NMAA News – Meski belum diterapkan secara penuh di sejumlah negara. Tren elektrifikasi dengan misi ‘menyelamatkan’ ekologi di masa depan tentunya menjadi alternatif bagi lini produk kendaraan modern.
Seiring evolusi kendaraan, mulai banyak perusahaan melirik powertrain listrik. Tak tanggung-tanggung, sederet model kendaraan mengalami transisi cukup masif menggunakan tenaga listrik. Terlebih menjadi bagian dari strategi luas untuk menjadi pabrikan carbon neutral dan membantu menyelamatkan lingkungan.
Padahal, perubahan tersebut bisa mengancam sejumlah pekerjaan sejumlah pihak. Tidak sedikit publik yang belum siap dengan perubahan serba cepat. Melihat kondisi tersebut, Toyota, Mazda dan Subaru bekerjasama tetap mengandalakan mesin konvensional di lini produk mereka.

Tiga produsen mobil asal Jepang ini bergabung dengan Kawasaki dan Yamaha untuk mengeksplorasi pilihan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan. Supaya dapat menjaga mesin pembakaran tetap hidup sembari memerhatikan netralitas karbon.
Guna mengupayakan netralitas karbon terlebih dulu Mazda membekali versi plug-in hybrid (PHEV) di jajaran model kendaraan baru mereka, semisal Mazda MX-30. Persiapan terdekat ini bagi pabrikan Mazda adalah mengikuti ajang balap Super Taikyu Race Q class di Okayama, Jepang. Kabarnya, Mazda akan membekali mobil balap konsep mereka dengan mesin diesel SkyActiv-D 1.5 liter biomass.

Sedangkan Subaru dan Toyota tengah disibukan dengan pengembangan mobil berbahan bakar sintetis carbon neutral dari biomass. Nantinya, mobil balap konsep mereka juga akan turun di kelas ST-Q di ajang balapan yang sama.
Pihak Subaru menyebut akan berencana menurunkan BRZ untuk disandingkan dengan Toyota GR86 berbahan bakar sintetis. Wah, seperti apa ya pengembangan mesin terbaru para pabrikan asal Jepang tersebut?

