Produk Indonesia Makin Mendunia: Karya Terbaru Karma 86 Bodykit Hadir di New Mexico!

0
- Advertisement -

NMAA News – Sejak awal pemunculannya di Tanah Air pada IMX 2018 dan berlanjut merambah pasar internasional dengan pengakuan kualitas dari para konsumennya, Karma Bodykit terus melebarkan sayapnya dan terus berekspansi ke berbagai negara. Produk pertama bodykit Karma saat itu langsung dibeli Delian, karib dari Kiki yang berdomisili di Bandung, Jawa Barat.

Sejak itu, lewat berbagai postingan di media sosial seperti di Instagram dan Youtube, sosok bodykit Karma terus menuai perhatian publik dalam dan luar negeri. “Sejak pemunculan perdananya, kami mulai optimalkan sejak Karma 01 dan 02 lewat media sosial. Kita bikin video dan share juga di IG serta Youtube, yang akhirnya mulai berefek pada lebih dikenalnya Karma bodykit,” tutur Kiki Anugerah, founder Karma Bodykit.

Perkembangan terus berjalan dengan kehadiran Karma di pasar internasional. Salah satunya seperti yang dilakukan akun Instagram @minnyshaggy pada Jumat (2/7/2021) yang menampilkan Toyota 86 miliknya yang kini sudah berganti jubah dari bodykit lamanya menjadi pengusung bodykit Karma. “My first rolling picture ever with the @karmabodykit, @tmr.media killing this,” ujar Shaggy dalam caption foto yang diunggah di akun IG-nya tersebut.

Akun IG @tmr.media merupakan fotografer profesional yang khusus disewa Shaggy untuk mengabadikan momentum spesial dalam perjalanan modifikasi Toyota 86-nya itu. Tentang cerita bagaimana Shaggy sampai menyewa fotografer khusus tersebut, nanti bisa diikuti cerita kisah uniknya di jelang akhir artikel ini.

Balik lagi soal tampilan perdana Toyota 86 dengan jubah aerodinamika Karma Bodykit. Begitu postingan Karma 86 kuning ini muncul, Shaggy sekaligus berkomunikasi dengan Kiki Anugerah, selaku founder dan pemilik produk Karma Bodykit. “Kebanggaan saya kali ini, terlebih pada sektor makin dipercayanya produk lokal oleh dunia internasional,” ungkap Kiki.

Nah, di sinilah poin paling utama dalam tampilan karya terakhir Karma Bodykit pada Toyota 86 Shaggy. Pasalnya, penampilan Karma Bodykit pada Toyota 86 milik Shaggy yang mendapat nomor registrasi produksi yang ke-22 ini memang hampir mirip dengan tampilan 86 Karma lainnya. Namun kendati sama, produk Karma terus mendapat respon luar biasa dari penggemarnya di berbagai negara.

Sehingga menurut Kiki, yang paling penting dari kemunculan unit Karma yang ke-22 ini, adalah semakin dipercayanya dan diakuinya produk lokal oleh publik penggemar modifikasi dunia. “Ini salah satu hasil dari tujuan yang kami harapkan di awal pemunculan Karma pada 2018. Kami ingin optimalkan kehadiran Karma Bodykit dengan berbagai kelebihannya,” cerita Kiki.

Paket bodykit yang dibeli Minny Shaggy ini berasal dari DSG Performance, distributor Karma yang berlokasi di Kanada, untuk pemasaran bodykit Karma di wilayah Amerika Serikat, Kanada, dan Amerika Selatan. “Untuk pemasarannya, respon terhadap Karma bodykit di pasar Amerika cukup besar. Dari 30 paket Karma bodykit yang sudah terjual hingga kini, sekitar 70 persen laris terjual di wilayah Amerika,” ungkap Kiki.

Khusus paket produk Karma bodykit ke-22 yang disematkan pada Toyota 86 milik Shaggy, menurut Kiki tidak ada perubahan detail desain, masih sama dengan dari seri produk sebelumnya. “Namun, Shaggy khusus melakukan personalisasi penambahan GT Wing. Meskipun di paket kami sudah tersedia pula duck tail, yang ternyata tetap dipasang di mobilnya. Jadi GT Wing itu bukan input-part dari kami, melainkan penambahan personal,” jelas Kiki.

“Alhamdulllah sampai sekarang kita sudah ada mengirim sekitar 30 kit untuk Toyota 86 yang terkirim ke sana sejak Karma bodykit muncul untuk seluruh benua Amerika, termasuk Amerika Selatan dan Kanada tentunya. Jadi memang sekitar 70 persen bodykit tersebut untuk pasar Amerika dan Kanada,” papar Kiki.

Ditambahkannya, dalam pengiriman paket lengkap Karma bodykit ini, menurut Kiki, sudah dilengkapi semacam manual book berisi petunjuk pemasangan secara detail. “Karena ongkos kerja untuk pemasangan bodykit di Amerika mahal, maka konsep bodykit Karma dibuat secara simpel yang memudahkan orang awam penyuka ngoprek bisa memasangnya secara personal. Tidak perlu pasang di bengkel yang ongkosnya mahal,” ujar Kiki.

