Cerita Ivanov Karn GO90’s: Tren Modifikasi Golden Era 1990an Memang Everlasting

0
Foto: NMAA
- Advertisement -

NMAA News – Dunia otomotif 1990 memang tidak habis dimakan zaman. Tidak sedikit yang menyebut era ini merupakan masa-masa indah. Banyak mobil kencang bertebaran, desain tiap mobil yang timeless, juga transmisi manual.

Bahkan, walaupun tergolong masuk ke jajaran mobil tua, tetapi pesonanya masih terpancar sampai sekarang. Banyak mobil yang menjadi idola kaum muda dengan beragam varian. Seperti sedan, hatchback, SUV, sampai MPV.

Uniknya, mobil-mobil 1990-an juga masih jadi incaran. Misalnya untuk mereka yang ingin bernostalgia, atau sudah mempunyai finansial yang cukup buat membeli mobil impian di masa eksisnya dulu.

Salah seorang founder Group Otomotif 1990, Ivanov Karn membenarkan berbagai sebab-akibat mengapa era 1990-an amat memorable. Terlebih lagi begitu personal baginya! Ketika menyukai otomotif terutama mobil pada 1990-an Ivan masih duduk di bangku SMA dan menyerap banyak kenangan dari sana.

Foto: Cruisin Passion

“Kenapa sampai sekarang mobil retroklasik masih diminati? Karena ada beberapa faktornya. Deretan mobil – mobil itu everlasting, enak dimodif, mesin ringkas dengan minim teknologi komputerisasi sehingga gampang diperbaiki. Selain itu, biaya perawatan murah, dan terkesan kokoh juga gagah lah. Makanya, enggak heran kalau mobil – mobil 1990an masih digemari sampai 2 kali lintas generasi,” seru Ivan ketika membuka perbincangan melalui pesan singkat kepada nmaa.co.id

Mirip seperti membuka ‘kotak pandora’ berisi begitu banyak memori yang sulit dilupakan. Ia hanya punya dua pilihan: merawat memorinya atau dibiarkan diperam dengan resiko terlupakan.

Baginya, hanya muncul pilihan pertama yang kemudian menjadi tunas ide bagi pondasi Group Otomotif 1990-an. Sebagai medium tebar wawasan, petuah, pondasi, hingga gagasan untuk terus bereksplorasi. Laiknya perbincangan dua generasi, tentu rasa penasaran pun muncul tetang perbedaan yang muncul di tiap zaman.

Di era 1990-an, Indonesia tergolong masih awam soal modifikasi atau personalisasi mobil. Kalau pun ada, saat itu hanya bisa dijangkau oleh kalangan tertentu saja dengan banderol harga yang membuat gempar.

“Kesulitan-kesulitan di era 1990-an paling terasa banyak parts dan aksesori substitusi atau custom. Jadi biar tetap gaya dan proper banyak builder dan modifikator ‘memutar otak’ buat modifikasi mobilnya. Ambil contoh, kalau mesin mau kencang masih pakai cam bubutan. Alhasil, part custom ini cuma ada satu dan enggak bisa ditandigi,” beber Ivan.

Berbeda dengan keberlimpahan yang ditawarkan internet di zaman kiwari ini. Mendapat part aftermarket buat modif tinggal berselancar di internet.

“Nah, kalau sekarang kan semua orang bisa modifikasi tunggangannya se-kencang apapun. Asalkan punya budget unlimited. Tapi, jadinya gaada nilai otentik tadi. Karena kalau mau kencang saja justru makin banyak saingan. Semua orang bisa order,” tuturnya.

Foto: GO90s

Perbincangan cukup panjang mengalir seiring waktu. Sisa draft pertnyaan di ponsel tampaknya sudah cukup untuk nmaa.co.id membagikan eksposure memori lawas di laman web dan Instagram nantinya.

Seperti sudah dijelaskan Ivan, saat membuat laman Facebook Group bertajuk ‘Group Otomotif 1990’ bersama beberapa rekan se-angkatan dia mengakui jika tren modifikasi Indonesia saat itu masih relevan di bawa ke era milenial sekarang. Apalagi everlasting katanya.

“Dididik dari serba keterbatasan Group Otomotif 1990’s membawa misi tren modifikasi retroklasik. Misalnya OEM Look atau mempertahankan orisinalitas mobil, Rally Look, ALTO, ada juga 90s South Style dengan pelek baut 5 ukuran 17 inci dari OEM mobil Eropa yang dicolok ke mobil Jepang,”urainya.

“Gaya modifikasi ini juga bakalan terus jadi tren dengan banyak peminat sampai kapanpun,”yakinnya.

- Advertisement -