NMAA News – Sebelum mengundurkan diri dari jabatannya, mantan CEO McLaren, Mike Flewitt sempat mengatakan jika McLaren tidak akan ‘latah’ memproduksi model SUV. Berbeda dengan sejumlah kompetitor mereka.
Perkataan Levitt memang benar adanya hingga hari ini. Tapi, bagi divisi McLaren tidak itu sama sekali tidak berlaku. Lantaran sebuah SUV Off-road bertenaga listrik tengah disiapkan untuk menjajal musim kedua kompetisi Extreme E series.

Dibalik tampilan gaharnya, SUV listrik ini akan ditangani langsung oleh pembalap wanita dari tim McLaren Racing, Emma Gilmour dan pembalap berkebangsaan Amerika Serikat, Tanner Foust.
Kesan agresif dihadirkan McLaren dari tampilan empat buah fender kekar, lampu depan, dan warna cat oranye dikemas finishing matte gelap. Tampilan visual tersebut digarap dari sentuhan tangan seniman dan ilustrator Vic Lee.
Menampilkan potret pemandangan Amazon, Gurun, dan Samudra Arktik sebagai simbol dimana kompetisi Extreme E series digelar pada 2022 mendatang. Menariknya, SUV ini juga sarat dengan nuansa grafis pemandangan alam Selandia baru. Sebagai wujud penghormatan terhadap tempat kelahiran Bruce McLaren dan Emma Gilmour.

Bagian kaca depan memiliki bentuk minimalis dan garis atap landai, serta proporsi fender roda lebar. Tentunya, mobil balap EV ini sudah memiliki ground clearance tinggi.
Sektor jantung pacunya ditenagai oleh motor listrik ganda untuk menjangkau tenaga 543 Hp. Sedangkan akselerasi dari diam hingga 100 Kpj ditempuh dalam waktu 4.5 detik. Untuk menyuplai daya motor listrik tersebut, terdapat baterai 54 kWh. Tanpa menambah berat bobot kendaraan menyeluruh sekitar 1.780 Kg.
Beberapa spesifikasi tersebut rupanya sudah tertuang di dalam aturan resmi kompetisi EXtreme E. Semua kendaraan juga diklaim rendah emisi.

