NMAA News – Pemerintah Indonesia telah menyarankan agar masyarakat mengurangi aktifitas di luar ruangan untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19. Aktifitas bepergian pun sebaiknya dihindari jika tidak terlalu penting pada masa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Bali.
Namun, hingga saat ini jamak ditemukan sebagian yang masih melakukan rutinitas berkendara.
Selain membersihkan komponen interior menggunakan cairan pembersih, salah satu langkah menjaga higienis di sektor kabin diantaranya melakukan treatment asap atau fogging interior. Karena, bagian dalam kabin ini kerap menjadi tempat bersarangnya virus dan bakteri, terutama sejumlah komponen yang langsung bersentuhan dengan tangan. Seperti handle pintu, setir, shift knob, kaca, hingga jok mobil.
Treatment fogging dapat meningkatkan higienitas di dalam kabin mobil. Terlebih, tingginya kadar polusi dan radikal bebas tentu berdampak pada kesehatan pengendara. Juga kondisi interior mobil yang cenderung lembab semakin mempercepat pertumbuhan bakteri dengan cepat.

Fogging mobil dapat meminimalisir perkembangan virus dan bakteri di sektor kabin. Juga mampu mengurangi aktivitas bakteri dan jamur, menghilangkan penumpukan koloni bakteri, mengurangi bau tidak sedap di dalam mobil, juga dapat mengurangi penyebaran virus Influenza (HFMD, H1N1, SARS).
Cara kerja alat fogging tersebut yaitu menyuplai asap ke seluruh bagian interior, secara perlahan asap fogging keluar melalui kisi-kisi AC dan menyebar ke seluruh sudut interior. Terlebih komponen AC merupakan sektor terpenting mengembuskan udara sehat dan bersih. Mesin Fogging dengan label BT-828 Ultrafine Mist bekerja selama 15 menit menyebarkan asap ke seluruh bagian kabin hingga sudut yang sulit dijangkau.
Asap fogging tersebut biasanya berasal dari cairan Ultra Mist Liquid yang didasarkan komposisi waterbase. Kandungan asap fogging berbahan waterbase ini sudah teruji secara ilmiah secara efektif dapat membunuh virus dan kuman di interior, juga aman untuk anak-anak.


