
NMAA News – Mazda RX-7 hadir sebagai unit kendaraan sport di era 1990-an. Hingga kini kiprahnya sebagai mobil JDM tak usah diragukan lagi. Terutama generasi kedua, RX-7 FC yang dirilis pada 1985 silam.
Di bawah kontrol dari tim desain Mazda, Akio Uchiyama riset dan pengembangan penerus Mazda RX-7 generasi pertama mulai dikonsepkan. Alhasil, tim desainer menghadirkan unit sportcar dua pintu (Coupe) Mazda FC yang terinspirasi dari Porsche, 924 dan 944.
Generasi kedua ini juga hadir dengan improvement baru. Dari mulai sistem steering rack dan pinion, dan suspensi belakang independent. Sektor mesinnya juga mengelami ubahan mengandalkan mesin rotor ganda berkode 13B-VDEI. Secara performa, mesin baru ini mampu merilis tenaga 146 HP dilengkapi twin-scroll turbo untuk mengurangi lag.

Memasuki 1988, Mazda membuat gebrakan dengan menjual versi convertible bernama FC3C. Tentu saja, model satu ini hadir dengan atap terbuka meski dijual secara terbatas dalam waktu singkat. Hingga pada 1992 generasi FC akhirnya disetop untuk diganti dengan penerus trah selanjutnya di unit Mazda RX-7 FD.
Meski terbilang langka, Mazda RX-7 FC3C ternyata dimiliki oleh salah seorang builder sekaligus petrolhead asal Pekanbaru, Riau, Sumatera Utara. Ya, Mobil sport berkelir putih dengan atap convertible tersebut merupakan milik Pak Petani. Bahkan, sempat termasuk dalam deretan NMAA Top 10 Pekanbaru di gelaran Road to IMX 2021: Virtual Stage Pekanbaru minggu lalu.
Melalui unggahan di kanal YouTube Pengepul Mobil, Reagan menunjukan Mazda FC3C asal Pekanbaru tersebut. Dibalik posisi Reagan saat menjelaskan unitnya, tampak muncul kerumunan massa berduyun-duyun menyiapkan mobilnya masuk ke sebuah diler.
“Setau kami dari tim Pengepul Mobil, Mazda FC di Indonesia itu ada 4 unit. Satu yang kita punya dengan modifikasi khas serial Initial D, nah ini satu lagi. Sedangkan dua unit lain kita belum pastikan, yang jelas ada di Indonesia juga,” buka Reagan.

Unit Mazda FC3C tersebut tentu merupakan mobil langka yang populasinya di dunia begitu minim. Secara tampilan masih terlihat segar, hanya sudah disentuh beberapa ubahan untuk mengimbangi sejumlah part yang mulai menua.
“Paling terlihat, atap convertible ini asalnya digerakan oleh motor elektrik, lalu sempat diganti manual. Akhirnya Pak Petani ganti lagi pakai motor elektrik,”ujar Reagan.
Lalu, identitas yang membedakan versi FC versi JDM yaitu dengan munculnya airscoop pada kap mesin. Sedangkan versi Amerika justru hanya mengekspos kap mesin saja.

Tampilan eksterior depan terbilang orisinal berkat lips depan. Sedangkan bumper belakang diapit dua buah muffler knalpot. Kemudian, lampu depan versi pop-up juga dapat dibuka dengan mudah yang mampu menyembunyikan lampu kaca berwarna biru.
“Padahal bisa aja ini warna lampunya jadi kuning sih,” lanjut Reagan.
Salah satu ciri khas Mazda FC3C terletak pada area pintu. Versi convertible ini memiliki setengah bagian frame pintu tanpa kehadiran pilar B dan pilar C. Lalu, FC3C memiliki lekuk bagasi, berbeda dengan FC3S dengan mengekspos tampilan sedan liftback. Bisa dipastikan sejumlah lis kaca, per, maupun karet-karet barunya tersebut dibuat secara custom.

Memasuki ruang interior, tampilan utuh tampak resik sesuai dengan kondisi asli. Dari mulai dasbor, doortrim, plafon, panel interior, dan bangku jok lansiran Mazda Speed. Tapi, masih ada beberapa area interior yang perlu perbaikan khusus. Semisal cover leher pada area setir kemudi dan jarum indikator juga belum sempat diperbaiki.
“Ada beberapa perbaikan khusus buat mobil ini. Misalnya, master kopling yang terasa berat kalau diinjak. Ya, supaya bisa nyaman dipakai jalan,” ungkap Reagan.

Di ruang kompartemen mesin, kini jantung mekanis diganti oleh mesin Lancer Evo. Mengenai detail lebih lengkap, belum dipastikan jelas. Pastinya Konfigurasi tersebut juga sudah disesuaikan dengan ruang mesin bawaan Mazda FC. Setelah kurang lebih empat hingga lima bulan jongkrok di bengkel, Reagan mengaku senang usai mobil ini bisa dinyalakan lagi.
“Dari semua sektor yang mesti dibetulkan sih bawa aja ke Jakarta. Ke Pengepul Workshop bisa beres nih. Paling mobilnya enggak balik lagi,” kekehnya di menit-menit terakhir video.

