NMAA News – Pada Juni lalu pabrikan kendaraan asal Jerman Mercedes Benz menghadirkan penyegaran untuk model GT empat pintu. Selain menyasar tampilan, tenaganya kian meningkat dari sebuah mesin V8 4.0 liter twin-turbo yang mampu menggelontorkan hingga 630 Hp.
Tapi, jika output tenaga tersebut masih dirasa kurang sentuhan tangan AMG bisa diandalkan. Pastinya Mercedes-AMG selaku in house tuner juga mencoba lengkapi opsi performa untuk puaskan hasrat para penyuka kecepatan.
Melalui lini produk AMG GT 63 S E-Performance, raksasa otomotif Jerman tersebut akhirnya mengungkap produk terbaru untuk menggoda para speedgoers berkantung tebal! Tentu saja, mobil ini bukanlah pilihan logis jika hanya digunakan harian.

Secara konsep sebuah coupé mewah berpenampilan agresif dilahirkan. Padahal di sisi lain, GT 63 SE punya kenyamanan wahid pada ruang interior, sedangkan eksterior warna merah seolah memberi kesan bringas dan tampilan grill lebarnya. Yup, mobil ini memanglah sebuah opsi lain di tengah gempuran mobil listrik, atau obituari hypercar konvensional.
Bagaimana tidak, sektor jantung mekanisnya merupakan perpaduan mesin bakar dan sistem penggerak hybrid di unit GT 4-Door Coupe kembali mendapat peningkatan. Komposisi mesin V8 4.0 liter twin-turbo dipadu motor listrik sanggup menghasilkan tenaga hingga 843 Hp!
Output tenaga yang diklaim paling liar dari deretan model AMG yang pernah ada memiliki torsi berlimpah hingga 1.470 Nm. Kemampuan akselerasinya dari diam hingga 100 Kpj hanya membutuhkan waktu 2,9 detik lebih cepat daripada GT Black Series Coupe (3,1 detik). Sedangkan raihan angka topspeed bisa mencapai 196 Kpj.

Tim insinyur di Affalterbach bekerja sama dengan bengkel mesin Formula 1 milik Mercedes-AMG di Inggris untuk membuat paket baterai yang kuat namun ringan. Terciptalah baterai berbobot 196 pon (89 kilogram) yang sanggup menghasilkan 204 dk (152 kW).
Bergabung dengan mode drive yang sudah tersedia pada model GT 53 dan GT 63 – Comfort, Sport, Sport Plus, Race, dan Slippery – mode drive Electric baru memungkinkan S E-Performance untuk melaju dengan daya baterai murni pada kecepatan hingga 81 mil/jam (130 km/jam).
Menyeimbangkan performa bengisnya, sektor deselerasi juga ikut dibenahi. Terdapat sistem pengereman regeneratif empat tahap. Dari Level 0 (terlepas) hingga Level 3 (mengemudi satu pedal), dengan mode regeneratif track-only khusus performa.

Supaya lebih nyaman mengemudi, GT 63 S E-Performance juga dibekali AMG Ride Control plus, yang mencakup suspensi adaptif dengan sistem peredam udara. Pengaturan suspensi dapat disesuaikan secara individual dari mode berkendara, atau secara otomatis menyesuaikan tergantung pada mode.
Dari sisi tampilan, hampir tidak ada perubahan signifikan jika dibanding GT 63 biasa. Tapi, cukup polesan minimalis saja sebagai pembeda. Tampilan bumper depan mengadopsi model GT coupe, model grill Panamerica, ventilasi udara lebar, dan guratan sporty pada kap mesin. Sedangkan opsi pelek kini bisa dipilih antara lingkar diameter 20 inci maupun 21 inci.
Memasuki ruang interior terdapat infotainment MBUX, dan setir dua palang dilengkapi tombol feedback haptic baru. Sedangkan secara menyeluruh, desainnya tidak jauh beda dengan versi GT 63 biasa. Adapun, harga sebuah S E-Performance diprediksikan tembus hingga sekira 200.000 USD atau setara Rp 2,85 miliar.

