NMAA News – Apa yang pertama teringat ketika mendengar Mazda RX-7 FD? Pastinya bentuk mobil coupe bermesin rotary bukan?
Selain memiliki konstruksi lebih ringkas, ringan, dan menghasilkan tenaga yang lebih besar.
Pada mesin rotary, dalam satu putaran rotor terjadi proses kerja mesin sekaligus. Jadi langkah hisap, kompresi, kinerja dan pembuangan dilakukan secara serempak.
Proses inilah yang membuat mesin rotary lebih bertenaga.
Berbeda dengan Mazda RX7 milik salah seorang modifikator dalam unggahan video di kanal Youtube Hoonigan, Suppy dari (Shop Dictator). Dari gurauannya dalam video tersebut, dikatakan jika Suppy justru membenci mesin bawaan Mazda RX7 FD.

Mazda RX7 milik Suppy adalah proyek sampingan Suppy. Saat merekam video tersebut, mobil ini baru saja rampung setelah dikerjakan selama masa pandemi.
Ketika ditanyai salah seorang kru Hoonigan, Hert mengenai alasan menggunakan mesin Chevy berkode LS3 dibanding mesin Rotary berkode 13B, Suppy berkilah.
“Dulu. Saya pikir ini adalah mobil yang sangat bagus. Saya pikir ini terlihat lebih baik daripada MK4 Supra. ” ungkap dia.

Menurutnya, mesin rotary justru menuai banyak masalah. Ketika Suppy membeli mobil itu, mesinnya berputar terlalu kencang belum lagi ketersediaan spare part yang langka. Setelah meneliti internet dan laman pencari, dia memutuskan untuk melakukan pertukaran menggunakan mesin LS3.
Sebagai mesin standar generasi ke-5 Camaro SS dan Corvette C6, Chevrolet LS3 Crate Engine dikenal sebagai salah satu mesin terbaik Chevrolet.
Tentunya opsi swap engine untuk mendudukan mesin LS3 tidaklah mudah. Pertama-tama Suppy memasang penyangga khusus sub-frame tubular. Karena konstruksi dan engine mounting sedikit berbeda membuat mesin sedikit mundur ke belakang sekitar dua sampai tiga centimeter.

Jantung pacu dari crate engine LS3 sudah diberi sejumlah penyesuaian. Misalnya shifter CD09 serta kopling LS7. Kini, performa mesin LS3 disebutkan bisa menghasilkan tenaga 420 dk ke dua roda belakang dan torsi 430 Nm.
“Tidak ada head, stock intake, hanya throttle body, karena dilengkapi dengan kabel drive-by. Paling hanya menata ulang perkabelan untuk menghubungkan kembali sistem AC,” ucap Suppy.

Setelah berbincang-bincang dengan Hertz, sejumlah orang bersiap menyaksikan kelihaian Suppy mengendalikan mobilnya. Seperti melakukan trik donat dan burn out. Lebih lanjut bisa saksikan video di bawah ini!


