NMAA News – Ajang kompetisi Modz Battle Season 2 bertajuk ‘Furious Challenge’ dimulai. Dalam unggahan terbaru di kanal YouTube Garasi Drift, Minggu (18/7) ketiga kontestan meracik ulang mobil modifikasi untuk bersaing mendapat titel juara dan berkesempatan menemui Drift King, Keiichi Tsyuchiya di Jepang.
Sebelumnya, dalam unggahan di episode pertama, Sabtu (17/7) kemarin tim Garasi Drift, Ridwan Hanif, dan Pengepul Mobil sepakat unjuk kebolehan dan skill menjajal beragam tantangan sesuai regulasi yang disusun oleh National Modificator & Aftermarket Association (NMAA).

Masing-masing dari peserta mulai menunjukan unit kendaraan ikonik dalam waralaba film aksi Fast & Furious. Pertama, Tim Garasi Drift membangun ulang Nissan Silvia S15 dengan gaya modifikasi Silvia ‘Monalisa’ kepunyaan Han dalam sekuel Tokyo Drift (2006).
Dipo ‘Garasi Drift’ sudah memasang instalasi sektor undercarriage besutan Drift Works dari mulai arm sampai knuckle ke sub frame S15. Bahkan peranti tersebut dikelir ulang supaya terlihat lebih segar. Sedangkan bagian bodi diberikan cat dasar untuk persiapan memasang wrapping stiker Max Decal berwarna biru.

“Kita juga sudah pasang surge tank supaya dapat mengoptimalkan fuel system di mobil ini. Jangan sampai kejadian lagi mesin jebol gara-gara fuel system kurang baik. Cara kerja surge tank yaitu mengoptimalkan bensin terpompa supaya bahan bakar masuk ke injektor sesuai perintah dari ECU,” ujar Dipo.
Dia melanjutkan, jika fuel system harus dipastikan tidak mengganggu part lain dan kedap udara. Mengingat peranti ini memasok bahan bakar.

Sementara itu, Pengepul mobil mengibaratkan proses pengerjaan Mazda RX- 7 bertenaga 1.300 hp seperti menyusun puzzle. Sejumlah komponen dipasang terlebih dulu untuk mengetahui plus minusnya terutama mesin yang baru saja di refresh. Jika bermasalah bisa langsung diketahui.
“Mesin kita sudah naikan, pasang turbo dan part lain. Kalau sudah naik semua baru ketahuan apa yang mesti diganti. Kalau ditanya jadi kerja dua kali, ya mau tidak mau memang begini prosesnya,” ungkap Jacki ‘Pengepul Mobil’.

Ia menguraikan sejumlah peranti khusus di mobilnya. Dari mulai Turbo GTS-35, serta header dan wastegate baru. “Bagian baling-baling turbo sebetulnya rusak. Memang masih bisa dipakai, tapi nantinya muncul gejala hilang torsi atas. Lihat saja, bagian inner dan outer pun pada pecah. Kita ganti supaya hasilnya bisa maksimal,” urai Jacki.
Sektor kaki-kaki juga diperhatikan Jacki, dari mulai ball joint, tie rod, dan bushing. Selain itu komponen arm link sudah dipasang model adjustable, begitu pula sektor pengereman bakal mengalami penggantian pipa rem dan BBK besutan Pengepul Mobil.

Di sisi lain, Ridwan Hanif tengah berkutat dengan pengerjaan kelir ulang bodi mobil dan instalasi audio. Baginya formula cat mesti diperhatikan supaya dapat menghasilkan warna glowing dan segar. Sedangkan audio ia menerapkan sistem audio SQL atau akronim dari Sound Quality Loud.
Prinsipnya, menggabungkan intensitas dari Sound Quality dengan output suara lebih kencang. Sehingga dapat menghasilkan kualitas suara kencang dan detail yang lebih baik. Ketika sistemnya bekerja, semua nada dari frekuensi rendah sampai tinggi terdengar seimbang.
“Sebetulnya SQL ini terbilang baru sih bagi gua, ditunjang dengan produk aftermarket dari Venom Indonesia. Ubahannya cukup untuk menyasar kemenangan kita saat audio challenge nantinya,” ucap Ridwan.
Serangkaian part aftermarket Venom Audio mengisi penuh ruang kompatemen bagasi belakang. Dari mulai Mid bass dan tweeter VL 6.2, Subwoofer VX 11-12 gede desain bagus, dan processor audio Venom Pandora VPR 3.4. Guna menunjang hasil maksimal dari segi audio, ditenagai juga oleh satu buah monoblock VL 300.

Tidak jauh berbeda, kesiapan mendandani sekujur eksterior Toyota Supra A80 sudah dirasa cukup. Formulasi khusus untuk material cat menghasilkan warna orange mengkilap. Untuk menguji kualitas warna cat, ia mencampurkan dengan basecoat orange supaya sesuai dengan warna kelir khas Toyota Supra milik Brian O’ Connor.
“Lihat nih, kalau aslinya dibuat lebih berkilau dan lebih halus dari warna metalik. Sekarang kita nunggu body kit sama spoiler supaya dapat meningkatkan kinerja aerodinamika mobil ini. Terakhir ornamen gambar bakal dibuat menggunakan decal sticker sudah cukup,” tuntas Ridwan.
Ingin tahu lebih lengkap mengenai proses pengerjaan mobil ketiga kontestan Modz Battle Season 2 “Furious Challenge”? Simak tayangan lengkapnya melalui link video di kanal YouTube Garasi Drift. Jangan sampai terlewat, tiap episode yang pastinya menambah keseruan dan edukasi di kanal YouTube Garasi Drift, Ridwan Hanif dan Pengepul Mobil tiap minggunya ya Member NMAA!

