NMAA News – Sebagai kendaraan rakitan lokal, Suzuki Fronx banyak melibatkan vendor domestik untuk pengadaan komponen lokalnya. Diproduksi sepenuhnya di fasilitas Suzuki Cikarang Plant, Fronx menjadi bukti keyakinan Suzuki Motor Corporation Jepang menjadikan Suzuki Indonesia sebagai basis produksi strategisnya di Asia Tenggara.
Produksi Fronx melibatkan tahapan manufaktur lengkap mulai dari pressing, welding, painting, hingga assembly dan final inspection. Mengacu standar global, setiap tahapan melibatkan tenaga kerja lokal yang tersertifikasi dan pemanfaatan teknologi modern.

Terkait penggunaan komponen lokal, menurut Shodiq Wicaksono, Managing Director PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), sejak awal pembuatannya, Suzuki Fronx mengandung lokalisasi konten tergolong tinggi.
Bahkan Suzuki berencana meningkatkan jumlah lokalisasi konten secara bertahap demi menggerakkan ekosistem industri otomotif dalam negeri secara lebih aktif. Saat ini SIM menggandeng lebih dari 200 perusahaan lokal penyedia komponen produksi.

“Dalam menjalankan aktivitas produksi, kami didukung sekitar 873 vendors atau suppliers. Baik untuk memenuhi kebutuhan komponen maupun non komponen. Di mana di dalamnya 443 vendors, atau lebih dari 50% adalah PMDN, termasuk 277 UMKM,” beber Shodiq.
Peran penting Suzuki Fronx ini diproyeksikan turut memperkuat ekosistem industri. Ratusan perusahaan berperan sebagai penyedia bahan baku, komponen pendukung, hingga aktivitas penunjang jalannya proses produksi di pabrik.

Melalui upaya lokalisasi tersebut, Suzuki juga berhasil mendaftarkan Fronx serta lolos persyaratan sebagai peserta regulasi Kendaraan Rendah Emisi, atau biasa dikenal dengan aturan Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).
Penggunaan platform HEARTECT pada Suzuki Fronx mengadopsi material jenis Hi-tensile Steel. Bahan ini sangat menguntungkan di tahap Pressing dan Welding. Mudah dibentuk sesuai kebutuhan, tanpa butuh jumlah lebih banyak dan mengurangi titik sambungan.
Hasilnya, pemakaian listrik di pabrik yang diperlukan ketika proses produksi dapat jauh berkurang. Sehingga secara keseluruhan konsumsi energi lebih efisien.

Secara produk, Suzuki Fronx memiliki bobot lebih ringan namun tetap kuat. Berkurangnya bobot keseluruhan berefek besar pada peningkatan performa mesin. Sehingga lebih akseleratif dan hemat BBM.
“Fronx torehkan sejarah besar bagi industri Suzuki, baik di Indonesia maupun Asia Tenggara. Produksinya di Suzuki Cikarang Plant, sebagai bukti kualitas sekaligus menjamin layanan jangka panjang ke konsumen. Langkah ini perkuat iklim industri nasional agar tetap sehat melalui efek berganda secara ekonomi,” pungkas Shodiq.


