4 Filosofi Ini Perkuat Karakter Produk Toyota GAZOO Racing di Indonesia

0
- Advertisement -

NMAA Newstorial – Kehadiran Toyota GAZOO Racing di Indonesia tidak lepas dari keberadaan filosofi yang memperkuat karakter produk sekaligus menjiwai setiap aspek detail varian Toyota GAZOO Racing (TGR) di Indonesia. Pihak Toyota sendiri berupaya mewujudkan komitmennya dengan menghadirkan ever-better cars dengan berpartisipasi aktif di berbagai ajang motorsport dunia.

Toyota meyakini bahwa tantangan dan tekanan yang dihadapi selama berkompetisi di ajang motorsport dapat meningkatkan skill dan insting para insinyurnya dalam memahami batasan produk yang digunakan sehingga dapat meningkatkan kualitas dari produk tersebut ke depannya.

“Kami selalu coba menghadapi tantangan baru dan berjuang untuk perubahan, dengan visi menciptakan mobil yang menyenangkan dikendarai, sehingga pengemudi tidak ingin berhenti. Sebuah mobil yang akan disukai banyak orang selama 100 tahun ke depan. Setelah 6 tahun resmi berdiri dan berkompetisi di berbagai ajang motorsport global, kami hadirkan TOYOTA GAZOO Racing untuk masyarakat Indonesia,” kata President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Susumu Matsuda.

Untuk mencapai visi tersebut, TOYOTA GAZOO Racing (TGR) menetapkan empat filosofi dasar yang menjadi jati diri sekaligus memperkuat karakter semua varian TGR yang dipasarkan.

Filosofi pertama, Roads Build People and People Build Cars. TGR percaya ada begitu banyak jenis jalan di seluruh dunia. Masing-masing menantang TGR untuk menjadi lebih kuat dan lebih pintar. TGR percaya bahwa jalan adalah guru terbesar yang membantu mengasah indra untuk membangun mobil dengan benar.

Kedua, The Harsh Environment of Racing. Lingkungan balapan sangatlah keras. Oleh karena itu, merupakan tempat latihan yang ideal bagi TGR. Dalam lingkungan sangat ekstrim, banyak kejadian tak terduga terjadi dan keputusan sepersekian detik harus dibuat. Pengalaman tersebut, menantang dan menginspirasi TGR untuk belajar sampai batas kemampuan untuk mendukung perngembangan mobil yang semakin baik.

Ketiga, Dialogue with The Road. Tidak hanya melihat dan menguji mobil di berbagai permukaan jalan yang berbeda, TGR juga berdialog dengan jalanan. Dari jalanan pegunungan membekukan hingga jalur sangat panas melintasi gurun, di tikungan berkelok-kelok dan jalan lurus tidak berujung, di atas permukaan halus dan medan berbatu, TGR berdialog dengan semua jenis jalan menantang, menginspirasi, dan mengajari TGR membuat mobil lebih baik.

Keempat, Driver-centric. Pengemudi merupakan fokus utama sebuah pengembangan kendaraan. TGR menciptakan mobil yang dapat dikendalikan dan membuat pengemudi merasa nyaman. Di belakang kemudi, pengemudi berkomunikasi dengan kendaraan menggunakan semua indra. Umpan balik pengemudi membantu TGR membuat ever-better cars.*

- Advertisement -