Low & Lawless: Toyota Crown RS Bersolek Bippu Style

0
Foto: NMAA
- Advertisement -

NMAA News – Big Sedan Toyota Crown RS banyak diandalkan sebagai mobil dinas di berbagai kementrian di Indonesia. Nuansa sedan mewah Toyota Crown membuatnya begitu akrab dengan konsep modifikasi Bippu atau VIP Style.

“Bippu di Jepang atau kita kenal VIP Style memang sudah menjadi tren di kisaran tahun 1990an. Cirinya mobil big sedan atau saloon, penggerak roda belakang, dan mesin 2.500 atau 3.000 cc,” ujar Willy, Pemilik Toyota Crown RS berkonsep Bippu Style.

Dari penelusuran tim nmaa.co.id, Bippu sendiri jadi sebuah alternatif setelah ramainya pemberantasan aksi balap liar di Jepang.

Foto: NMAA

Sehingga banyak car enthusiast berubah konsep modifikasi berorientasi performa, sampai akhirnya menyasar ubahan simpel dan nyaman dipakai harian.

Mobil Bippu dicirikan dengan tampilan solid seperti hitam maupun putih, kaki-kaki ekstrem, tetapi interior tetap mengandalkan part orisinal.

“Asalnya bodi mobil warna ijo botol agak hitam. Pindah ke biru, kalau dibilang ini Tanzanite blue sama Xirallic Red,” jelas Willy yang juga punggawa dari Fu*ck Wheel Dude Headquarter, Bandung.

Foto: NMAA

Bisa dibilang, Toyota Crown kepunyaan Willy adalah sebuah kelinci percobaan yang merefleksikan nama bengkelnya. Ia pun menamai mobil tersebut Suneo, yup diadopsi dari karakter di serial animasi Doraemon.

“Soalnya, dia sering rewel. Ada aja robahannya! Dari awal ngebangun di Yogya itu sampai 2 tahun masalahnya beda-beda,” gelak Willy.

Foto: NMAA

Inti modifikasi Toyota Crown berawal dari perhatian Willy memasang pelek K-Break Fivesta ukuran 19(11+12) dengan besaran ET masing-masing -20 di depan dan belakang -40. Pemilihan ban juga wajib diperhatikan untuk tahap selanjutnya.

Memastikan pelek duduk presisi di sumbu roda, empat buah fender diperlebar melalui opsi radius body. Sebab, lanjut Willy kalau tidak menempuh radius fender berdampak pada sulitnya menyetel caster. Bisa terlalu maju atau sebaliknya.

“Radius fender-nya ini masih disebut natural. Depan sekitar 13 cm kalau belakang itu 16 cm. Segini sih enggak keliatan terlalu wide,” tuturnya.

Demi mendapatkan fitment yang pas, maka suspensi standar diganti air suspension dari merek Feel Air.

Foto: NMAA

Kemudian, volume bodi samping dibuat gondrong mengandalkan add-on side skirts mengikuti kontur bodi. Sedangkan di bagian depan, ubahan modifikasi simpel terlihat dari grill depan model Athlete dan add-on custom.

Dibalik kap, dapur pacu Toyota V6 3GR bawaan Toyota Crown tetap dipertahankan. Bagi Willy, tenaga mesin Toyota Crown sudah cocok baginya. Ia pun beberapa kali memastikan kalau mobil tersebut bisa dibejek sampai 100 kpj.

“Paling ubahan lain, pasang Big Brake Kit (BBK) aja depan belakang,”tuntas Willy.

- Advertisement -