Mercedes-Benz Masih Posisi Teratas Segmen Kendaraan Mewah di Indonesia

0
C-Class W/S/C/A205 Facelift, Still Image, W205, M05, English, v01, eci, front, plate, RGB - tif-file only!

NMAA News – Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri otomotif selama pandemi Covid-19, Mercedes-Benz tetap menjadi pilihan utama pelanggan Indonesia di segmen mobil mewah. Hal ini terbukti dari raihan PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) meraih penjualan 2.226 unit mobil penumpang pada tahun 2020. Prestasi ini membuat PT MBDI kembali pertahankan posisi terdepan di antara luxury brand otomotif di Indonesia.

Menurut Choi Duk Jun, President Director PT MBDI, keberhasilan pihaknya di tahun lalu mencerminkan kesuksesan strategi ofensif model yang diterapkan. Khususnya pada segmen SUV yang menarik perhatian pelanggan baru maupun lama. Segmen SUV berkontribusi sebesar 50% dari total keseluruhan penjualan.

“Hal ini sekaligus juga menggaris bawahi permintaan konsumen yang kuat terhadap kendaraan Mercedes-Benz di Indonesia, bahkan di tengah-tengah industri otomotif yang sedang menghadapi banyak tantangan, dan menekankan nilai brand kami dalam memenuhi kebutuhan pelanggan di Indonesia,” ungkap Choi Duk Jun.

Di 2020, strategi ofensif Mercedes-Benz menghadirkan 15 model terbaru atau facelift, seperti Sedan (C 180, C 200 Cabriolet AMG Line, Vans (Vito Business), serta SUV (New GLS, GLA, GLB, GLC Coupé, GLE, GLE Coupé). Lebih lanjut, dalam merayakan 50 tahun kesuksesannya tahun lalu, Mercedes-Benz juga memperkenalkan kendaraan edisi terbatas, antara lain S 450 AMG Edition 50, Mercedes-AMG G 63 Edition 50, dan GLB Edition 50.

“Dengan rencana memperkenalkan berbagai model terbaru tahun ini dan memperluas layanan Best Customer Experience, kami terus menawarkan jajaran produk lengkap dengan teknologi inovatif serta desain emosional, dan memiliki kendaraan yang tepat untuk setiap pelanggan. Pada 2021, kami ingin menambah portofolio dengan lebih dari 10 model baru atau facelift termasuk kendaraan yang dirakit lokal di pabrik Wanaherang,” tutup Choi Duk Jun.

- Advertisement -