Untuk pilihan velg, menurut Kiki diserahkan ke si pemiliknya, hendak memakai velg produk apa dan modelnya sesuai selera masing-masing. Namun di buku manual petunjuka pemasangan, Kiki juga melampirkan ukuran velg yang pas dengan fitment bodi. Berikut panduan aplikasi ukuran velg-nya:

Front rims 18 x 11 (inner 5,5” and lip 5,5”)
Rear rims 18 x 12 (inner 5,5” and lip 6,5”)
Front rims et -25
Rear rims et – 35
PCD 5 x 100

Tak heran, kalau mereka yang membeli juga biasanya memasang sendiri. Karena paket bodykit Karma ini setiap pembeliannya sudah disertakan manual book untuk petunjuk pemasangannya secara detail. “Nah dengan pemasangannya sendiri ini, mereka lakukan sambil nge-vlog. Jadi secara tak langsung produk saya ini juga terbantu oleh vlog-vlog mereka ini. Itupun tanpa aku minta, jadi mereka rata-rata inisiatifnya sendiri bikin vlog,” ujar Kiki.

Setelah pemasangan bodykit Karma tidak bermasalah, maka problem utama selanjutnya menyoal pengecatan. “Karena selain pemasangan, proses pengecatan di luar negeri seperti di Amerika juga rata-rata mahal karena membayar tinggi tenaga catnya, bukan ke proses ngecatnya. Solusinya, dengan cat dasar yang ada, mereka langsung melapisnya dengan wrapping stiker yang lebih murah dan praktis,” jelas Kiki.

Sementara ini penjualan Karma Bodykit selain di Kanada dan Amerika, juga di Australia dan Cina serta Indonesia tentunya. “Untuk respon tentunya luar biasa, dilihat dari berbagai email masuk dari penjuru dunia. Ada beberapa negara lain yang masih diproses dulu dan belum bisa disebut di sini. Termasuk kita juga masih mencari distributor untuk negara lainnya,” tambah Kiki.

Untuk pasar Eropa, Karma Bodykit juga sebenarnya sudah ada beberapa kontak yang berminat. Namun masih terkendala karena biaya shipping ke Eropa masih cukup mahal. Apalagi sejak tahun lalu ikut terkena badai pandemi, yang membuat mereka membuat perhitungan kembali.

Satu hal membanggakan Kiki dari produk Karma Bodykit-nya, adanya ungkapan apresiasi dan respon positif sangat kuat dari kastemernya. Indikasinya, yang dilakukan mereka guna memperlihatkan mobilnya secara optimal di lini masa media sosial. Karena mereka sudah melihat instagram Karma dengan berbagai fotonya yang menarik dan hi-res, membuat mereka seperti tidak ingin kalah.

“Mereka sampai menyewa fotografer khusus memotret mobilnya. Jadi mereka yang dari sama sekali gak kenal fotografer, akhirnya tergerak menyewa fotografer untuk mengabadikan mobilnya yang keren itu. Jadi mereka ingin hasil fotonya juga seciamik kayak mobilnya. Tak hanya itu, cara ini kan juga bukti apresiasi mereka terhadap hasilnya,” tutur Kiki.

Hal tersebut seperti yang dilakukan Shaggy. Seperti diungkap di awal, ia sampai menyewa fotografer profesional dengan akun IG @tmr.media. Dari sini, menurut Kiki, memperlihatkan besarnya antusiasme mereka untuk turut mem-branding bahwa produk lokal anak negeri diterima dan dibanggakan di luar negeri. Sehingga mereka ingin kualitas fotonya pun setara kualitas foto di IG Karma. “Mereka sampai sewa fotografer, tanpa kami suruh. Apalagi saya tetap menjaga hubungan dengan kastemer Karma dari mulai beli hingga sudah dipakai.”

Bahkan dari obrolan yang mereka lakukan di DM IG, karena mereka tahu saya founder-nya Karma, maka di obrolan tersebut, mereka banyak bilang kalau sebelumnya di mobil modifikasi sebelumnya mereka belum pernah sampai meng-hire fotografer profesional seperti ini. “Nah khusus buat Karma, mereka rela meng-hire fotografer. Karena, mereka kan terbantu, ter-boosting juga dengan mereka posting lalu mendapat follower, karena pas kita posting, mereka bisa dapat follower banyak dan seterusnya. Jadi sama-sama diuntungkan,” ucap Kiki.

Menurut Kiki, dengan meng-hire khusus fotografer ini menandakan mereka selain puas juga bangga akan produk yang dipakainya. Nah hal seperti ini yang membuat dirinya jadi senang. Karena kepuasannya pasti beda, ketika orang memakai produk lokal dengan bangga, di negeri yang jauh dari tempat asalnya.

Malah tanpa disuruh, mereka juga menempelkan stiker Karma bodykit besar di bodi dan kaca mobilnya. Padahal pihak Karma tidak ada sama sekali menyuruh seperti itu. Ini menandakan kebanggaan mereka memakai produk Karma. Sayangnya,esensi atau makna perlakuan mereka terhadap produk lokal, justru tidak hadir di negeri ini.

“Di Indonesia banyak yang memakai bodykit Karma, namun tidak menyematkan stiker Karma sebesar seperti yang mereka perlihatkan di luar negeri. Ini jadi seperti; di luar aja mereka bangga lho, masa di sini tidak bangga pakai stiker Karma? Bukannya kami ingin diakui, tidak-bukan itu, tapi bagaimana cara mereka di luar bisa menghargai produk lokal kita dengan berbagai kelebihannya. Itu yang patut diapresiasi dan dihargai bersama,” pungkas Kiki menutup obrolan di akhir pekan yang cerah ini. Bravo Karma!

Foto: IG @tmr.media, IG @minnyshaggy, IG @karmabodykit

 

 

 

 

- Advertisement -