NMAA News – Pada umumnya, car enthusiast kerap merasa bosan dan. Tak heran, jika banyak di antara para pehobi otomotif khususnya mobil kerap berganti konsep modifikasi.
Hal serupa juga dirasakan Influencer Otomotif Ridwan Hanif. Setelah mengikutsertakan unit roadster Honda S660 di ajang Cabriolet Challenge, ternyata Founder dibalik produk aftermarket RH Performance tersebut menginginkan mobilnya tampil beda.
Mendapat inspirasi dari edisi spesial Honda S660 Trad Leather Edition, Ridwan mencoba berkreasi dengan sentuhan ringan pada bagian eksterior. Terpenting bisa ditempuh tanpa merusak warna bodi aslinya.
View this post on Instagram
Melalui unggahan Reels di akun Instagram @ridwanhr, model roadster kompak tersebut kini memancarkan kesan mewah dan elegan. Tidak jauh berbeda dengan versi S660 Trad Leather Edition dan Bruno Leather Edition.
“Mobil ini sudah dipakai sekitar setahun lebih. Mulai deh agak bosen sama tampilannya. Dari sini mulai muncul ide buat bikin eksteriornya makin fresh. Tapi masih tetep punya pakem asli dari Jepang,” ujar Ridwan Hanif saat dihubungi NMAA Media, Sabtu (30/10).
Di antara dua pilihan warna eksterior Honda S660 tersebut, Ridwan lebih tertarik untuk menghadirkan warna khas dari S660 Trad Leather Edition. Menariknya, warna tersebut juga tampak senada dengan warna ikonis British Racing Green yang identik dengan dunia motorsport 1900an.

Menariknya, Influencer dan pembalap Kurang Dana Racing Team (KDRT) tersebut tidak menempuh proses kelir ulang menggunakan sederet produk cat. Selain harganya cukup mahal, prosesnya juga memakan banyak waktu.
“Jadi, dari pertimbangan tersebut akhirnya lebih memilih bahan pelapis PPS (Paint Protection Sticker). Memadukan konsep Paint Protection Film (PPF) dan wrapping sticker. Selain bisa ganti warna, juga memiliki kemampuan melindungi permukaan bodi,” jelas Ridwan.
Secara teknis, Paint Protection Film (PPF) bersifat melaminasi bodi mobil menggunakan lapisan film tebal. Karena sifat lapisan film ini lentur, maka bisa melapisi setiap lekukan nat bodi dengan sempurna. PPF juga membuat tampilan cat mobil terlihat lebih basah dan ‘deep’. Sedangkan wrapping sticker bertugas mengganti warna eksterior mobil.
“Selain bisa ganti warna PPS ini juga punya keunggulan melindungi. Hasilnya pun sama seperti hasil cat ulang,” papar Ridwan.
“Dari segi perawatan, memang sedikit berbeda dengan hasil sticker biasa. Jadi, kalau ditemukan baret atau halus tetep harus di coating lagi,” lanjut Ridwan.

Sedangkan jika terdampak resiko di jalan sepeti tabrakan atau stone chip masih bisa direvisi hanya satu panel tersebut. Tanpa mengorbankan lapisan cat asli, PPS juga tahan terhadap cuaca dan melindungi bagian bodi yang sudah dilapis.
“Hasilnya memang mirip dengan cat, kalau dilihat dari beberapa angle juga ada gradasi ke warna gelap. Jadi, pasang PPS tidak perlu menunggu waktu lama untuk repaint , karena repaint juga membutuhkan anggaran yang cukup besar. dibikin semirip mungkin dengan cat,” lengkapnya.
Proses pemasangan PPS ke sekujur bodi Honda S660 memakan waktu sekitar 3 sampai 7 hari tergantung kondisi bodi mobil. Sebelumnya, diharuskan juga melakukan sejumlah persiapan supaya lapisan PPS bisa membungkus bodi mobil dengan sempurna.
“Sebelum proses membungkus (wrapping), bodi mobil harus menempuh proses paint correction dengan cara poles biar cat bersih dan halus. Jadi ada proses restore dulu sebelum wrapping. Hal ini supaya lapisan sticker PPS dapat membungkus sempurna, tidak bergelombang misalnya,” urai Ridwan.
Namun, seluruh proses modifikasi di unit Honda S660 tersebut dilakukan di workshop Autonetwrap yang juga berkolaborasi dengan Builder mobil JDM, Pengepul Mobil. Sedangkan sejumlah produk wrapping sticker dan PPF disuplai dari produk Max Decal Indonesia.
Sampai sejauh ini Ridwan belum mengungkap lebih jauh jika produk tersebut akan dirilis ke publik.
Ikuti terus kabar terbaru melalui Instagram @ridwanhr, Stay Tune!

