Perlu Diketahui, PPnBM 0% di Mobil Baru Hanya Berlaku 3 Bulan Pertama

NMAA News – Keputusan pemerintah dalam menyetujui pemberian diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mulai Maret 2021 mendatang hanya berlaku tiga bulan.

Keputusan ini diambil setelah dilakukan koordinasi antarkementerian dan diputuskan dalam rapat kabinet terbatas. Ada tiga skenario keringanan pajak mobil baru, yaitu gratis PPnBM, diskon 50% dan diskon 25%. Perlu diketahui, pasalnya gratis PPnBM mobil baru selama tiga bulan pertama. Sisanya keringanan pajak akan hadir berupa diskon 50% dan 25%.

Dalam pernyataan tertulis Plh. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Rahmat Widiana, diskon pajak dilakukan secara bertahap sampai dengan Desember 2021 agar memberikan berdampak signifikan.

“Diskon pajak sebesar 100% dari tarif normal akan diberikan pada tiga bulan pertama, 50% dari tarif normal pada tiga bulan berikutnya, dan 25% dari tarif normal pada tahap ketiga untuk empat bulan. Besaran diskon pajak akan dievaluasi efektivitasnya setiap tiga bulan. Kebijakan diskon pajak ini akan menggunakan PPnBM DTP (ditanggung pemerintah) melalui penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan ditargetkan akan mulai diberlakukan pada Maret 2021,” ujar Rahmat dalam pernyataan tersebut.

Pemberian diskon pajak kendaraan bermotor ini didukung kebijakan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk mendorong kredit pembelian kendaraan bermotor. Pembeli mobil juga bisa memanfaatkan uang muka (DP) 0% dan penurunan ATMR Kredit (Aktiva Tertimbang Menurut Risiko).

“Kombinasi kebijakan ini harapannya juga dapat disambut positif oleh para produsen dan dealer penjual untuk memberikan skema penjualan yang menarik agar potensi dampaknya semakin optimal,” kata dia.

Kebijakan ini diharapkan mampu mengungkit kembali penjualan kendaraan mobil penumpang yang mulai pulih sejak bulan Juli 2020. Diskon pajak ini juga berpotensi meningkatkan utilitas kapasitas produksi otomotif, mengungkit gairah Konsumsi Rumah Tangga (RT) kelas menengah dan menjaga momentum pemulihan pertumbuhan ekonomi yang telah semakin nyata. Di sisi konsumen, lebaran dengan tradisi mudiknya diharapkan juga akan meningkatkan pembelian kendaraan bermotor. Tentunya hal itu bisa terlaksana apabila curva  pandemi Covid-19 telah melandai.

Related Articles

Stay Connected

21,617FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Latest Articles