NMAA News – Selain memperkuat lini produk yang memenuhi standar Euro-4, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) juga akan memulai sosialisasi truk listrik Mitsubishi e-Canter ke publik Indonesia. Dalam kesempatan berjumpa dengan media secara visual, Rabu (26/1/2022), KTB mengungkapkan pihaknya memulai sosialisasi eCanter tersebut sekitar akhir kuartal satu tahun ini.
Menurut Bayu Afrizal, General Manager Product Strategy KTB, keseriusan KTB untuk memperkenalkan eCanter sebagai contoh truk masa depan bertenaga listrik di Tanah Air, diperlihatkan dengan dibentuknya departemen khusus yang mempelajari kendaraan listrik di Indonesia, sejak 1 September 2020 lalu.
“Terlebih saat ini Pemerintah juga gencar mempromosikan kendaraan listrik di Indonesia. Setelah pembentukan departemen khusus pada September 2020, maka masuk awal 2020 ini kami berupaya untuk melakukan tindakan lebih konkret untuk sosialisasinya,” ujar Bayu.
Ditambahkannya, departemen khusus yang didedikasikan untuk mempelajari kendaraan listrik di Indonesia itu, salah satu aktivitas utamanya tahun ini, mengajak kerja sama dengan para operator kendaraan logistik yang ada untuk lebih memahami penggunaan truk listrik eCanter.

“Kami berupaya untuk proof of concept, kami akan berkerja sama denga operator logistic untuk promo kendaraan listrik Fuso. Kita juga adakan promo untuk sosialisasi. Kami berharap, dengan berbagai aktivitas tersebut, kami bisa mendapat informasi cukup untuk pengembangan kendaraan listrik komersial di pasar Indonesia,” jelas Bayu.
Dalam presentasi yang diperlihatkan ke media, roadshow truk listrik eCanter ini akan dimulai KTB sekitar akhir kuartal satu 2022. Selanjutnya, mulai kuartal ketiga hingga 2023, KTB akan melakukan ‘Proof of Concept eCanter’ melalui pengetesan langsung oleh konsumen. Rencananya, roadshow ini juga akan melibatkan aktivitas di sejumlah pameran otomotif, termasuk menyediakan kesempatan test drive untuk media.
Dari data yang ada, pihak KTB memang terlihat serius melakukan studi truk listrik sejak November 2021 lalu. Hartmut Schick, selaku Head of DTA, President and CEO of MFTBC, juga telah mengatakan, pihaknya sedang mempercepat studi kelayakan peluncuran Mitsubishi eCanter di Indonesia. Truk listrik eCanter sendiri perdana hadir pada 2016.
Meski demikian, upaya membawa dan mensosialisasikan eCanter ke Indonesia, menurut Bayu juga ‘tergantung konsumen’. Dengan melihat kondisi transportasi dan kegiatan ekonomi yang ada, menurut Bayu, Indonesia punya potensi besar terkait pemasaran kendaraan listrik di masa depan.
“Pada dasarnya ecanter sudah well proven dan digunakan di berbagai negara di dunia. Untuk di sini, balik lagi tergantung konsumen, strategi pemerintah, dan infrastruktur. Untuk itu kita adakan POC (proof of concept) agar tahu jelas kebutuhan kendaraan listrik terutama kendaraan komersial,” pungkas Bayu.


