NMAA News – Diantara jajaran mesin Formula 1, salah satu mesin tangguh dan bertenaga yaitu Cosworth 3.0-liter V10. Tapi siapa sangka, memastikan performa mesin tetap prima justru dimulai dari mesin uji satu silinder berkapasitas 200cc.
Bukan hal yang aneh bagi perusahaan otomotif asal Inggris, Cosworth. Membuat mesin uji dimulai dari sebuah bongkahan mesin berkapasitas kecil untuk kemudian diekstrapolasi. Proses ini juga dilakukan di sejumlah mesin naturally aspirated konfigurasi V lainnya. Seperti Aston Martin Valkyrie V12 6,5 liter dan Gordon Murray T.50 V12 3,9 liter dimulai sebagai mesin uji tiga silinder.
Dalam penjelasan singkat oleh Mike Fernie dari DriveTribe, mesin performa Cosworth saat ini dirancang dari atas ke bawah. Atau dari bagian head terlebih dulu kemudian blok mesin.
Bongkahan ini terdiri dari seperangkat komponen mesin lengkap pada umumnya, untuk memastikan setiap bagian mesin benar sebelum mereka membuat versi asli.
Lebih jauh, dalam pengembangan paling ekstrem di beberapa koleksi Cosworth memang dimulai dari konfigurasi mesin satu silinder yang dikembangkan pada 1998 dan 1999 sebelum ‘duduk manis’ di balik kap Jaguar F1 V10.
Secara spesifikasi, mesin satu silinder tersebut berkapasitas 200 cc dan memiliki tenaga 90 Hp. Tapi, tetapi sanggup berputar hingga 20.000 RPM.
Proses ini belum mempertimbangkan raihan emisi lantaran lebih memfokuskan pada kinerja. Bagi Cosworth, memulai perancangan mesin V10 dari basis mesin satu silinder merupakan cara tercepat dan paling ekonomis.
Hingga kemudian dihadirkan dalam versi aslinya. Proporsi tenaga amat penting mengingat tim diizinkan untuk terus mengembangkan mesin mereka di sebelum akhirnya melakukan uji jalan.

