NMAA Tips n Trick – Transmisi otomatis CVT pada mobil memiliki cara kerja memanfaatkan sabuk baja dengan dua buah puli guna mengatur rasio.
Berkembangnya zaman juga mempengaruhi perkembangan industri otomotif. Mobil yang awalnya hanya memakai transmisi manual, kini tersedia versi otomatis.
Meski sama-sama mengandalkan tekanan oli, transmisi CVT punya cara kerja berbeda dengan transmisi otomatis konvensional. Merawat transmisi CVT dengan baik
merupakan langkah tepat agar sistem transmisi awet dan bekerja optimal.

Transmisi CVT sendiri merupakan salah satu jenis dari transmisi otomatis dan kini jadi yang paling banyak diadopsi mobil-mobil yang beredar di pasaran. Tak perlu bingung merawat transmisi CVT, simak ulasan singkatnya berikut ini
Hindari Mengangkut Beban Berat
Saat membawa beban berat sudah tentu transmisi CVT akan bekerja ekstra. Jadi, usahakan membawa beban di mobil sesuai anjuran tiap pabrikan. Pertimbangkan juga membawa anggota keluarga dan barang bawaan.
Rutin Ganti Oli Transmisi
Biasanya mobil dengan transmisi CVT mengharuskan penggantian oli dalam rentang kisaran 30 ribu sampai 40 ribu rpm sekali. Kondisi ini mengacu pada penggunaan mobil di kondisi lalu lintas perkotaan.
Hindari Tanjakan Terjal
Usahakan menghindari kontur jalan menanjak dan terjal. Jika dalam keadaan terpaksa, disarankan untuk melakukan perpindahan gigi lebih rendah agar kinerja transmisi tidak terlalu berat.
Perhatikan Gaya Berkendara
Mobil dengan transmisi CVT memang tidak disarankan untuk dihentak-hentak. Sehingga pengemudi disarankan menginjak pedal gas secara bertahap dan agar tenaga bisa tersalurkan dengan baik. Terlebih lagi, jangan sering melakukan akselerasi spontan.
Kenali Posisi Gigi di Tuas Transmisi
Ketika melewati tanjakan curam, pengendara bisa menggunakan posisi 2 atau L. Selain itu, gigi 2 juga bisa digunakan untuk menyalip kendaraan lalu setelahnya berpindah ke transmisi D.

