Mengulas Cara Kerja Quattro, Sistem Penggerak AWD Permanen Milik Audi

0
Foto: autocar
- Advertisement -

NMAA News – Ketika mendengar kata Quattro, para petrolhead langsung teringat dengan pabrikan kendaraan asal Jerman, Audi. Nama tersebut dipakai sejak 40 tahun silam menandai kebangkitan sistem penggerak semua roda (All Wheel Drive) di unit kendaraan Audi sekitar akhir 1980. Memuat sistem drive train yang memadu padankan posisi mesin di depan, AWD dan turbocharger. Hingga kini sistem penggerak roda tersebut dipatenkan Audi sebagai sistem khusus yang diimbuhi ke sejumlah line up mobilnnya.

Secara teknis distribusi roda depan dan belakang bervariasi. Jika roda depan slip, atau hilang taksi, tenaga disalurkan ke roda belakang. Membuat kendaraan tetap melaju dengan konstan dengan mengandalkan daya lebih efisien.

Foto: carthrottle

Jika mobil digeber dalam kecepatan tinggi, sistem penggerak 4 roda ini membantu menjaga kestabilan mobil. Saat mobil melaju 100 km muncul tikungan mendadak, Quattro sangat membantu karena semua rodanya bergerak. Jadi tidak ada gejala wheelspin seperti understeer atau oversteer.

Terhitung sejak tahun tahun 1980 hingga akhir 2009, Audi telah memproduksi 3,3 juta kendaraan dengan sistem penggerak quattro atau quattro drive train. Rangkaian model Quattro saat ini memiliki lebih dari 120 versi.

Berbagai versi quattro telah diciptakan dengan pengembangan di setiap pabrikan terbarunya. Versi terbaru yang masuk ke Indonesia adalah Audi Q7 3.0 TFSI yang baru diluncurkan tembus hingga  Rp 1,39 miliar off the road.

Foto: motor1.com

Seri Quattro Pertama

Meski bukan masuk ke segmen sportcar, performa mobil penumpang  Quattro pertama dibekali mesin segaris lima silinder. Mengandalkan sistem SOHC berkapasitas 2.144 cc,  lengkap dengan induksi turbo dan pendingin intercooler. Komposisi tersebut mampu menyemburkan hingga 197 dk dengan torsi 285 Nm. Mobil ini mampu melesat 0-100 km/jam dalam 7,1 detik. Terlebih mampu menjangkau top speed 230 km/jam.

Foto: Audi

Quattro pertama kali dipamerkan di Geneva Motor Show Maret 1980 silam. Pabrikan berlogo empat cincin tersebut membawa unit kendaraan Quattro coupe. Diluar ekspektasi, line up terbaru mereka disegani para audiens. Teknologi drive train AWD Quattro biasanya dipakai di unit kendaraan jip bisa diaplikasikan ke tubuh yang lebih kompak.

Jangan salah, dibalik teknologi penggerak semua roda yang lebih modern tersebut merupakan hasil para insinyur Audi Jörg Bensinger dan Roland Gumpert.  Teknologi ini terinspirasi saat Eropa tepatnya Finlandia sedang mengalami musim dingin pada 1976. Bayangkan saja, mobil tidak bisa dikendarai di jalanan yang licin, selain meningkatkan traksi agar dapat grip dengan permukaan  jalan, diperlukan limpahan tenaga di roda. Project pertama itu diujicoba pada unit VW Iltis.

Foto: Audi

Diketahui nama Quattro merupakan legenda mobil homologasi reli WRC di media 1980-an, yang mendominasi kelas group-B mengalahkan “kuda pacu” pabrikan ternama lainnya. Berbekal mesin 5 silinder dan penggerak All Wheel Drive, Audi Quattro nyaris tidak terkalahkan menghadapi rival-rivalnya. Hal tersebut menginspirasi pabrikan untuk mendedikasikan nama Quattro di sistem penggerak mobil Audi.

Sistem penggerak roda Quattro hadir juga di  line up produksi terbarunya dengan “entry level” mobil listrik , Audi e-tron 50 quattro. Sistem Electronic Vehicle ini berasal dari baterai berkekuatan 71 kWh dan dua motor listrik yang menghadirkan jarak tempuh hingga 300 km. Pengisian dengan kekuatan 120kW dapat mengisi 80% dalam waktu 30 menit.

Komposisi mesin tersebut menghasilkan efisiensi baterai tanpa mengurangi performa kendaraan. Meski entry level, tetap andalkan “e-quattro” yakni penggerak empat roda dari motor listrik di tiap axle.

Foto: autoblog

Total tenaga dari motor listriknya mencapai 308 hp dan torsinya 540 Nm. Klaim akselerasinya untuk 0-100 km/jam hanya perlu waktu 7 detik. Kecepatan tertingginya 190 km/jam.

Sebagai SUV listrik yang efisien, e-tron 50 ini hanya andalkan gerak roda belakang bergantung situasi. Sementara motor listrik roda depan akan menghadirkan tenaga bila dibutuhkan.

- Advertisement -