NMAA News – Belakangan ini sesuai prediksi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) intensitas curah hujan semakin meninggi di beberapa wilayah Indonesia. Masuk musim hujan ini, maka komponen ban harus mendapat perhatian lebih, karena menyangkut kestabilan handling saat menerjang genangan air, hingga untuk tetap mendapatkan traksi optimal saat jalanan basah terguyur hujan lebat.
Berikut beberapa langkah dan cara yang harus diperhatikan dan dilakukan saat memeriksa kondisi ban. Terutama untuk kendaraan MPV yang populasinya paling banyak di negeri ini.
Ban Harus Dirawat di Musim Hujan
Kewajiban merawat ban mobil terkait dengan tugasnya yang sangat penting, yakni menopang berat mobil, melajukan dan menghentikan mobil, serta mengendalikan arah mobil di jalan. Ban juga mempunyai peran dalam meredam getaran yang diterima oleh mobil bersama sistem suspensi.
MPV yang diandalkan untuk berbagai kebutuhan, menuntut kinerja ban tinggi. Sedikit saja ada masalah, seperti mobil mengalami aquaplaning sementara telapak ban aus, kecelakaan mudah terpicu. Tentunya pemilik kendaraan tidak mau masalah tersebut terjadi.
Cek Tekanan Udara Ban
Prioritas utama yang wajib dilakukan adalah memeriksa tekanan udara ban, setidaknya seminggu sekali. Tekanan udara ban yang sesuai rekomendasi pabrikan memastikan telapak ban mobil memperoleh grip atau menapak aspal dengan optimal di musim hujan. Daya cengkeram pas, membuat ban mobil Avanza dapat menjalankan tugasnya, baik di jalan licin atau tergenang air akibat hujan.
- Periksa Alur Telapak Ban
Langkah memeriksa alur telapak ban bisa dilakukan bersama dengan memeriksa tekanan udara ban. Kedalaman alur telapak ban ditandai tonjolan di alur ban yang diberi nama Tread Wear Indicator (TWI).
Pemilik kendaraan wajib mengganti ban bila tanda tersebut sudah sejajar tinggi telapak ban. Letak TWI yang ada di beberapa titik ban merupakan gambaran mengenai tingkat keausan ban. Jika tidak merata, mungkin ada masalah di sektor suspensi atau kemudi.
- Inspeksi Dinding Ban
Pemilik kendaraan bisa menginspeksi dinding ban dari potensi rusak seperti sobek atau benjol. Tidak ada toleransi, ban mobil yang dindingnya rusak harus segera diganti baru. Biasanya ban mobil benjol akibat tekanan udara kurang kemudian menabrak benda keras seperti batu, trotoar, dan lubang sehingga dinding ban menekuk membuat benang di samping ban putus.
- Waspada Pelek Mobil
Tugas pelek terbilang berat lantaran menopang kinerja ban mobil. Jika terdeteksi masalah seperti bibir pelek pecah, hampir bisa dipastikan ban mobil telah mendapat tekanan sangat berat dan berpotensi rusak. Pelek rusak juga membuat keseimbangan ban berubah, bahkan jika terlalu berat harus mengganti pelek mobil.
- Rotasi Ban Mobil
Rotasi membuat seluruh ban dapat ‘merasakan’ tugas yang sama sehingga tingkat keausan ban ikut merata. Terutama ada kecenderungan telapak ban depan lebih cepat aus lantaran memegang tugas paling besar saat mobil bergerak.
Proses rotasi ban ikut melibatkan ban cadangan karena ukurannya sama dengan ban standar. Si pemilik kendaraan dapat melakukan rotasi ban dengan mudah di bengkel terdekat atau bengkel resmi sesuai merek kendaraan Anda.
- Spooring dan Balancing
Spooring mengembalikan sudut geometri seluruh ban agar sesuai ketentuan pabrikan dan memastikan kaki-kaki mobil, baik suspensi maupun kemudi, bekerja dengan baik. Sementara balancing menyeimbangkan keempat roda sehingga dapat berputar dengan baik tanpa vibrasi yang mengurangi kenyamanan berkendara.


