perpindahan gigi dilakukan sambil memindahkan transmisi bertahap (step-up shift).

Transfer tenaga mesin ke roda disalurkan lewat aplikasi sistem transmisi CVT berteknologi G-design shift. CVT ini memadukan akselerasi bertenaga dengan efisiensi bahan bakar meningkat 4% dari versi sebelumnya

Satu hal kurang menurut kami, tidak adanya mode perpindahan manual di tuas transmisi maupun paddle shift yang nebeng di balik lingkar setir. Apabila ada, pastinya sensasi fun to drive makin terasa dan tidak tertandingi kompetitornya.

Tercatat selama periode waktu pengetesan dengan berbagai macam kondisi lalin macet dan lancar, kontur jalan variatif (jalan lurus, tanjakan dan turunan), termasuk cara mengemudi perpaduan agresif dan kalem, posisi AC on terus selama perjalanan, Honda WR-V yang kami kendarai mampu mencetak konsumsi BBM di kisaran 13,9 kpl. Angka ini kami ambil dari layar MID. Bila dilakukan metode full to full, mungkin bisa lebih irit lagi.

Menikmati Interior Nyaman dengan Kabin Senyap dan Fitur Komplit

Konsep desain interior Honda WR-V dikembangkan berdasarkan tiga nilai inti: Personal, Advance, dan Solidness. Desain interior Honda WR-V membuat karakter mobil sporty dan tangguh dengan mengombinasikan warna merah dan hitam sebagai identitas SUV Honda sekaligus memberi kenyamanan penggunanya.

Tak bisa dipungkiri, lansekap interior WR-V tidak bisa lepas dari bayang-bayang desain kekninian Honda BR-V. Detailnya mirip dengan BR-V namun ada sedikit perbedaannya. Khusus trim RS, dibedakan sedikit dengan sentuhan aksen merah sebagai penegas trim RS.

Namun, terkait posisi duduk, ada sedikit kekurangan pada kontur jok depan. Bagi pengemudi yang bertubuh tinggi di atas 170 cm, posisi duduk mengemudi diprediksi bakal kurang nyaman. Posisi paha sebagian akan ‘menggantung’ tidak tersangga baik karena dudukan jok terlampau pendek. Jok ini menggunakan paduan material campuran antara fabric dan kulit sintetis.

Kabin mirip BR-V yang kedap, nyaman, dan terlihat elegan dengan sentuhan sporty

Kekurangan lainnya, WR-V tidak dilengkapi setir adjustable telescopic. Sehingga posisi mengemudi yang lebih personal dan nyaman tidak bisa didapat. Meski demikian sandaran jok depan yang semi-bucket mampu mendekap tubuh dari pergeseran saat melakukan manuver ekstrem.

Paha tidak mampu tersangga sepenuhnya. Hanya sebagai kecil, malah bisa cuma menopang bokong saja. Sehingga paha menjadi menggantung terus menerus. Diperparah sudut dudukan kurang melandai. Alhasil tidak terasa mantap. Ditambah lagi tanpa pengaturan setir telescopic. Harus menerima jangkauan kemudi tak dapat diubah.

Area kokpit dirancang memberi ruang lebih personal yang lapang bagi pengemudi. Aspek visibilitas depan terlihat jelas dan memudahkan pemantauan sekitar. Terdapat pula center console samping pengemudi sehingga memungkinkan pengalaman berkendara lebih menyenangkan.

Lingkar setir sudah berbalut kulit dengan stiching terlihat kontras. Panel instrumen, AC digital, dan head unit samapersis dengan sang kakak. Satu poin yang ingin kami cermati, penggunaan atap berkelir hitam yang memberi kesan sporty sekaligus mewah di saat bersamaan.

Head clearance atau head room pada kabin belakang terbilang luas  kendati atap WR-V juga miring ke belakang. Hasilnya, kepala penumpang belakang tetap nyaman. Sementara leg room juga di antara jok depan dan belakang juga menawarkan keleluasaan bagi penumpang belakang

Beralih kabin belakang, head clearance atau head room pada kabin belakang terbilang luas  kendati atap WR-V juga miring ke belakang. Hasilnya, kepala penumpang belakang tetap nyaman. Sementara leg room juga di antara jok depan dan belakang juga menawarkan keleluasaan bagi penumpang belakang.

