NMAA News –NMAA membeli satu unit mobil listrik Vinfast VF3 yang belum lama ini diluncurkan di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025.
Vinfast VF3 berkelir hitam ini sengaja diboyong ke markas NMAA di Bandung untuk melihat potensinya untuk dimodifikasi.
Setelah mengeksplorasi mobil listrik ini sekaligus meliputnya, ternyata kami menemukan detil dan hal-hal yang kurang kami sukai dari VF3 ini.

Apa saja ya? Berikut ini beberapa hal yang kami kurang suka dari Vinfast VF3. Untuk videonya sudah tayang di kanal Youtube NMAA TV.
Eksterior
Dibalik desain eksteriornya yang unik, ada beberapa hal yang ternyata dirasa kurang menurut kami. Yang pertama adalah bodi bagian depannya. Mulai dari bumper, fender depan, kap ‘mesin’ hingga pintu, bukan terbuat dari bahan pelat, melainkan plastik.

Yang kedua adalah cara buka kap mesin alias kap motor depan yang termasuk tidak biasa dan kurang praktis. Untuk membuka kap motor depan tak menggunakan tuas dari dalam kabin dan engsel seperti mobil umumnya, melainkan ada dua baut kiri dan kanan yang mesti dibuka menggunakan kunci. Setelah baut terlepas, kap mesin baru bisa digeser ke depan lantas diangkat.
Yang ketiga adalah bagian spion yang pengaturannya masih manual menggunakan tangan. Yap mirip mobil-mobil jadul. Kalau ganti supir, mesti disetel lagi posisinya agar proper.
Interior
Lanjut ke bagian kabin. Sebelum masuk kabinnya, untuk membuka pintu ada kunci yang bentuknya sangat sederhana. Kunci Vinfast VF3 ini pun hanya diberikan 1 unit saja, tak seperti mobil lainnya yang diberi kunci cadangan.
Masuk kabin, jangan harap ada bagian panel-panel yang terkesan ekslusif. Karena seluruh bahan kabin menggunakan bahan plastik.

Head unitnya menggunakan layar berukuran 10 inci, yang disebut bisa terkoneksi menggunakan Android Auto ataupun Apple CarPlay. Namun di mobil milik NMAA ini software-nya belum di-update dan disarankan kembali ke dealer untuk melakukan update.
Ada semacam remote/anak kunci namun fungsinya bukan sebagai kunci pintu. Ini berfungsi untuk menyalakan kendaraan, dan posisinya wajib ditaruh di tempatnya yang berada di konsol tengah. Jadi kurang praktis apalagi kalau ada yang iseng mencabut dari rumahnya. Mobil jadi tak bisa dinyalakan.
Lalu yang unik, ada beberapa bagian tidak dilapis dengan trim plastik ataupun pelapis, melainkan pelat bodi yang dicat sewarna mobil. Seperti pada bagian pintu dekat door trim, lantas di bagian dalam kabin belakang juga serupa.
Lantas ada tombol untuk pengaturan AC. Menurut kami tombol fisik ini bikin praktis, tanpa harus mengaturnya lewat head unit touch screen. Sayang, tombolnya terasa jadul dan kurang mewah.
Kapasitas Baterai dan Jarak Tempuh
Lanjut lagi soal kapasitas baterainya. VinFast VF 3 hanya ditawarkan menggunakan baterai jenis LFP alias Lithium Iron Phosphate berkapasitas 18,64 kWh. Klaimnya bisa menempuh jarak 215 km dalam kondisi baterai penuh. Artinya, lebih cocok dan aman untuk berkendara dalam kota.
Mesti atur-atur strategi jika ingin melakukan perjalanan jauh luar kota, seperti pengecekan rute dan jadwal keberangkatan serta ketersediaan SPKLU sepanjang rute yang akan dilewati. Untungnya, ia punya pengisian daya cepat alias DC Fast Charging CCS 2. Klaimnya sih mampu diisi daya cepat dari kondisi 10-70% hanya dalam waktu 36 menit lewat colokan jenis CCS2.

How to Modify?
NMAA yang punya tagline ‘Standard Is Boring’ tentu saja tak membiarkan Vinfast VF3 ini standaran. Tahap permulaan yang dilakukan adalah melapis bodi hitamnya dengan stiker wrapping berkualitas dari Goodfix. Yang dipilih adalah warna Metallic Glossy Purple.

Sebagian besar bagian bodi dilapis warna ungu dari Goodfix, kecuali bagian atapnya yang dibiarkan tetap hitam.

Sektor apa lagi nantinya yang akan kena sentuhan modifikasi, tunggu update selanjutnya ya.

