Ingin Kembali Eksis di Indonesia, Subaru Jadikan Masa Lalu sebagai Pembelajaran

0
- Advertisement -

NMAA News – Sejarah tidak hanya untuk dikenang, tapi berguna menjadi pembelajaran di masa berikutnya untuk bisa berkembang. Demikian yang akan dilakukan Subaru Indonesia yang kini sedang berupaya kembali meramaikan pasar otomotif Indonesia. Kendati sempat terhadang badai pandemi, namun Subaru Indonesia tetap optimis bisa membuka segmen yang akan dimasukinya.

Hal tersebut diungkapkan Chief Operating Officer PAM Arie Christopher Setiadharma, saat virtual media gathering, Rabu (9/2/2022). Menurutnya, Subaru kini hadir lagi di negeri ini lewat bendera PT. Plaza Auto Mega (PAM) sebagai bagian dari Plaza Group. Sebelumnya, Subaru di Indonesia dipegang Motor Image, anak perusahaan Tan Chong International Limited yang berpusat di Singapura.

“Kalau melihat sejarahnya, pertama kali Subaru hadir di Indonesia itu lewat Apollo Motor, kedua dipegang General Motors, lalu Motor Image dari Tan Chong. Masing-masing punya keberhasilan dan kegagalannya sendiri. Begitu juga APM sebelum kami. Artinya, bukan kami saja yang belajar, tapi Subaru Corporation Jepang juga memiliki pengalaman berharga,” ujar Arie.

Chief Operating Officer PT Plaza Auto Mega, Arie Christopher Setiadharma

Menurut Arie, karena ingin belajar dari sejarah agar tidak mengulangi kesalahan masa lalu, persiapan pihaknya memakan waktu cukup lama . Itulah sebabnya, sejak PAM ditunjuk menjadi APM Subaru di Indonesia oleh prinsipal Subaru Jepang pada Februari 2020, hingga kini pihaknya belum melakukan peluncuran resmi.

“Namun ini semua adalah bentuk kegiatan nyata atau komitmen kami bahwa kami ingin memperbaiki kesalahan APM sebelumnya. Ingin comply, inline 100 persen dengan peraturan Pemerintah Indonesia. Semua itu, baik dari sisi legalitas, production plan dari pabrik, dan komitmen Subaru Corporation Jepang. Kami rapikan lagi semuanya agar susunan pondasinya kuat,” tutur Arie.

Adanya kebijakan perubahan skema pajak mobil yang berubah sejak 16 Oktober 2021 yang mengacu besaran pajak kendaraan berdasarkan pada emisi gas buang (CO2) yang mengabaikan sistem penggerak roda, Arie melihatnya sebagai sebuah peluang lebih bagi pihaknya untuk bisa berperan lebih di pasar Indonesia.

Berbagai kegiatan persiapan yang sudah dilakukan Subaru Indonesia

“Pasalnya, produk Subaru memang terkenal dengan model penggerak 4×4. Jadi, Subaru punya potensi pasar cukup besar di Indonesia. Bahkan dengan skema pajak yang sebelumnya pun, potensi pasarnya sebetulnya cukup besar,” ucapnya.

Setelah mulai beroperasi dengan satu diler di Alam Sutera, Serpong, Tangerang, Arie mengaku pihaknya sedang mempersiapkan peluncuran model pertama Subaru di bawah bendera PAM. “Tidak terlalu lama dari sekarang jadwalnya. Jika tidak ada halangan, pada kuartal kedua kami akan merilis model baru pertama usai lama vakum,” pungkas Arie yang pernah turut membidani lahirnya dan turut membesarkan produk Ferrari di Indonesia ini.

Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Subaru tidak lagi membukukan transaksi jual-beli sejak 2015. Hilangnya Subaru selama hampir 8 tahun dari Indonesia, lantaran mengalami masalah hukum terkait pemalsuan dokumen impor kendaraan yang dilakukan pemegang merek Subaru sebelumnya.

 

 

 

- Advertisement -