NMAA News – Menjawab tantangan global tentang teknologi mobil listrik terbarukan, pabrikan Briggs Automotive Company (BAC) selaku produsen BAC Mono bersiap menghadirkan mobil listrik versi BAC Mono bertenaga hidrogen.
Dalam keterangan resminya, kehadiran mobil tersebut memang dihadirkan dalam mewujudkan nol emisi di 2030 mendatang. Foto teaser tersebut sekaligus mengumumkan kerjasama BAC dengan startup teknologi penggerak hidrogen, Viritech.
Sebagai informasi, Viritech tengah mengembangkan unit hypercar berjuluk Apricale. Beriringan dengan kabar tersebut, membuka kemungkinan kolaborasi ini menghadirkan teknologi baru di bidang otomotif terbarukan.

“Kami senang untuk bekerjasama dengan Viritech dan gebrakan mereka pada teknologi mobil listrik fuel cell,” kata Neil Briggs, Co-Founder BAC.
“Teknologi selalu menjadi yang terdepan pada pengembangan kami dan kami tetap bertekad untuk menjelajahi inovasi otomotif terbaru,” tambah Briggs.
Tampilan BAC Mono versi hidrogen terlihat dalam foto tersebut, nyaris tanpa ubahan signifikan. Sebab, perbedaan hanya terletak pada tulisan ‘FC-EV’ seolah memperkuat penggunaan teknologi electro kimia ‘Fuel Cell’ untuk pengolah tenaga.
Sayangnya, pihak BAC belum menjelaskan spesifikasi lengkap sistem terbaru di model anyar tersebut. Dari spekulasi yang beredar, output tenaga tidak jauh berbeda dengan versi mesin bakar. Mengusung jenis mesin empat silinder 2.488 cc yang sanggup merilis tenaga 308 HP dan torsi puncak 308 Nm.

