Sekawanan Bebek Dapat Hunian Layak di Pabrik Rolls Royce

0
- Advertisement -

NMAA News – Merek kendaraan merah Rolls-Royce seperti yang kita kenal deretan unit kendaraan untuk mobilitas para eksekutif. Selain merupakan simbol, pabrikan asal Inggris ini juga menawarkan seabrek fitur canggih di setiap mobil produksi mereka.

Tapi, siapa kira di tengah riuh-rendah aktivitas produksi kendaraan, Home of Rolls-Royce di Goodwood, Inggris menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi sekawanan bebek. Terhitung sebanyak 15 ekor bebek kini dibiarkan hidup dan berkeliaran di lingkungan pabrik;.

Apalagi kondisi lingkungan di Goodwood masih tergolong asri dengan lebatnya pepohonan dan ketersediaan air, bagi para bebek sudah cukup untuk keseharian mereka.

Foto: Rolls-RoyceKetujuh anak bebek itu kabarnya sedang menantikan indukan mereka meski tak kunjung datang. Akhirnya ketujuh anak bebek itu akan diserahkan ke Rumah Sakit Satwa Liar Brent Lodge setempat di Sidesham, tempat hewan-hewan terlantar ditampung.

Selama beberapa bulan, bebek dipantau oleh dokter hewan, dan ketika mereka dewasa, diputuskan untuk membawa mereka kembali ke pabrik Rolls-Royce di Goodwood.

Lebih dari itu, kawanan bebek itu ditingkatkan menjadi 15 ekor. Delapan bebek lagi yang tumbuh di klinik yang sama, ikut serta dibawa.

Artinya, manajemen Rolls-Royce tak hanya mengambil kembali ketujuh anak bebek liar tanpa induk itu tapi juga mengadopsi delapan ekor lainnya di klinik itu. Mulia.

Menghadirkan hewan di sebuah ekosistem pada dasarnya ikut menyehatkan ekosistem itu sendiri dan tampaknya Rolls-Royce menyadari itu.

Program Lingkungan
Inisiatif ini merupakan bagian dari program lingkungan Rolls-Royce, sama seperti peternakan lebah yang dibuka beberapa tahun lalu. Sarang-sarang itu sekarang menjadi rumah bagi lebih dari 250 ribu lebah yang mengumpulkan nektar dan serbuk sari dari taman atap yang unik.

Lokasinya di Taman Nasional South Downs dan beberapa lokasi dekat situ. Baru-baru ini, perusahaan mencari sukarelawan untuk pekerjaan suka rela di lingkungan.

Mereka yang turun ke lapangan tidak diberi gaji, tetapi ada lebih dari cukup pengalaman berharga dalam hidup.

- Advertisement -