NMAA News – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi meluncurkan produk terbarunya, yaitu Suzuki Fronx ke publik Indonesia. SUV bergaya coupe ini hadir menciptakan gaya hidup berbeda. Sekaligus mewujudkan impian pasar otomotif terhadap mobil yang efisien, canggih, aman, dan berpesona kuat.
Dukungan fitur Suzuki Safety Support (SSS) yang berisi teknologi Advance Driving Assistance System (ADAS) pada Suzuki Fronx varian tertinggi yakni SGX. Bukan kaleng-kaleng, lantaran mengusung hingga 12 fitur yang mengasistensi pengemudi.
Sebelumnya, saat Media First Impression di Sirkuit Bridgestone, pihak Suzuki jepang mengkonfirmasi kalau fitur ADAS tersebut merupakan hasil olahan studi dan survei pihaknya dengan Suzuki Indonesia. Tentunya dalam membaca dan menganalisa kondisi jalan raya dan perilaku berkendara di Indonesia.

Sistem ADAS dengan 12 sensor plus kamera ini dikemas dalam label Suzuki Safety Support (SSS). Fitur SSS ini bahkan dirancang khusus bisa mendeteksi keberadaan kendaraan lain, pengendara motor, pejalan kaki, hingga pesepeda.
“Kami sematkan 12 sensor plus kamera radar untuk melengkapi fitur keselamatan dan keamanan Suzuki Fronx. Nantinya fitur SSS ini akan mendampingi pengemudi di tiap perjalanannya,” jelas Harold Donnel T, 4W Marketing & Business Strategy Director PT SIS saat presentasi profil dan fitur Suzuki Fronx usai peluncuran resminya di Jakarta, Rabu (28/5/2025).
Menurut Harold, ketenangan maupun keamanan selama perjalanan kian menjadi prioritas bagi setiap pengguna dan penumpang mobil. Menghargai kepentingan tersebut, Suzuki Fronx menerapkan standar keselamatan tinggi seluruh varian.

Perangkat standar tinggi keselamatan tersebut adalah 6 Airbag, Electronic Stability Program (ESP), Anti-lock Brake System (ABS) dengan fungsi Electronic Brake Distribution (EBD), Brake Assist (BA), Immobilizer, ISOFIX di jok belakang, serta terdapat penambahan Hill Hold Control.
Suzuki Safety Support, sistem bantuan berkendara perdana di lini mobil Suzuki
Berupaya meningkatkan keselamatan dan nilai tambah, Suzuki Fronx menghadirkan Advanced Driving Assistance System (ADAS) untuk kali pertama di Indonesia melalui fitur Suzuki Safety Support.
Sistem ini dirancang membantu pengemudi tanpa menghilangkan pengalaman berkendara menyenangkan. “Teknologi preventif tersebut berfungsi mengurangi kelelahan sekaligus memberikan peringatan dini jika terdeteksi potensi gangguan selama perjalanan,” imbuh Harold.

Kecanggihan Suzuki Safety Support memberi banyak peran, yaitu: Adaptive Cruise Control, Lane Keep Assist, Dual Sensor Brake Support II (DSBS II), Lane Departure Warning, Lane Departure Prevention, dan Vehicle Swaying Warning.
Lalu ada pula fitur Blind Spot Monitor, Rear Cross Traffic Alert, High Beam Assist, 360 View Camera, Head-Up Display, Parking Sensor, Electronic Stability Program hingga Hill Hold Control.
Peran yang banyak tersebut ditunjang keberadaan perangkat canggih seperti monocular camera, millimeter wave radar pada bagian depan, ditambah sensor gelombang milimeter di area belakang.

Keduanya bersifat penting untuk keperluan membaca situasi maupun kondisi jalan secara tepat dan minim kendala. Melalui sistem ADAS mutakhir ini, membuat Suzuki Fronx diposisikan paling lengkap, bahkan terbaik di kelasnya.
Calon konsumen bisa merasakan manfaat serta kemudahan berkendara menggunakan Suzuki Safety Support ketika mengemudikan varian SGX.

Adapun penjelasan rinci fitur Suzuki Safety Support yang mengakomodir 12 fitur ADAS pada Suzuki Fronx sebagai berikut:
DSBS II – Autonomous Emergency Braking. Sistem ini memberi pengereman darurat otomatis jika terdeteksi akan terjadi tabrakan depan. Fitur ini berfungsi mengurangi risiko tabrakan depan atau mengurangi tingkat kerusakan akibat tabrakan.
LKA – Lane Keeping Assist. Fitur ini berfungsi mempertahankan mobil tetap berada di lajur dan berfungsi berbarengan dengan ACC. Sehingga mobil dapat mempertahankan posisinya tetap pada tengah lajur.

Pengemudi bisa melepas tangannya dari kemudi sepenuhnya. Namun demi keamanan, sistem memberi sinyal agar menyentuh kembali kemudi setiap 15 detik untuk memastikan ada orang memantau.
LDW – Lane Departure Warning. Fitur LDW bekerja bersama LDP. Satt sistem membaca mobil keluar lajur tanpa menyalakan lampu sein, sistem memberi peringatan ke pengemudi. Secara bersamaan sistem memberi koreksi pada setir dengan fitur LDP sehingga mobil tetap berada di tengah lajur.
LDP – Lane Departure Prevention. Sistem LDP secara aktif mengoreksi setir jika mobil terdeteksi keluar lajur tanpa menyalakan lampu sein.

ACC – Adaptive Cruise Control. Sistem ini akan mempertahankan kecepatan sesuai yang ditentukan pengemudi apabila jalanan kosong. Mobil akan melambat atau berakselerasi mengikuti obyek yang ada di depannya.
ACC ini berfungsi mempertahankan kecepatan dan jarak aman dengan kendaraan di depannya secara otomotis, tanpa sopir harus menginjak gas atau rem. Fitur ini dapat beroperasi hingga mobil berhenti sendiri alias 0 kpj.
HBA – High Beam Assist. Secara otomatis akan mengaktifkan lampu high beam jika kondisi di depan gelap dan tidak ada kendaraan lain melintas. Sebaliknya, kalau ada kendaraan lain di depan, lampu akan otomatis akan kembali ke low beam.

BSM – Blind Spot Monitoring. Berfungsi mendeteksi obyek di belakang bagian kiri dan kanan mobil. Akan ada indikator di spion luar jika terdeteksi ada obyek lain di sekitar mobil.
VSW – Vehicle Swaying Warning. Merupakan fitur pendeteksi ketika pengemudi menyetir dengan tidak stabil ke kiri-kanan. Sistem akan memberi peringatan agar pengemudi tetap fokus berkendara.
HUD – Head Up Display. Berfungsi memberi beberapa informasi penting yang dipantulkan pada kaca depan (windshield) sehingga dapat dilihat pengemudi tanpa harus mengalihkan fokus ke depan.

360 View Camera. Membantu pengemudi untuk melihat sekeliling mobil dengan lebih aman dan presisi.
Parking Sensor. Mendeteksi obyek statis di sekitar kendaraan saat mobil diparkir dan memberikan tanda berupa bunyi peringatan.
RCTA – Rear Cross Traffic Alert. Berfungsi saat pengemudi keluar parkiran dengan cara mundur. Apabila saat mobil mundur namun ada kendaraan lain terdeteksi sedang melaju di belakang, maka sistem akan memberi peringatan. Fitur ini hanya akan memberi peringatan, bukan pengereman otomatis.

