Ditunjuk Jadi Distributor Resmi, Fokus Pertama WMAP Menjual W5 Versi Setir Kiri di Negara Asia Pasifik

0
- Advertisement -

NMAA News – Dalam perjalanannya dari Shanghai untuk menghadiri pembukaan distributor baru Weltmeister (WM) Motor di Filipina, mobil listrik Weltmeister W5 bersosok SUV ini sengaja dimampirkan lebih dulu ke Indonesia oleh PT WM Motor Asia Pasifik (WMAP) selama beberapa hari.

PT WMAP merupakan bagian dari HASCAR International Motor yang ditunjuk menjadi distributor Asia Pasifik produk Weltmeister Motor (WM) dan berkantor di Gedung HASCAR, Warung Jati Barat, Jakarta Selatan. Persinggahan W5 Battery Electric Vehicles (BEV) ini ke Jakarta merupakan bagian pengenalan produk lebih detail ke punggawa WMAP.

“Untuk kali pertama ini, WMAP sudah ditunjuk sebagai distributor resmi Weltmeister dan awalnya akan fokus pada ekspor mobil-mobil EV setir kiri yang pasarnya di Asia Pasifik tidak terlalu besar. Semisal pasar kendaraan di Asia Pasifik ada 4 juta unit, maka pasar setir kiri hanya sekitar 10 persennya atau sekitar 400 ribuan unit saja,” tutur Yedi Sondy, Director & CEO PT WM Asia Pacific (WMAP).

Menurutnya, pangsa pasar W5 setir kiri ini menjadi penetrasi awal pihaknya untuk masuk ke beberapa negara Indocina seperti Vietnam, Myanmar, Kamboja, Laos, hingga Filipina. Ada juga beberapa negara kepulauan Pasifik lainnya seperti Kaledonia Baru, Polinesia, dan lainnya.

Terlebih lagi, kondisi geografi di negara kepulauan Pasifik tersebut sangat mendukung kendaraan listrik. “Negara-negara kecil ini justru sesuai dengan segmen kendaraan listrik sebagai first car buyer. Secara wilayahnya kecil dan jarak jalannya pendek=pendek, sehingga sesuai dengan jarak tempuh mobil listrik,” jelas Yedi.

Begitu pula seperti di Filipina dengan ibukotanya Manila yang terletak di Pulau Luzon, pulau terbesar dan berada di paling utara Filipina. “Untuk pulau Luzon itu saja, jarak dari ujung ke ujung tidak lebih dari 250 km. Sementara jarak jelajah Weltmeister W5 mencapai 450km. Jadi sangat mendukung dan sesuai jarak tempuh kendaraan listrik kami,” ucap Yedi.

Menurut Yedi, setelah skema distributor Asia Pasifik ini berjalan, pihaknya akan mengembangkan produk Weltmeister sesuai kebutuhan dalam negeri. Porsi pengembangannya akan dibuat dalam model berbeda dan sudah ada model line up-nya, termasuk pengembangan model setir kanan.

Ditambahkannya, untuk skema pertama WMAP ini akan menjalankan fungsinya semacam trading company yang akan menyalurkan model WM Motor yang diproduksi di Cina dengan setir kiri ini ke beberapa negara dengan setir kiri pula. Apabila sudah lancar dan terpola jumlah penjualannya, WMAP berencana melakukan lokalisasi produk di Indonesia.

Lokalisasi produk ini selanjutnya akan memanfaatkan skema ASEAN Free Trade yang akan diikuti free trade dengan negara lain non-ASEAN seperti Jepang, India, Korea dan lainnya. Free trade ini memang bergantung pada masing-masing negara yang bekerjasama. Indonesia, sudah menjalin kerjasama tersebut.

“Kalau kita punya lokalisasi di sini, pola penjualannya akan lebih atraktif. Semisal, Filipina bila mendatangkan kendaraan dari Cina dia akan terkena import duty-nya sebesar 30 persen dari harga dasar mobil. Sementara bila masuk dari Indonesia akan nol persen. Nah aspek kompetitif ini yang akan kita jalankan,” pungkas Yedi.

Foto: Octo/NMAA

 

 

 

 

 

- Advertisement -