NMAA News Flash – Bangkitnya mesin rotary Mazda menjadi salah satu fokus pengembangan di lini produk terbarunya di masa depan.
Tak tanggung-tanggung, pabrikan asal Jepang itu mendirikan divisi khusus untuk kembangkan mesin rotary sebagai range extender.
Fungsinya ditujukan sebagai pemasok daya menuju dinamo listrk yang terhubung ke motor penggerak di sejumlah kendaraan elektrifikasinya.
Kabar ini terkuak pada awal 2023 lalu lewat paten mesin rotary yang sudah didaftarkan pihak Mazda di Jepang. Terhitung sebanyak 3 model mesin rotary untuk mobil listrik Mazda dilengkapi 6 file pengajuan paten yang memeberikan sebuah rekayasa desain mesin rotary tersebut.

CEO Mazda Masahiro Moro mengungkapkan, produsen mobil tersebut telah membentuk departemen pengembangan mesin rotary untuk segera beroperasi mulai Februari mendatang.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam launching booth Mazda di pameran Tokyo Auto Salon (TAS 2024).
Bersamaan dengan perkembangan menarik lainnya dari Mazda. Mesin rotary sendiri erat kaitannya dengan mobil performa tinggi Mazda seperti RX-7 dan RX-8. Tetapi, ke depannya mesin tanpa piston ini akan menghasilkan emisi lebih baik.

Moro-san berjanji bahwa Mazda akan mendorong batas-batas teknik dengan menggunakan “berbagai macam sumber daya teknis” yang akan melahirkan teknologi mesin pembakaran internal yang mutakhir.
Sebelumnya, mesin rotary 1 rotor Mazda sudah tersedia dalam sistem plug in hybrid untuk Mazda MX-30 e-SkyActive R-EV.
Pengembangan mobil MX-30 membawa pabrikan terus memberi improvement lebih detail, terutama kepraktisan jika menjadi mesin tersebut dalam konfigurasi 2 rotor.

Rencananya, mesin rotari Mazda baru masuk kembali ke produksi pada Juni 2023 setelah vakum selama 11 tahun.
Sejak produksi mesin rotari dimulai di Mazda pada tahun 1967, perusahaan tersebut telah memproduksi rekor dua juta mesin rotary.