Komposisi ini membuat penumpang belakang lebih nyaman saat melakukan perjalanan jauh. Terlebih lagi, ruang bagasi WR-V masih mampu menampung 380 liter. Ruang kargo lebih luas untuk membawa ragam barang untuk berbagai kegiatan. Jok belakang Honda WR-V juga bisa dibagi 60:40 yang bisa menambah ruang bagasi.

Posisi sandaran bangku belakang tak terlalu tegak, jadi lebih rileks. Terdapat power outlet untuk penumpang belakang. Sayangnya, tak ada kisi AC ataupun arm rest di kabin belakang. Fitur seatbelt remider di jok belakang pun juga turut absen.

Sarana hiburan di perjalanan, hadir head unit monitor berukuran 7 inci. Memang, soal head unit ini tergolong kecil dimensinya, kalah dengan kompetitornya. Namun, sudah memiliki fitur Android Auto dan Apple CarPlay. Sehingga mudah dihubungkan ke smartphone lewat perantara kabel dan bluetooth.

Soal suara sistem audio, ini salah satu yang patut diacungi jempol juga. Alunan musik dan vokal, terdengar jernih dan bening dengan karakter audio yang kuat. Dentuman bass dan gemerincing treble terdengar renyag di telinga. Untuk sebuah Small SUV, sistem audio WR-V cukup memuaskan. Tak perlu menambah perangkat audio lainnya.

Untuk sebuah Small SUV, sistem audio WR-V cukup memuaskan. Tak perlu menambah perangkat audio lainnya

Fitur Honda Sensing, Senjata Pamungkas Honda WR-V untuk Dominasi Kelasnya

Berbagai kelebihan Honda WR-V akhirnya ditutup dengan penyematan fitur Honda Sensing sebagai kasta tertinggi WR-V. Namun bila dibandingkan dengan varian lain, WR-V RS with Honda Sensing merupakan varian termurah dari model Honda dengan Honda Sensing lainnya yang lebih dulu hadir di Tanah Air.

Paket Honda Sensing di WR-V sama lengkapnya seperti di BR-V. Paket Honda Sensing mengusung fitur seperti Collision Mitigation Braking System (CMBS), Adaptive Cruise Control (ACC) with Low-Speed Follow, Lane Keeping Assist System (LKAS), Road Departure Mitigation System (RDM), Auto High-Beam (AHB), Lead Car Departure Notification System (LCDN), dan Honda LaneWatch.

Keberadaan fitur cerdas ACC dan LKAS, membuat Honda WR-V mirip mobil semi-otonom. Sayangnya, fitur Honda Sensing pada masih kurang kehadiran Blind Spot Monitoring System (BSM). Pemantau area blind spot atau titik buta hanya diemban LaneWatch.

Perangkat safety standar WR-V masih dilengkapi Vehicle Stability Assist (VSA), Traction Control System (TCS), Hill Start Assist (HSA), dan Emergency Stop Signal (ESS). Terdapat 4 titik airbag pada WR-V tipe E, dan 6 titik airbag pada tipe RS dan RS with Honda Sensing.

Honda sukses menghadirkan WR-V sebagai Small SUV bagi para entry-level yang mencari kendaraan tangguh untuk berbagai kebutuhan

* * * * *

Secara keseluruhan, Honda sukses menghadirkan WR-V sebagai Small SUV bagi para entry-level yang mencari kendaraan tangguh untuk berbagai kebutuhan. Honda berhasil menghadirkan WR-V sebagai kendaraan kompak serbaguna dengan sajian kenikmatan berkendara dan rasa sporty yang kuat.

Kalau diperbandingkan dengan kompetitor di kelasnya, Honda WR-V terlihat secara fakta dan data masih unggul dan terbaik di segmennya. Kombinasi performa, desain sporty-elegan, kabin senyap dan lapang, serta fitur safety yang komplit menjadi jurus menghadirkan cita rasa ber-Honda bagi konsumen baru.

Segala kekurangan yang ada, masih jauh lebih sedikit dibandingkan kelebihannya. Sehingga rasanya, beberapa hal kurang yang dijabarakan di atas, sepertinya masih bisa ditoleransi dengan segenap kelebihannya. Berbagai fitur yang disematkan seperti Honda Sensing, membuat WR-V bukan sekadar SUV kompak biasa.

Anda siap meminangnya? Pikirkan masak-masak dan lakukan kembali komparasi secara pribadi. Rasanya, Anda bakal setuju dengan kami. Selamat memilih!

Foto-foto: OctoVB dan Dok. HPM

 

 

 

- Advertisement -